Analisa

FFT 20 Under-20: "Pemain Muda Paling Berbakat yang Pernah Saya Lihat di Sepakbola Laos"

Skandal pengaturan skor di Laos telah membuat persepakbolaan di negara tersebu kacau balau. Tetapi, di tengah kekacauan situasi tersebut, seorang anak muda seperti turun dari khayangan untuk membuat kekacauan sepakbola di negara tersebut sedikit mereda dengan penampilan luar biasanya di lini tengah timnya, dia adalah Phathana Phommathep...

We are part of The Trust Project What is it?

Dengan salah satu pertandingan paling penting sepanjang sejarah Lanexang United dijalani di awal tahun, tim ini bergantung pada pemain berusia 17 tahun untuk memenangi Final Mekong Cup menghadapi kekuatan raksasa dari Thailand: Buriram United.

Pemain pengganti Phathana Phommathep mengambil peran di sisi kanan dan, meski membuat beberapa sentuhan yang bagus, dia tidak bisa menciptakan gol yang dibutuhkan tim Laos ini, mereka kalah 2-0 di malam itu dan 2-1 secara agregat.

Ia adalah pemain muda paling berbakat yang pernah saya lihat di sepakbola Laos dan ia memiliki masa depan yang besar.

Namun ini tetap menjadi satu lagi langkah maju perkembangan pemain muda yang dinilai banyak pihak di Laos sebagai seseorang dengan potensi menjadi salah satu yang terbaik di beberapa tahun belakangan ini.

Sudah menjadi pemain inti di tim nasional U-19, di mana ia bermain di skuat dua tahun di atas usianya, Phathana diharapkan untuk bisa menjadikan dirinya pemain inti secara reguler di Lanexang musim mendatang.

Prospek ini menghadapi rintangan, dengan dibubarkannya tim Liga Premier Laos ini membuat masa depan jangka pendek pemain muda ini tidak begitu jelas.

Sebelum secara mengejutkan Lanexang mundur dari Liga, jelas bahwa Phathana disiapkan untuk menjadi bagian penting rencana klub ini, dengan pelatih leonardo Vitorino menyebut pada FourFourTwo bahwa pemain tengah muda ini cukup bagus untuk bermain di level yang jauh lebih tinggi.

“Ia adalah pemain muda paling berbakat yang pernah saya lihat di sepakbola Laos dan ia memiliki masa depan yang besar.

Phathana had emerged as an important player for Lanexang

Skill dan kecerdasan taktis dirinya berada di level tertinggi untuk pemain tengah tidak hanya dalam sepakbola Laos saja tapi juga dalam daerah Asia Tenggara,” ucap pelatih Brazil ini.

Cerita pemain ini dimulai, seperti banyak yang lainnya di Negara ini, di propinsi dengan bola berada di kakinya.

Ia bergabung dengan klub pertamanya saat berusia 8 tahun dan kemudian mampu menembus klub yang menjadi patokan besar sepakbola muda di Laos, Ezra FC yang didukung oleh Korea.

“Saya tumbuh di desa bernama Oudomvilai dan Paman saya di sana adalah pelatih tim lokal dan di sanalah saya pertama kali mulai bermain sepakbola,” ucapnya ke FourFourTwo.

“Para pemain dan pelatih mendorong saya dengan keras untuk berkembang sebagai pemain dan setelahnya saya terpilih untuk bergabung dengan program akademi Ezra FC.

“Itu adalah kehidupan baru untuk saya, jauh dari keluarga, namun saya bisa hidup bersama banyak pemain muda lain dari berbagai propinsi dan dengan ‘orang tua’ Korea yang memberikan kami kebahagiaan dan kemampuan untuk fokus di perkembangan sepakbola dan juga cara hidup.”

The immediate playing future of Phathana and his teammates is in doubt

Kesempatan berada di Ezra berlanjut dengan remaja ini terpilih di tim nasional Junior dan di sanalah ia menjadi perhatian Lanexang, yang melihat dirinya sebagai pemain yang mereka bisa jadikan inti dari tim.

Kaz Patafta, mantan General Manager Lanexang, tetap menjadi pendukung besar bintang muda ini dan menyatakan pada FourFourTwo bahwa ia menilai pemain tengah ini sebagai talenta kelas elit, bahkan di usia yang begitu muda.

“Phathana memiliki kemampuan teknis yang masih kasar dan kemampuan fisik yang bagus dibandingkan pemain usianya di seluruh dunia,” ucap Patafta.

“Kunci baginya di tahun depan adalah mendapatkan pelatihan level tinggi dan lingkungan sepakbola yang lebih mendorong agar bisa terus berkembang ke level sepakbola yang lebih tinggi, namun ia jelas memiliki bakat yang cukup untuk sukses di Jepang, Korea, atau bahkan Australia.”

Benar-benar pujian yang tinggi –terutama datang dari Patafta, mantan bintang tim muda raksasa Portugal, Benfica, dan sosok yang menyadari talenta muda luar biasa saat ia melihatnya.

Sang pemain sendiri juga memiliki mimpi untuk bermain di luar negeri dan ini mungkin harus dipercepat jika melihat kondisi menyedihkan sepakbola di dalam Laos.

“Pertama, saya harap bisa bekerja keras dan terpilih di Tim Nasional Laos di masa mendatang dan terus bermain di lebih banyak turnamen Internasional,” ucapnya. “Tapi saya memiliki keinginan untuk bermain di luar negeri dan akan sangat ingin mendapat kesempatan bermain di Liga semacam J.League atau K-League.”

Tapi saya memiliki keinginan untuk bermain di luar negeri dan akan sangat ingin mendapat kesempatan bermain di Liga semacam J.League atau K-League.

Walaupun melakoni beberapa peran sepanjang lini tengah dan depan, bintang terbaru sepakbola Laos ini melihat dirinya secara jangka panjang berada di posisi lebih ke tengah dan berharap ia bisa dengan cepat menemukan klub baru untuk melanjutkan perkembangan dirinya.

“Setelah saya mampu membantu Laos finis di posisi ketiga Piala AFF U-19 (di mana ia menciptakan gol penentu di playoff posisi tiga sebagai pemain berusia 16 tahun), saya pindah ke Lanexang dan begitu bersemangat bisa bergabung dengan klub terbesar di Negara ini, di mana akan menjadi tempat yang ideal untuk melanjutkan perkembangan saya.

“Saya melihat diri saya sebagai pemain tengah box-to-box dan berharap bisa menemukan klub untuk melanjutkan berkembang sebagai penyerang dan bertahan sebagai pemain dan bekerja keras menjadi starter secara rutin di level klub.”

Sifat rendah hati dan dewasa semacam inilah, seperti juga kualitas dirinya yang luar biasa sebagai pemain, yang membuat Phathana disebut-sebut akan bisa mencapat level tertinggi.

Foto: Lanexang United