Enam striker yang akan akhirnya akan membawa Arsenal juara liga pada musim depan

Jonathan Fadugba menyebut setengah lusin penyerang yang bisa menggetarkan jala gawang lawan buat the Gunners pada musim depan...

Seperti daerah selangkangan Nicklas Bendtner buat supor taksi di Copenhagen, masalah barisan penyerang Arsenal pada musim ini kelihatan jelas. Arsene Wenger sangat diharapkan membenahi masalah itu pada bursa transfer Januari, tapi bos the Gunners sekali lagi memilih santai saja dna terus memakai pemain yang dia punya.

Olivier Giroud dipaksa terus bertempur meski tanda-tanda keletihannya terlihat jelas --pemain Prancis itu jadi starter pada 31 pertandingan liga, lebih banyak dari penyerang lainnya di Premier League-- dan mereka yang melihat Yaya Sanogo kepayahan di Wembley pada semifinal Piala FA Cup melawan Wigan Athletic mungkin akan menyadari bahwa anak muda itu belum siap. Arsenal secepatnya perlu menambah striker baru. Tapi siapa? Berikut ini beberapa opsi yang tersedia buat mereka pada musim panas ini….

Mario Mandzukic (Bayern Munich)

“Saya selalu mengatakan bahwa dia bermain seperti binatang buas,” kata Direktur Olah Raga Bayern Munich Matthias Sammer dalam upaya membendung semua upaya klub lain mendekati pemain timnas Kroasia, Mario Mandzukic. "Luar biasa sekali melihat kerja kerasnya buat tim dan betapa banyaknya ia berlari dalam pertandingan.” Masalahnya adalah itu sama sekali tak terdengar seperti peringatan buat mengusir Arsenal dan lebih mirip seperti tawaran yang menggiurkan. Rajin berlari? Bengis dan bermain penuh komitmen seperti binatang buas? Justru itu tipe striker yang dibutuhkan Arsenal.

Absennya pemain yang mati-matian mengejar bola di sektor penyerangan sudah lama jadi masalah buat the Gunners dan jadi salah satu alasan Arsenal sering kesulitan menghadapi lawan kelas atas. Membeli Mandzukic akan membantu memecahkan masalah itu dengan cepat dan dengan catatan 17 gol dalam 28 pertandingan Bundesliga pada musim ini, belum lagi satu gol di final Liga Champions pada musim lalu, dia juga punya naluri kuat mencetak gol. Bayern boleh menyangkal semau mereka, tapi kedatangan Robert Lewandowski dari Borussia Dortmund hanya akan menyulitkan posisi Mandzukic di klub dan itu akan menguntungkan the Gunners.

Mario Balotelli (AC Milan)

Semuanya tidak berjalan sesuai rencana buat Super Mario di Milan. Kembalinya Balo ke Italia buat tim favoritnya semasa kecil disambut to oleh kemeriahan pada Januari lalu, termasuk judul terkenal Gazzetta dello Sport, Balo is Back!, yang cukup digemari sampai dicetak di atas kaus. Ini memang bukan sekedar transfer biasa, tapi sebuah perekrutan yang menyatakan status --sebuah tanda bahwa masih ada kehidupan di tim tua AC Milan-- dan juga di Serie A. Lewat Balotelli, sepak bola Italia merebut kembali batu mulia mereka yang dirampas dari mahkota mereka oleh klub di timur laut Manchester selama dua setengah tahun.

Namun, ya itu, tidak berhasil. Karena berbagai alasan, Milan saat ini belum siap berkompetisi dan itu bisa menguntungkan Arsenal jika mereka memilih mengejar salah satu penyerang alamiah namun sering tidak konsisten di dunia sepak bola. Perolehan 13 gol dan 4 assists di 25 laga Serie A pada musim ini menunjukkan dia masih punya ketajamannya. Lupakan temperamen Balotelli yang bermasalah, karena Wenger membangun kariernya dengan mengubah besi jadi emas. Balotelli akan membawa rasa percaya diri dan karisma yang kadang kurang dimiliki Arsenal dan karenanya dia bisa jadi rekrutan yang sempurna.

Robin van Persie (Manchester United)

Bisa saja kan? Robin van Persie mencetak 132 gol dalam 278 kali membela Arsenal selama delapan tahun di mana dia meninggalkan tanda yang membekas tanpa bisa dihapus, begitu kata situs resmi the Gunners. Van Persie pindah ke Manchester United seharga 22,5 juta pound --yang naik jadi 24 juta setelah meraih gelar juara liga untuk pertama kali dalam kariernya pada tahun perdananya di Old Trafford. Sayangnya sejak itu semuanya tak berjalan mulus. Cedera mengganggu musim keduanya di Manchester dan kepergian Sir Alex Ferguson dan merosotnya performa United yang juga mempengaruhi permainan Van Persie. Juga moralnya, jika rumor-rumor itu bisa dipercaya.

