FFT Five Finds: Indonesia Harus Segera Mencari Pelatih Baru

FourFourTwo menemukan beberapa hal untuk dibicarakan saat melihat kembali ke minggu penting bagi sepakbola Asia Tenggara, dengan beberapa isu tim nasional mulai dibicarakan

Harimau-Harimau Malaysia harus menemukan ketajaman gigi mereka lagi

Mungkin saat ini sedang sering turun hujan di negara mereka, namun puasa gol tim nasional Malaysia masih terus berlanjut.

Di 2016, mereka telah menjalani tiga pertandingan. Yang pertama adalah kekalahan 0-2 dari Arab Saudi, tidak terlalu memalukan, tapi dua hasil imbang tanpa gol secara beruntun menghadapi Makau dan Myanmar cukup mengkhawatirkan.

Lini pertahanan mereka memang terlihat cukup bagus karena tampak lebih ketat dibandingan versi tahun 2015 yang murah hati pada lawan, tapi saat menghadapi Myanmar di Yangon pada hari Sabtu kemarin, hanya sedikit terlihat tanda-tanda gol akan datang.

Peluang yang muncul hanya sedikit dan bukan peluang-peluang berbahaya, di samping itu umpan-umpan pun terlihat buruk. Tidak mengherankan jika para petinggi federasi mencoba untuk mempercepat upaya agar Darren Lok bisa bermain untuk Malaysia, seorang striker yang kini sedang bermain di klub non-liga di Inggris Inggris.

Pertandingan penting akan segera datang menghadapi Timor Leste di playoff kualifikasi Piala Asia 2019 pada pekan ini dan pekan depan.

Ada banyak hal yang harus dilakukan di lapangan latihan agar serangan tim berjalan mulus, dan pada saat ini, Malaysia adalah harimau tanpa gigi.

Sundram mendapatkan tekanan, tetapi ada potensi yang bagus

Setelah spekulasi selama berminggu-minggu, V. Sundramoorthy akhirnya resmi menjadi pelatih kepala tim nasional Singapura.

Kontraknya hanya satu tahun saja tapi cukup banyak pertandingan yang dimainkan selama itu, termasuk AFF Suzuki Cup 2016 dan kualifikasi untuk Piala Asia 2019. 

Sundram akan ingin membuat start bagus pekan ini

Target mencapai semifinal dalam turnamen regional terbesar di akhir tahun ini bukanlah sesuatu yang tampak begitu sulit, tapi setelah era Bernd Stange yang tidak memuaskan, ada banyak hal yang harus dilakukan.

The Lions tampil cukup baik di kualifikasi Piala Dunia, tapi target utama tetap bisa lolos ke Piala Asia 2019. Jika pelatih lokal pertama negara ini setelah 16 tahun bisa mewujudkan ini maka kontraknya seharusnya akan bertahan lebih dari setahun saja.

Yang pertama datang adalah laga persahabatan dengan tim Myanmar yang menarik dan dinamis pada tanggal 3 Juni nanti. Ini bisa jadi lebih sulit dari yang diharapkan, namun jika Singapura bisa mendapatkan awal yang bagus maka negara ini bisa memberikan sambutan yang lebih hangat untuk salah satu anak bangsanya untuk mencoba membawa tim ini melangkah maju.

Pelatih baru Buriram memulai dengan kemenangan

Afshin Ghotbi sudah pernah melatih salah satu tim terbesar di Asia saat berada di Persepolis, Iran, dan juga salah satu tim paling tradisional ketika memimpin Shimizu S-Pulse di Jepang, tapi mantan bos Iran ini mendapatkan tantangan yang sangat berbeda di Buriram United.

Raksasa Thailand ini memenangi tiga dari empat gelar liga terakhir dan jelas mengharapkan serta menuntut kesuksesan darinya. Tekanan yang ada sangat tinggi dan masa bulan madu bisa sangat pendek jika hasil yang datang tidak cukup memuaskan.

Secara relatif, ini adalah yang terjadi beberapa waktu belakangan. Muangthong United mengakhiri 44 pertandingan tanpa terkalahkan mereka di akhir April dan setelah itu, Buriram kalah lagi.

Afshin Ghotbi: Foto: Buriram United

The Thunder Castles memang masih belum keluar dari persaingan meraih gelar juara, tapi mereka mulai terpeleset dan keputusan terakhir mereka untuk melepaskan pemain bintang mereka, Theerathon Bunmathan, ke Muangthong jelas bukan sesuatu yang populer.

Alexandre Gama pun pergi setelah masa-masa sukses di Buriram dan sang pelatih baru pun mendapakan kesempatan sempurna untuk mendapatkan debut kemenangan di rumah – dalam pertandingan kandang menghadapi tim papan bawah, Nakhon Ratchasima.

Awalnya mereka memang agak kesulitan, namun pada akhirnya gol datang dan kemenangan pun dipastikan. Masa jeda internasional saat ini berarti Ghotbi mendapatkan kesempatan untuk fokus di lapangan latihan.

Masih berjarak delapan poin dengan pemuncak klasemen, tetap ada waktu bagi mereka untuk terus bertahan di pertarungan perebutan gelar musim ini.

Halaman selanjutnya: langkah terbaik untuk Indonesia dan harapan Malaysia menghadapi Timor Leste