Analisa

FFT SEA Awards: Kebangkitan Mantan Anak Asuh Rahmad Darmawan Setelah Didepak Timnas Malaysia

Nama Safawi Rasid mulai dikenal setelah menjalani musim keduanya di Malaysia Super League pada 2016. Namun Safawi, yang terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik dakam edisi perdana FFT SEA Awards, menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi setahun berselang membawanya ke level yang lebih tinggi...

We are part of The Trust Project What is it?

Safawi Rasid mulai melejit di Malaysia Super League (MSL) pada 2016 saat dia mengantar T-Team (sekarang bernama Terengganu II) asuhan Rahmad Darmawan untuk finis di posisi ketujuh, setelah sebelumnya diprediksi banyak pengamat bakal terdegradasi.

Performa apiknya langsung menarik perhatian Johor Darul Ta’zim (JDT), dan membuat penyerang yang mengandalkan kaki kiri itu bergabung dengan klub raksasa Malaysia tersebut.

"Sangat mengecewakan untuk melewatkan kompetisi, tapi jika dipikir lagi sekarang saya merasa ini mungkin yang terbaik karena saya merasakan adanya tantangan untuk menjadi lebih baik di tahun 2017."

- Safawi Rasid

Tapi tak lama sebelum kepindahannya itu, Safawi tiba-tiba disingkirkan dari skuat Malaysia untuk turnamen AFF Suzuki Cup oleh pelatih Ong Kim Swee satu hari sebelum tim berangkat ke turnamen di Myanmar.

Harimau Malaya tersingkir di babak penyisihan grup dan terus menurun sejak saat itu, dan kini menempati posisi terendah mereka sepanjang sejarah dengan duduk di ranking 175 di peringkat dunia FIFA saat ini.

Sebaliknya bagi Safawi, performanya terus meningkat, meski  jumlah penampilannya di tahun 2017 tidak lebih banyak dibandingka musim sebelumnya saat bermain bersama The Titans.

Setelah mewakili Malaysia dalam beberapa pertandingan persahabatan pada 2016, Safawi melakukan debut internasional penuh akhir tahun lalu, mencetak gol dalam kualifikasi Piala Asia sebagai pemain cadangan dua kali berturut-turut dalam dua kekalahan dengan skor 4-1 atas Korea Utara.

Safawi, saat beraksi pekan lalu, berharap dirinya mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak di 2018

Dia juga bersinar bersama Malaysia U-22 dalam perjalanan mereka meraih medali perak SEA Games yang digelar di negaranya pada Agustus lalu.

"Saya ingin pergi ke luar negeri dan saya sedang menunggu tawaran atau kesempatan melakukannya dari JDT. Saya akan terus berjuang untuk itu."

Saat mengenang kembali masa-masa sulit setelah dia didepak dari timnas Malaysia, Safawi sekarang merasa bahwa itu adalah sebuah berkah tersembunyi.

"Sangat mengecewakan untuk melewatkan kompetisi, tapi jika dipikir lagi sekarang saya merasa ini mungkin yang terbaik karena saya merasakan adanya tantangan untuk menjadi lebih baik di tahun 2017," kata Safawi kepada FourFourTwo.

"Saya sudah menembus tim nasional sekarang dan berada di klub terbaik yang bisa saya dapatkan di negeri ini bersama JDT. Saya ingin bermain di Suzuki Cup 2018 karena itu akan menjadi arena lainnya bagi saya untuk menunjukkan bakat kepada tim-tim Asia Tenggara lainnya."

"Saya ingin pergi ke luar negeri dan saya sedang menunggu tawaran atau kesempatan melakukannya dari JDT. Saya akan terus berjuang untuk itu. Sepak bola di beberapa negara lebih baik dari Malaysia dalam hal kecepatan permainan dan teknik. "

Safawi beraksi di Kejuaraan AFC U-23

Safawi mengalahkan banyak pemain muda bagus lainnya untuk meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik, yang terpilih sebelum ia bersinar di Kejuaraan AFC U-23 di bulan Januari.

Pemain Vietnam Nguyen Quang Hai, duo Thailand Kevin Deeromram dan Jakkit Wechpirom, ditambah rekan senegaranya Safawi Akhyar Rashid adalah kandidat lainnya untuk penghargaan ini.

Safawi, yang akan berusia 21 bulan depan, masuk dalam skuat T-Team untuk Piala Malaysia pada 2014  saat usianya baru 17 tahun.

Dia mengakui  bahwa dia bakal lebih bahagia seandainya bisa lebih sering bermain untuk JDT tahun lalu, namun menegaskan bahwa kepindahannya tidak sia-sia karena dia membuat banyak pencapaian baru, termasuk bermain di kualifikasi Liga Champions AFC 2017.