ENAM Pemain Yang Bisa Melakukan Debut Internasional Pekan Ini

Penulis FourFourTwo Jonathan Fadugba memberikan enam nama pemain yang bisa melakukan debut bagi tim nasional mereka pada pekan ini...

Juanmi

Kadang, kesempatan datang di saat yang tidak terduga. Penyerang utama Spanyol, Diego Costa, mengalami cedera hamstring saat Chelsea menang atas Hull City akhir pekan lalu, ini membuat pelatih Spanyol, Vicente del Bosque mengetuk pintu Juan Miguel Jiménez López dan meminta dirinya untuk membela negaranya dalam lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Ukraina pekan ini. 

Penyerang berusia 21 tahun yang bermain di Malaga, sejauh ini telah menjalani musim yang mengesankan bersama klubnya. Dirinya sukses mencetak tujuh gol dari 21 penampilannya di La Liga, termasuk kemenangan 1-0 timnya dari Barcelona di Camp Nou pada bulan Februari lalu. Juanmi telah berkarir sejak umur 16 tahun, ketika dia menjadi pemain Malaga termuda yang bermain di tim utama dan mencetak gol di Copa del Rey kalah menghadapi Getafe di tahun 2010. Sejak saat itu, dirinya langsung berkembang dengan pesat, tetapi musim ini, dirinya mendapat julukan "El `Raúl´ malagueño" atau Raul Gonzales-nya Malaga. Itulah yang membuat Vicente del Bosque tertarik membawanya masuk ke skuat Spanyol.

Federico Mancuello

"Ini adalah impian setiap pemain bola", itulah yang dikatakan oleh kapten Independiente, Federico Mancuello, kala dirinya masuk ke dalam skuat senior Argentina. Mancuello mungkin saat ini belum terlalu di kenal di daratan Eropa karena hanya bermain di liga lokal Argentina sejak awal karirnya.

Satu hari sebelum Piala Dunia 2014 kick off di Brazil akhir Juni lalu, pemain berusia 21 tahun tersebut yang dikenal dengan Mancu, bermain pada sebuah pertandingan dan menghadapi Huracan di Primera B Nacional.

Penampilannya sangat mengesankan pada pertandingan tersebut dan secara keseluruhan, sepanjang musim dirinya sukses menampilkan penampilan yang konsisten di lapangan tengah. Mancuello kemungkinan besar akan duduk di bangku cadangan di timnas Argentina, tetapi itu bukanlah hal yang mengganggu dirinya. "Anda harus menikmatinya", katanya. "Saya akan berada di kumpulan pemain terhebat dan saya ingin belajar banyak dari mereka."

Gabriel Paulista

Sebuah pencapaian yang luar biasa apabila seorang pemain bisa pindah ke Liga Primer Inggris. Pencari bakat Arsenal seperti melihat sesuatu yang akan menjadi solusi lini belakang mereka dari diri mantan pemain belakang Villarreal ini.

Penampilan pemain 24 tahun ini sangat luar biasa sejak datang dari Spanyol ke London. Kemampuannya dalam membaca pertandingan membuatnya menjadi alternatif duet bagi Per Mertesacker atau bahkan dirinya bisa menggantikan pemain Jerman tersebut. Kesempatannya untuk bermain di depan pendukung Brazil saat melawan Chili nanti, bisa membuat kepercayaan dirinya meningkat, kalaupun belum sekarang, dipastikan tidak lama lagi dirinya akan menjadi pilihan utama Brazil.

BACA JUGA: Alasan Gabriel Paulista Solusi Lini Belakang Arsenal

Nabil Fekir

Pemain yang bisa bermain untuk Algeria dan Perancis ini, hampir membuat masalah diplomatik kedua negara tersebut. Dirinya akhirnya memilih untuk membela negara Napoleon tersebut dibandingkan Algeria. Hal ini menyebabkan kekecewaan yang mendalam dari publik Algeria.

Sepertinya, Fekir telah memutuskan untuk membela Algeria ketika Christian Gourcuff memanggilnya untuk pertandingan melawan Qatar. Tetapi sehari setelah itu, panggilan dari Perancis datang, hal ini membuat dirinya bingung untuk memutuskan bermain bagi negara mana. Pada akhirnya, Fekir memilih untu membela Les Bleus.

