FFT 20 Under-20 – Merantaulah Kalian Anak Muda, Demi Masa Depan Gemilang!

Terkadang para pesepakbola memiliki kecenderungan untuk memilih karier yang nyaman di dalam negeri dan bermain di liga lokal saja. Tapi, seperti yang diungkapkan Paul Williams, ada manfaat yang besar bagi para pemain terbaik U-20 kami di Asia Tenggara jika mereka mau berkiprah di luar negeri...

Orang yang membaurkan diri ke dalam budaya yang berbeda, seringkali juga dengan bahasa yang berbeda, dapat banyak belajar tentang diri mereka sendiri dan bagaimana mereka bertindak pada situasi tertentu. Ini adalah salah satu pengalaman pendidikan yang luar biasa, yang tidak bisa didapatkan di sekolah manapun.
 
Tak hanya untuk turis, hal yang sama berlaku untuk para pesepakbola. 

Kepindahan ke klub luar negeri harus dilihat sebagai hal yang positif dan bagi para pemain muda di Asia Tenggara tak diragukan lagi itu bisa sangat menguntungkan

Sementara Eropa tetap menjadi standar tertinggi bagi para pesepakbola profesional pemula, kepindahan ke klub luar negeri harus dilihat sebagai hal yang positif dan bagi para pemain muda di Asia Tenggara tak diragukan lagi itu bisa sangat menguntungkan, baik dari sepak bola dan sudut pandang pengembangan kemampuan individu.
 
Hanya empat dari 20 pemain U-20 terbaik dalam daftar kami yang bermain di luar negara asal mereka, termasuk tiga pemain Australia.
 
Salah satu dari mereka, Alex Gersbach, baru-baru ini berbicara tentang mengapa ia memutuskan untuk meninggalkan A-League untuk pindah ke Rosenborg di Norwegia.
 
"Tidak ada yang salah dengan A-League, itu adalah kompetisi yang bagus dan semakin bagus seiring dengan berjalannya waktu, tapi saya nyaman di Sydney FC dan saya pikir itu adalah waktu yang tepat untuk pindah dan meningkatkan permainan saya dan kepindahan ini akan sangat membantu itu," katanya dalam sebuah wawancara dengan beIN Sports Australia.

Gersbach, seperti orang Australia pada umumnya, keinginannya untuk merantau sangat besar

"Saya bisa tinggal di Sydney satu atau dua tahun lebih lama lagi dan itu mungkin tidak akan merugikan saya, tapi saya pikir saya adalah sosok ambisius dan ingin mendapatkan yang lebih baik dan lebih baik dan tidak hanya tinggal di zona nyaman saya."

Ini adalah mentalitas yang harus dimiliki semua pemain. 

Pemain Australia memiliki sejarah panjang dalam berkarier di luar negeri untuk mengembangkan diri mereka, sehingga tidak mengherankan bahwa Gersbach, Sebastian Pasquali, dan Daniel De Silva meninggalkan A-League di usia muda untuk menguji diri mereka di Eropa.
 
Tapi sementara kesempatan untuk bermain ke Eropa bagi para pemain muda terbaik di bagian lain di Asia Tenggara masih jarang, itu seharusnya tidak menghentikan orang-orang seperti Supachok Sarachat atau Irfan Fandi dari menantang diri mereka sendiri ke luar negeri. 
 
Wacana terbaru untuk memberikan kuota tambahan bagi pemain Asia Tenggara di daftar klub Thai League harus disambut dengan gembira oleh semua pihak di seluruh kawasan ini dan diikuti dengan liga lainnya.
 
Hal itu akan mendorong klub untuk merekrut pemain muda menjanjikan dari luar negara mereka sendiri dan akan membantu pengembangan pemain di wilayah tersebut.

Chanathip (kiri) sudah memulai kariernya di luar Thailand

Negara-negara besar di Asia Timur - Jepang, Korea Selatan dan Australia - juga memiliki peran dan itu menyenangkan untuk melihat J.League baru-baru ini mengumumkan pemain yang dikontrak dari negara yang bekerja sama dengan J.League - yang meliputi Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Singapura, Indonesia, dan Malaysia - tidak akan dihitung dalam kuota pemain asing mereka.

Kita telah melihat Consadole Sapporo merekrut bintang Thailand, Chanathip Songkrasin, menggantikan di pemain Indonesia, Irfan Bachdim, sementara striker Vietnam berusia 22 tahun, Nguyen Cong Phuong, menghabiskan musim 2016 sebagai pemain pinjaman di tim J-League 2, Mito HollyHock.
 
Juga menyenangkan untuk melihat pemain Vietnam, Luong Xuan Truong, bermain di Korea dengan menandatangani kontrak bersama klub promosi yang ambisius seperti Gangwon FC, sementara bek Golden Stars, Vu Van Thanh, juga telah berbicara tentang keinginannya untuk pindah ke Korea Selatan.
 
Tapi, Australia, harus melakukan lebih banyak hal untuk memainkan peran dalam pengembangan pemain muda terbaik di Asia Tenggara. Hanya beberapa pemain Asia Tenggara, terutama pemain Thailand, Surat Sukha, dan pemain Singapura, Safuwan Baharudin, yang telah bermain di A-League yang dikenal jarang mendatangkan pemain dari negara Asia Tenggara.
 
A-League harus mengambil contoh dari  J.League yang menerapkan aturan pemain Asia Tenggara tidak akan dihitung dalam kuota lima pemain asing untuk setiap klub, untuk mendorong klub mengambil kesempatan merekrut pemain muda yang menjanjikan.
 
Manfaat tambahan dari pesepakbola yang bermain di luar negeri adalah dampak positif yang terjadi pada semua tim nasional di kawasan tersebut. Menguji diri dan bermain di tingkat yang lebih tinggi dapat membantu meningkatkan Anda sebagai pemain dan mendorong pemain Asia Tenggara lainnya untuk melakukan hal itu, baik masih di dalam kawasan Asia Tenggara atau di luar, manfaat di tim nasional akan sangat besar.

Tidak mengherankan bahwa empat negara terbaik Asia - Iran, Korea Selatan, Australia, dan Jepang - memiliki sejarah panjang dalam mengekspor pemain terbaik mereka

Banyak tim nasional hari ini yang menjelajahi dunia untuk menemukan pemain yang memiliki garis keturunan dengan negara mereka, sesuatu yang semakin umum di Asia Tenggara, yang sering mendatangkan pemain luar dengan kemampuan dan profesionalisme yang lebih tinggi.
 
Tapi ketika melakukan hal itu hanya memberikan efek jangka pendek, ada manfaat jangka panjang jika mereka memilih untuk mengirim pemain mereka ke luar negeri daripada mendatangkan pemain asing. Tidak mengherankan bahwa empat negara terbaik Asia - Iran, Korea Selatan, Australia, dan Jepang - memiliki sejarah panjang dalam mengekspor pemain terbaik mereka.
 
Sang pemain tidak hanya akan lebih kaya dalam perspektif budaya dan sepak bola, itu juga akan menguntungkan perkembangan sepakbola di tanah air mereka.
 
Sudah waktunya bagi pemain Asia Tenggara untuk mengikuti langkah tersebut.