Analisa

FFT 20 Under-20: Bek Muda Malaysia yang Terus Bermimpi Besar

Bek muda Johor Darul Ta’zim (JDT), Dominic Tan, sudah sering disebut-sebut sebagai bek dengan masa depan yang cerah. Tan, yang merasa tersanjung karena bisa menjadi bagian dari seri terbaru FourFourTwo yang berisikan para pemain U-20 terbaik di Asia Tenggara, berbicara kepada Vijhay Vick tentang lonjakan kariernya dan impiannya.

We are part of The Trust Project What is it?

Dominic Tan memulai musim 2016 bersama Johor Darul Ta’zim II di kasta kedua sepakbola Malaysia, Malaysia Premier League, setelah dibubarkannya program pengembangan pemain muda dari Football Association of Malaysia (FAM), Harimau Muda.

Ia membentuk duet yang bagus dengan bek tim nasional Singapura, Baihakki Khaizan, yang memuji Tan atas ketenangannya meski masih berusia muda, dan berhasil mencuri perhatian pelatih Southern Tigers ketika itu, Mario Gomez, yang menginginkan seorang pemain untuk melapisi Aidil Zafuan Abdul Radzak dan Marcos Antonio di tim utamanya.

Saya ingin berjuang memperebutkan tempat utama dan memenangkan banyak trofi di JDT

- Dominic Tan

Akhirnya, pada pertengahan musim lalu, ia pun ‘promosi’ ke tim utama Johor Darul Ta'zim. Meski ia belum banyak menikmati waktu bermain bersama sang juara Malaysia Super League, pemain berusia 19 tahun ini merasa kariernya berada di jalur yang tepat.

“Saya pikir perkembangan karier saya positif. Saya berada di level yang baru setiap tahunnya. Saya berharap hal ini terus berlanjut dan akhirnya bisa mewakili Malaysia di level tertinggi… bahkan mungkin suatu hari nanti bisa pergi ke luar negeri untuk mendapatkan sorotan yang lebih besar,” kata Tan kepada FourFourTwo.

“Saya menerima (kurangnya kesempatan di JDT) secara positif. Ini adalah tantangan baru dan saya harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa saya pantas mendapatkan tempat sebagai starter.”

“Berada di JDT adalah hal yang bagus. Saya bisa belajar dari para pemain dan pelatih terbaik di sesi latihan… sebagian besar memiliki banyak pengalaman.”

“Saya ingin berjuang memperebutkan tempat utama dan memenangkan banyak trofi di JDT.”

Tan sangat senang dengan perkembangan kariernya saat ini

Dengan SEA Games 2017 akan digelar di Malaysia, Tan tahu bahwa tidak ada cara yang lebih baik untuk memulai karier internasionalnya selain menjadi andalan utama Malaysia untuk merebut medali emas di kompetisi yang diikuti tim U-22 ini.

Beberapa rekan setimnya di JDT, seperti Safiq Rahim, Aidil, S. Kunanlan, dan Amirul Hadi Zainal berhasil menjadi bintang berkat kemenangan timnas mereka di SEA Games 2009. Malaysia juga memenangkan medali emas dua tahun kemudian, tetapi gagal mendapatkan medali apapun pada 2013 dan 2015.

Namun mantan kapten timnas U-19 Malaysia ini belum menjalani transisi yang mulus dengan skuat asuhan Frank Bernhardt yang disiapkan untuk SEA Games mendatang, di mana ia harus bersaing dengan Adib Zainuddin dan Faris Shah Rosli untuk posisi utama.

Tetapi Faris, yang menjadi kapten tim ini pada tahun lalu, kini diragukan bisa pulih tepat waktu dan tampil di SEA Games, dan membuat Tan bisa merebut posisi bek tengah utama di tim.

“Saya belum memastikan posisi starter… Saya ingin menjadi starter di SEA Games dan bermain sebaik mungkin untuk membuktikan kepantasan saya,” kata Tan.

“Kami tidak punya banyak waktu untuk berkumpul bersama dengan kompetisi domestik telah dimulai, jadi kami harus memanfaatkan sebaik-baiknya setiap pemanggilan timnas.”

Menariknya, Tan sebetulnya bisa saja malah bermain untuk tetangga sekaligus rival abadi Malaysia, Singapura, di SEA Games.

Saya ingin menjadi starter di SEA Games dan bermain sebaik mungkin untuk membuktikan kepantasan saya

Bek bertubuh jangkung ini tumbuh besar di Singapura dan merupakan mantan murid Singapore Sports School sebelum memutuskan ia ingin membela negara kelahirannya dan bergabung dengan Harimau Muda pada 2014 lalu.

Bagi pecinta sepakbola yang mengikuti perkembangan karier Tan akan setuju bahwa ia bisa memimpin lini pertahanan Malaysia di masa depan, tetapi sang pemain sendiri tak mau melihat terlalu jauh ke depan.

“Saya tidak terlalu memikirkannya dan saya tidak punya target apapun ketika saya ingin membuat debut internasional saya,” kata Tan.

“Saya bukan pemain reguler di tim U-22 dan juga di JDT. Saya perlu masuk ke line-up dulu dan kemudian saya akan melihat langkah selanjutnya, yaitu tim nasional.”

“Saya akan maju ketika diberikan kesempatan.”