FFT Telling It Like It Is: Robert Cornthwaite

Dalam bagian ketiga dari seri artikel baru kami, mantan bek Socceroos Robbie Cornthwaite menuliskan pandangannya sendiri mengenai kariernya selama di Selangor, sepak bola Malaysia yang sangat bergairah, dan alasannya untuk pulang kembali ke Australia untuk bergabung dengan Western Sydney Wanderers...

Beberapa hal terjadi di luar lapangan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga kami merasa sudah waktunya untuk berpikir tentang pulang ke Australia. Kami kehilangan seorang anak ketika kami berada di Malaysia. Istri saya saat itu sedang memiliki kandungan berusia 22 minggu dan sang bayi lahir secara prematur.

Kami memiliki satu putri lagi yang berusia 18 bulan, jadi adalah hal yang bagus untuk kembali ke keluarga dan teman-teman dan, bagi istri saya, tidak ada yang bisa mengalahkan gaya hidup Australia. 

Manajemen telah memutuskan untuk melakukan pergantian staf pelatih dan pemain. Tapi kami memenangi turnamen dan itu mengubah segalanya

Momen itu bertepatan dengan momen di mana Selangor FC kemungkinan akan melakukan jual beli pemain, terutama saya. Saya bisa memutus kontrak saya dan pindah ke Western Sydney Wanderers dan setelah hanya beberapa pekan, saya tidak bisa mengatakan saya menyesali keputusan ini.

Ini sebenarnya bukan pertama kalinya saya meninggalkan Selangor! Pada awal Piala Malaysia (2015), manajemen telah memutuskan untuk melakukan pergantian staf pelatih dan pemain. Tapi kami melangkah dan memenangi turnamen dan itu mengubah segalanya.

Awalnya seluruh staf pelatih akan diganti dan juga semua pemain asing, dan saya diberitahu bahwa saya bisa meninggalkan klub. Tapi saya selalu punya hubungan yang fantastis dengan suporter Selangor dan mereka bersatu dan memprotes keputusan klub. Klub menelepon saya beberapa hari kemudian dan mengatakan bahwa keputusan itu tidak resmi dan mereka ingin saya bertahan.

Jujur, saya tidak yakin apakah saya ingin bertahan setelah itu. Tapi, saya kemudian berbicara dengan (mantan pelatih kepala) Mehmet (Durakovic) dan dia mengatakan kepada saya bahwa saya seharusnya bertahan. Ini adalah klub yang selalu bersaing meraih gelar, bermarkas di Kuala Lumpur, dan membayar gaji tepat waktu.

Durakovic mendorong Cornthwaite untuk bertahan bersama Selangor

[Fakta bahwa rumor tentang Durakovic akan digantikan oleh Zainal Abidin Hassan sebagai pelatih kepala yang muncul selama tahun 2015 bukanlah menjadi masalah bagi Cornthwaite] Rumor itu justru memacu kami untuk teru melangkah dan memenangkan Piala Malaysia.

Kami berpikir bahwa karena mereka melakukan perubahan secara diam-diam di belakang kami, jika kami bisa juara mereka mungkin akan berubah pikiran. Setelah final, keadaan tenang selama beberapa pekan dan kami pun bertanya-tanya, tapi kemudian perubahan itu ternyata sudah dilakukan.

Tidak ada masalah dengan pelatih baru. Malahan, kami memiliki tim yang lebih baik tahun ini dengan kedalaman yang lebih baik dan para pemain yang lebih berbakat. Hal utama yang menonjol adalah betapa pentingnya persahabatan. Saya pikir kedekatan musim lalu membuat perbedaan. Kami benar-benar menjadi sebuah keluarga. Itu adalah musim yang paling menyenangkan dalam karier saya. Saya menikmati masa-masa yang hebat dan merasa bahagia saat pergi ke tempat latihan.

Mehmet berperan penting dalam hal itu. Ia memiliki hati. Dia akan selalu mendukung pemainnya. Bahkan pada pertengahan musim ketika klub ingin menjual beberapa pemain dari Brasil, Mehmet mengatakan tidak dan mempertaruhkan kariernya demi mereka. Para pemain itu kemudian membalasnya (dengan penampilan di atas lapangan).

