Blog

Final Piala Dunia 2018: Nilai Skuat Jomplang Prancis & Kroasia

Kroasia melangkah ke final bermodalkan skuat dengan market value hanya sepertiga dari Prancis.

We are part of The Trust Project What is it?

Bukan final idaman. Barangkali itulah gambaran final Piala Dunia 2018 antara Prancis dan Kroasia, Minggu (15/7). Publik Stadion Luzhniki di Moskwa dan pencinta sepakbola di seluruh dunia tidak akan disuguhkan partai puncak Piala Dunia yang mempertemukan para favorit.

Kejutan seperti tidak mengenal jeda di Rusia 2018 seiring tersingkirnya tim-tim kelas kakap macam Jerman, Spanyol, Brasil, Argentina, dan Inggris. Satu-satunya tim besar yang tersisa adalah Prancis di mana mereka akan berjumpa tim kuda hitam Kroasia di final.

Selain itu, ada hal lain yang mengilustrasikan bahwa laga ini bukan final ideal, yakni soal jomplangnya nilai pasar (market value) kedua tim. Menurut Transfermarkt, nilai skuat Prancis punya angka yang amat superior ketimbang Kroasia.

Pasukan Zlatko Dalic tercatat "cuma" bernilai €364 juta. Kroasia hanya menempati urutan ke-10 di antara 32 kontestan Piala Dunia 2018 dalam daftar skuat termahal, di bawah Uruguay (€373 juta) dan di atas Senegal (€299,5 juta).

Jumlah tersebut membuat nilai skuat Vatreni cuma sepertiganya Prancis! Les Bleus diketahui bernilai €1,08 miliar. Angka yang menembus €1 miliar tersebut menjadikan Prancis sebagai tim termahal di antara peserta lain, melebihi Brasil (€981 juta), Spanyol (€974 juta), dan Jerman (€883 juta).

Mahalnya skuat Prancis tidak bisa dilepaskan dari keberadaan para pemain bintang mereka. Ada Kylian Mbappe yang menjadi pemain dengan nilai termahal (€120 juta), diikuti Antoine Griezmann (€100 juta), Paul Pogba (€90 juta).

Sementara di kubu Kroasia, pemain termahal diwakili Ivan Rakitic (€50 juta). Uniknya, kapten Kroasia sekaligus calon pemain terbaik Piala Dunia 2018, Luka Modric, cuma bernilai setengah dari Rakitic.

Dengan market value yang lebih mahal, Prancis tentu lebih diunggulkan untuk menjadi juara dunia. Namun, Kroasia sudah membuktikan di sepanjang turnamen bahwa market value yang rendah tidak mengganggu peluang mereka untuk melaju mulus hingga ke partai puncak atau bahkan menjadi juara dunia.