FFT Asia 50: 10 Pesepakbola Asia Termahal Sepanjang Masa

Setelah dulunya hanya dilihat sebagai alat marketing semata, para pemain Asia sekarang telah menjadi figur penting di sepakbola Eropa. Beberapa pemain dalam daftar 50 Pemain Terbaik Asia kami tahun ini termasuk juga dalam daftar pemain termahal di sepakbola Eropa sepanjang masa. Dan di sini, kami menyajikan 10 transfer termahal yang melibatkan pemain Asia...

10. Park Ji-sung: PSV Eindhoven ke Manchester United, 2005 – €5 juta

Park mulai terkenal di Piala Dunia 2002, di mana ia membawa Korea Selatan menempati peringkat empat yang bersejarah di turnamen ini. Ia kemudian menuju ke PSV Eindhoven di Belanda.

Pada semifinal Liga Champions tahun 2005 melawan AC Milan, Park membuat Eropa kagum dengan penampilannya – ia mampu membuat lini belakang lawan yang dihuni oleh Paolo Maldini dan Alessandro Nesta kerepotan di sepanjang laga.

Bahkan setelah pensiun, Park masih tetap sangat populer

Walaupun timnya kalah, Park menarik perhatian Manchester United dan pindah ke Inggris tak lama kemudian.

Selama tujuh tahun kariernya di Inggris, ia meraih empat gelar juara Premier League dan satu kali juara Liga Champions di antara sederet gelar lainnya dan mengakhiri karirnya sebagai pemain Asia paling sukses di Eropa.

9. Harry Kewell: Leeds United ke Liverpool, 2003 – €6 juta

Angka transfernya sebetulnya bisa lebih tinggi lagi karena ia adalah salah satu pemain sayap kiri terbaik di Premier League saat bermain untuk Leeds United dan meraih gelar pemain muda terbaik dan masuk dalam tim terbaik PFA tahun 2002.

Namun karena degradasi, Leeds kehilangan kekuatan untuk bernegosiasi dan memutuskan untuk menjual salah satu aset paling berharga mereka dengan harga rendah ke Liverpool.

Karier Kewell di Anfield tidak pernah menyentuh potensi maksimal yang ia miliki dan harapkan, dengan masalah cedera terus menghantui. Ia bagian dari malam yang ajaib di Istanbul saat Liverpool melakukan kebangkitan yang luar biasa dan mengalahkan AC Milan di final Liga Champions tahun 2005, namun ia tertatih keluar sebelum babak pertama berakhir setelah diberi kesempatan menjadi starter oleh Rafael Benitez.

Setelah itu, kariernya berlanjut di Galatasaray, Qatar, dua tim di A-League Australia, sebelum akhirnya memutuskan pensiun di usia 35 tahun.

8. Mat Ryan: Club Brugge ke Valencia, 2015 – €6,3 juta

Ryan bermain di Eropa untuk pertama kalinya dengan Club Brugge di Belgia setelah tampil mengesankan bersama Central Coast Mariners di negara kelahirannya.

Brugge menikmati performa terbaik Ryan di sepanjang kariernya hingga saat ini

Ia muncul sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di liga tertinggi di Belgia, dan memenangi gelar kiper terbaik dalam dua musim secara beruntunt dan juga Piala Belgia 2015. Valencia tertarik mendatangkannya ke La Liga, dan iapun menandatangani kontrak selama enam tahun untuk pindah ke Spanyol.

Tapi masalah cedera dan performa bagus sesama penjaga gawang Valencia, Diego Alves, membuat Ryan hanya digunakan di kompetisi selain liga saja. Keputusan kemudian diambil untuk meminjamkannya ke Genk di Belgia, dengan harapan pemain 25 tahun ini mendapatkan waktu bermain dan pengalaman yang lebih banyak.

7. Ki Sung-yueng: Glasgow Celtic ke Swansea, 2012 – €8,2 juta

Bintang Korea Selatan ini pelan-pelan membuktikan bahwa ia bisa beradaptasi dari sepakbola Korea Selatan ke sepakbola Eropa, dengan membantu Celtic menjuarai Piala dan Liga Skotlandia sebelum Swansea datang merekrutnya.

Pada musim perdananya, musim 2012/13, ia membantu Swansea meraih trofi perdana mereka saat mengalahkan Bradford City 5-0 di Wembley pada final Piala Liga.

Ki sudah menciptakan daftar pencapaian yang panjang

Pada musim selanjutnya, ia dipinjamkan ke Sunderland dan membantu mereka lolos ke final Piala Liga, di mana mereka kalah dari Manchester City, dan memastikan mereka tetap berada di Premier League untuk musim berikutnya.

Dengan musim yang sebagus itu, Swansea pun memanggilnya kembali dan ia pun tetap menjadi salah satu pemain inti mereka hingga sekarang, dan membantu mereka lolos dari ancaman degradasi musim ini.

6. Mark Viduka: Celtic ke Leeds United, 2000 – €8,5 juta

Jika transfer ini terjadi di masa-masa sekarang, tentu saja harga mesin gol yang satu ini akan jauh lebih tinggi, walaupun tetap saja angka ini cukup lumayan di tahun 2000 silam.

Viduka memperkenalkan dirinya ke sepakbola Eropa di Skotlandia bersama Celtic, meraih gelar pemain terbaik liga pada musim penuh perdananya. Bos Leeds, David O’Leary, dengan cepat mendatangkannya untuk memperkuat lini serang mereka.

'Big Dukes' seringkali sulit dihentikan

Kariernya di Leeds United bisa dibilang yang masa paling produktif sepanjang karirnya, di mana ia berkombinasi dengan sangat baik dengan Alan Smith dan rekan senegaranya dari Australia, Harry Kewell. Pertandingan paling mengesankan yang ia jalani adalah saat ia secara luar biasa menciptakan empat gol dalam kemenangan 4-3 atas Liverpool.

Leeds muncul sebagai salah satu tim terbaik di Inggris dan sempat lolos ke semifinal Liga Champions tahun 2001, namun klub ini kemudian dihantam masalah finansial dan satu per satu pemain kunci mereka harus dijual untuk membayar hutang.

Seorang pemain kunci untuk tim nasional, dan berperan penting dalam kesuksesan brilian Australia di Piala Dunia 2006, Viduka kemudian bermain untuk Middlesbrough – dan membantu mereka lolos ke final Piala UEFA – dan Newcastle sebelum pensiun di usia 34 tahun.