Sebelas gol dalam 18 pertandingan menunjukkan Van Persie masih seperti dulu jika sedang fit dan dengan United yang sering kali terlihat lebih baik tanpanya, mungkinkah kejutan kembali ke Emirates jadi pertimbangan pemain berusia 30 tahun ini? Dia bukan yang pertama kembali dari sana ke klub asalnya, tanya saja Mark Hughes, Ian Rush, atau Robbie Keane. Jika Arsenal membuat tawaran nostalgia mungkin saja anak kecil di dalam Van Persie berteriak kegirangan ?

Josip Drmic (Nuremberg)

Kalau ada yang sangat disukai Arsene Wenger dari penyerangnya itu adalah kaki yang cekatan. Ingat saja penyerang hebat Arsenal pada masa-masa sebelumnya dan mereka semua punya kemampuan gocekan yang mengecoh bek, antara lewat pergerakan kaki atau mendadak berlari cepat. Sebenarnya beberapa rekrutan payah Wenger juga punya kemampuan --Gervinho punya kecepatan dalam kaki besarnya yang seringkali kelihatan itu juga terlalu membingungkan buat otaknya. Tak heran kalau Josip Drmic terus-menerus dikaitkan dengan kepindahan ke Emirates.
 
Penyerang Nuremberg ini memenuhi semua kriteria pemain yang biasa diincar Wenger: cepat, beportensi tinggi, cukup tak dikenal sehingga cukup mempesona dan, yang terpenting, murah. Pemain timnas Swiss ini punya klausul pelepasa 3 juta Euro jika Nuremberg terdegradasi dan pada saat ini klub itu bersarang di zona degradasi. Catatan 16 gol dalam debutnya di Bundesliga menunjukkan kemampuan mencetak gol Drmic dan meski dia tak punya istri di London yang mencarikan rumah (dia bahkan belum menikah), Arsenal nampaknya sangat tertarik.
 

Javier Hernandez (Manchester United)

Kalau Opsi A Manchester United tidak didapat (lihat di atas ), bagaimana dengan Opsi B? Sudah terbukti sebagai mesin gol dan maut di muka gawang, Javier Hernandez makin terlihat tak kerasan di Old Trafford dalam beberapa bulan terakhir dan tak senang karena tidak dianggap oleh David Moyes. Diduga dia akan pindah pada musim panas ini. “Si Kacang Kecil” ini hanya sekali jadi starter di Premier League pada 2014, meski secara konsisten menunjukkan ketajaman setiap kali dimainkan.

Lewat setiap foto penuh kode yang diunggah di Instagram dan tak semangat dalam perayaan (lihat kemenangan 4-1 atas Aston Villa) Hernandez makin terlihat seperti striker yang mencari rumah baru. Total 59 gol dalam 148 pertandingan buat United --66 di antaranya sebagai pemain cadangan-- menunjukkan dia penyerang dengan kemampuan yang mumpuni buat memperbaiki barisan depan Arsenal dan mentalitas juaranya --ditambah fakta bahwa dia memang pemain bagus yang komplit-- akan membuatnya jadi tambahan yang bagus buat tim Wenger.

Alvaro Morata (Real Madrid)

Nampaknya aneh kalau Real Madrid mau melepas Alvaro Morata, mengingat dia adalah aset berharga mereka. Jika Barcelona secara rutin menurunkan tim utama yang hampir semuanya pemain dari akademi mereka, kebijakan galactico Rela membuat hanya sedikit peluang buat didikan mereka sendiri, sehingga harus mencari tempat lain buat membangun karier mereka. Ingat, yang sama juga dialami Roberto Soldado, Juan Mata, dan Alvaro Negredo.

Dalam kasus Morata rumor itu nampaknya selalu melingkupi dia. Setelah mencetak gol pada akhir pekan saat Real Madrid menang 4-0 atas Almeria, pemain berusia 21 tahun ini dipaksa mengklarifikasi masa depannya di tengah rumor kepindahannya ke Arsenal pada musim panas ini dengan menyatakan, “Saya bahagia di sini dan selama mereka menginginkan saya di sini maka saya akan bertaha.” Catatan performanya pada musim ini menunjukkan dia pemain yang punya potensi mencetak banyak gol. Morata mengumpulkan tujuh gol di semua kompetisi, dengan enam golnya di La Liga berarti satu gol setiap 48 menit di lapangan. Melihat dia bermain, seolah ada kegugupan Morata di Bernabeu, seolah dia berusaha terlalu keras buat mengambil hati, terlalu ngotot buat sukses di klub masa kecilnya. Pindah ke Arsenal akan menghilangkan kecemasan itu dan mungkin akan membuat Morata berkembang.