Beberapa pemain lokal yang didatangkan berpikir Mehmet akan tetap sebagai pelatih, dan saat itu tak terjadi, mereka kecewa. Jadi kami memulai musim dengan buruk, memiliki beberapa pemain cedera, dan sebelum kami sadari, kami telah keluar dari perburuan gelar juara.

Ada potensi yang bagus di Selangor, tapi segalanya bisa berjalan lebih baik. Tujuh bulan yang lalu, kami memenangkan Piala Malaysia untuk pertama kalinya dalam 11 tahun. Sekarang, tidak ada satu pun pelatih atau pemain asing dari musim tersebut yang masih bertahan. Pada 11 pemain inti saat ini, ada enam atau lebih pemain baru.

Privatisasi adalah cara untuk menjalankan klub. Campur tangan pemerintahan dan politik dalam sepak bola tidak pernah membawa dampak yang baik. Pada akhirnya, jika Anda politisi maka Anda hanya ingin memenangkan suara dari para suporter.

Robbie Cornthwaite bermain untuk Australia

Cornthwaite mencetak tiga gol untuk negaranya

Jika Anda mampu membuat mereka berpihak pada Anda, Anda mendapatkan lebih banyak suara dan kekuatan suporter memiliki banyak pengaruh, seperti yang Anda lihat langsung dalam kasus saya. Saya yakin bahwa seperti halnya kepentingan klub, para politisi ini hanya melakukannya demi kepentingan mereka sendiri.

Politik selalu ada, di bawah permukaan. Tidak ada yang spesifik yang menonjol dari periode saya, tapi Anda tahu bahwa itu (kepentingan politik) ada. Di Selangor, orang yang sama telah bertugas selama 20 tahun dan mungkin masih melakukan hal yang sama hari ini seperti yang selalu terjadi. Mungkin sudah waktunya datang wajah dan ide-ide baru.

Saya masih akan merekomendasikan Liga Malaysia ke pemain-pemain Australia, meskipun hanya segelintir klub. Anda harus datang ke negeri ini dengan mata terbuka

Dalam sepak bola Malaysia secara umum, perbaikan dalam setiap aspek bisa dilakukan. Dalam hal perekrutan, pemain asing selalu yang pertama pergi. Segalanya dilihat secara jangka pendek. Mereka menghabiskan banyak uang untuk pemain baru dan beberapa bulan kemudian, jika tidak berhasil, mereka semua pergi. Tidak ada proses, semuanya harus langsung sukses atau tidak sama sekali.

Tidak ada banyak perlindungan dari PFA (Asosiasi Pesepakbola Profesional), yang hanya memiliki sedikit kuasa. Beberapa pemain Australia sudah tampil dengan baik sebelumnya, tetapi kemudian mereka diminta pergi tanpa alasan yang jelas.

Saya masih akan merekomendasikan Liga Malaysia ke pemain-pemain Australia, meskipun hanya segelintir klub. Anda harus datang ke negeri ini dengan mata terbuka. Anda tidak bisa memiliki ego dan harus menerima beberapa hal dijalankan dengan cara tertentu. Anda tidak bisa mencoba untuk mengubah terlalu banyak hal.

Begitu juga untuk pelatih asing. Anda tidak dapat mengubah banyak hal. Itu tak akan berhasil. Anda harus beradaptasi dengan cara mereka. Anda harus bekerja keras untuk sukses. Tapi gaya hidup di sana luar biasa dan liga ini adalah liga yang kompetitif. Saya akan merekomendasikan Liga Malaysia – tetapi tidak untuk pemain muda.

Ada begitu banyak alasan mengapa mereka bisa lebih baik baik lagi. Orang-orang yang menjalankan pertandingan – Anda dapat membuka Twitter dan melihat komentar yang ada – infrastruktur, ketidakjelasan, perekrutan pemain dan gaji, semuanya bisa menjadi masalah.

Beberapa klub dapat berhenti membayar pemain jika hasil yang diraih tak seperti yang diharapkan. Profesionalisme keseluruhan harus diubah. Para suporter di Malaysia sangat fantastis dan bakat individu ada di sana, tetapi kinerja klub-klubnya tidak cukup bagus.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID!