FFT 20 Under-20: Keturunan dari Pemain Terbaik Singapura yang Mengemban Beban Berat

Sebagai satu-satunya pemain Singapura di dalam daftar FourFourTwo 20 Under-20 ini, Irfan Fandi bilang bahwa dia sangat terhormat berada dalam daftar ini, sesuatu yang membuatnya termotivasi untuk bekerja lebih keras lagi...

Dari usia yang masih sangat muda, Irfan Fandi harus dihadapkan dengan harapan yang sangat tinggi.

Klub semacam Arsenal, Chelsea, dan AC Milan disebut-sebut sudah memantau Irfan dan adiknya, Ikhsan Fandi, saat mereka masih anak-anak.

Saya merasa terhormat dan merasa seperti telah mencapai sesuatu. Saya hanya bisa mengembangkan diri dari sekarang, jadi saya akan terus bekerja keras dan tidak akan menyerah.

- Irfan

Ada sosok yang sangat penting dalam kariernya, tentu saja, ayah-nya yang terkenal, Fandi Ahmad, yang membuat begitu banyak orang Singapura berharap Irfan bisa meniru atau bahkan melewati semua yang sudah dicapai striker legendaris yang pernah merumput di Indonesia tersebut.

Hingga sekarang, ia sudah menunjukkan cukup banyak kemampuan sambil menembus level profesional, bermain untuk klubnya, Home United, dan mendapatkan debut internasional tahun lalu.

Pemain berusia 19 tahun ini juga masuk dalam daftar tahunan FourFourTwo ’20 Under-20’, kumpulan pemain muda Asia Tenggara terbaik, untuk menambah daftar pencapaian dirinya yang terus berkembang.

Dan Irfan menyatakan pada FourFourTwo bahwa penghargaan semacam ini hanya menambah keinginan dirinya untuk sukses dan membayar kepercayaan yang diberikan orang untuknya.

Irfan mencetak empat gol dari tujuh pertandingan bagi Home United musim lalu

“Saya merasa terhormat dan merasa seperti telah mencapai sesuatu,” ucap Irfan saat diberi tahu tentang nominasi ini. “Saya hanya bisa mengembangkan diri dari sekarang, jadi saya akan terus bekerja keras dan tidak akan menyerah.”

Bekerja keras berarti melanjutkan dan membuat kagum pelatih tim nasional, yang memanggilnya ke skuat senior Singapura tahun lalu, bahkan saat ia harus menjalani wajib militer dan tidak tampil di cukup banyak pertandingan S.League dalam satu musim.

Dipanggil ke skuat tim nasional di bulan September 2016 untuk pertandingan melawan Malaysia dan menjalani debut sebagai starter saat melawan Hongkong.

“Jujur saja tahun lalu adalah tahun yang berat untuk saya karena harus mengikuti wajib militer dan saya menghadapi masalah untuk berlatih dan tidak tampil di cukup banyak pertandingan,” ucapnya.

“Tapi saat saya memiliki kesempatan untuk berlatih, saya akan memanfaatkannya secara maksimal. Panggilan ke timnas menjadi kejutan bagi saya karena sebenarnya saya berada di luar kompetisi untuk beberapa saat karena wajib militer, tapi ini juga memberikan motivasi tambahan agar tidak menyerah.”

Sebagai penyerang ataupun pemain belakang dengan Home United, Irfan sangat bersyukur V. Sunramoorthy memberikannya kesempatan tahun lalu, karena memenuhi impiannya membela tanah air –seperti yang sempat dilakukan ayahnya dengan sangat sukses.

Irfan bisa bermain sebagai pemain bertahan ataupun sebagai penyerang

Tambahannya, ini benar-benar membantu dirinya menghadapi tekanan untuk memenuhi harapan publik.

“Tekanan hanya berkurang ke saya setelah kesempatan tampil karena saya merasa orang-orang sudah melihat apa yang saya bisa lakukan dan mungkin inilah bagaimana saya memperkenalkan diri,” ia menjelaskan.

Tekanan hanya berkurang ke saya setelah kesempatan tampil karena saya merasa orang-orang sudah melihat apa yang saya bisa lakukan

“Saya tahu persis saya membawa nama yang sangat besar dan yang bisa saya lakukan hanyalah bekerja keras dan membuat keluarga dan sahabat saya bangga.

“Saya merasa saya harus bisa memenuhi harapan, tapi di waktu yang sama saya tidak bisa membuat semua orang senang. Yang bisa saya lakukan adalah bekerja keras dan selalu memberikan yang terbaik di apapun yang saya lakukan.”

Masih satu tahun lagi sebelum Irfan menyelesaikan wajib militer dan bisa fokus sepenuhnya untuk memenuhi potensi dirinya yang sudah tak diragukan lagi.

Dan ia berharap bisa melanjutkan pelajaran sepakbolanya di luar negeri, seperti yang dulu ia lakukan di Cile bersama Universidad Catolica sebelum kembali ke Singapura.

“Untuk sekarang saya akan bersama Home United,” ucapnya. “Saya tidak tahu akan seperti apa di masa depan, (tapi) saya berharap yang terbaik. Saya (masih) berencana untuk pergi ke luar negeri untuk memperdalam sepakbola saya.”

Foto: S.League