"Semuanya memiliki hak untuk menerima atau untuk menolak panggilan dari tim nasional" kata editor situs sepakbola Algeria, DZfoot, yang terlihat sedikit kesal, "tetapi tidak pernah ada yang melakukan hal ini, seperti yang pemain muda Lyon lakukan. Tidak ada pemain yang sangat tidak menghargai dua negara." tambahnya.

Kemarahan editor situs tersebut bukan tanpa sebab, kemampuan Fekir yang di atas rata-rata seperti menjadi harapan negara mereka untuk berprestasi di kancah sepakbola dunia. Wonderkid Lyon ini dikaruniai dengan teknik dan kemampuan yang luar biasa, 11 gol dan tujuh umpannya, menjadi faktor penting bagi klubnya dalam menjuarai gelar Ligue 1.

Ada faktor politik dan sejarah juga dalam permasalahan Fakir ini. Perancis dan Algeria sebelumnya berperang selama tujuh tahun pada 1950, jangan sampai kita lupa juga, bahwa banyaknya pemain yang memiliki dua kewarganegaraan di akademi sepakbola Perancis, menjadi masalah utama di 2011, dengan komitmen manajer Perancis saat itu, Laurent Blanc yang mendukung para pemain yang memiliki ras campuran. Kehilangan satu saja pemain muda berbakat Perancis ke negara lain, tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Fekir sendiri telah mengatakan betapa bangga dirinya mengenakan seragam biru dan kegembiraannya untuk bermain dengan pemain lulusan akademi Lyon lainnya yang juga berasal dari Algeria, Karim Benzema.

Kurt Zouma

Ketika Patrice Evra melakukan debut bagi Perancis, Kurt Zouma masih berumur sembilan tahun, tetapi kedua pemain tersebut bisa bermain bersama-sama kala tim nasional mereka melawan Brazil di Stade de France pekan ini. Bek tengah Chelsea tersebut memiliki musim yang menjanjikan di sepakbola Inggris dengan kesuksesannya menembus tim utama. Dirinya juga menjadi bagian dari kesuksesan Perancis U20 yang menjadi juara Piala Dunia U20.

Penampilan bertenagan Zouma menjadi ancaman serius bagi posisi Gary Cahill di tim utama, dirinya juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan. Jose Mourinho memilih untuk memainkan pemain 20 tahun ini di final Piala Liga saat mereka menang atas Tottenham di Wembley. Zouma mendapatkan banyak pujian setelah pertandingan tersebut.

Mourinho membuat janji kepada Zouma saat mendatangkannya dari Saint-Etienne. Pelatih Portugal tersebut ingin mengulangi kesuksesan dalam mengembangkan Rafael Varane di Real Madrid. Pemain muda tersebut bermain dari tim muda dan sukses masuk tim nasional Perancis. Jose memenuhi janjinya kurang dari setahun, dan pasti, Zouma akan sering bermain untuk Perancis di masa yang akan datang.

Bas Dost

"Di 2015, setiap bola yang disentuhnya pasti masuk ke gawang," itu yang dikatakan oleh pelatih Belanda, Guus Hiddink tentang penyerang Wolfsburg tersebut, setelah dirinya memanggilnya membela Belanda untuk menghadapi Spanyol dan Turki. Musim 2014/15 yang dilalui oleh Dost sangat ajaib, pemain Belanda tersebut hanya mencetak tiga gol di semua kompetisi sebelum rehat musim dingin Bundesliga. Tetapi setelah itu, 13 gol dilesakkannya dan membantu Wolfsburg bermain bagus di paruh kedua musim. Sebuah rekor yang hampir menyamai total gol dari Lionel Messi (Messi telah mencetak 20 gol sejak awal tahun). Rata-rata Dost mencetak gol di setiap dua pertandingan Belanda U-21, walau begitu, dirinya sama sekali tidak pernah bermain di level senior. Pada umur 25 tahun, akhirnya penyerang Wolfsburg ini, memiliki kesempatan untuk membela tim senior negaranya.