Analisa

Foto-Foto Sepakbola Terbaik 2016 dari FourFourTwo

We are part of The Trust Project What is it?

Jay Rodriguez

Mei 2016
Fotografer: Leon Csernohlavek

Staf penulis kami, Chris Flanagan, pertama kali mewawancarai Jay Rodriguez ketika penyerang itu berusia 15 tahun – dan keduanya bertemu lagi 11 tahun kemudian untuk edisi Mei FourFourTwo. Bintang Southampton ini tersenyum ke arah kamera, tetapi juga berbicara tentang masa-masa buruk selama 16 bulan karena cedera ligamen yang dialaminya, tidak lama setelah ia melakukan debut untuk Inggris. "Ada segala macam hal yang saya pikirkan ketika cedera terjadi, ketakutan besar," kata Rodriguez. "Saya tahu saya telah mengalami sesuatu yang serius." Untungnya - terutama setelah gol terakhir melawan Bournemouth – masa-masa buruk itu secara perlahan sirna.

Gary McAllister

Juni 2016
Fotografer: SM2 Studio

"Oh, saya tahu itu untuk apa," kata Gary Mac setelah ia melihat apa yang disediakan FFT untuknya. "Uri bloody Geller!" Namun, pria asal Skotlandia itu berpose dengan sendok kami dengan gagah, untuk menggambarkan penalti yang gagal ia eksekusi melawan Inggris di Euro 96, yang diklaim pakar telekinetika Geller sebagai akibat perbuatannya. Tapi itu hanya satu cerita sekian banyak cerita dalam kariernya, setelah bermain untuk Motherwell, Leicester, Leeds, Coventry, dan Liverpool – klub yang disebutkan terakhir ia perkuat di usia 35 tahun, kemudian memenangi treble. "Editor dari majalah suporter lokal mengatakan bahwa jika saya bermain lebih dari 10 pertandingan, ia akan menunjukkan pantatnya yang telanjang di Woolworths." 

Carlo Ancelotti

Juli 2016
Fotografer: Leon Csernohlavek

Alis yang ikonik. Carlo Ancelotti juga menjadi menjadi salah satu pelatih sepak bola yang paling berprestasi dengan sederet pencapaian yang sulit ditandingi sepanjang masa: Juventus, Milan, Chelsea, PSG, Real Madrid, dan sekarang Bayern, di mana dia memiliki target untuk memenangi gelar Eropa untuk keempat kalinya, yang belum pernah dicapai siapa pun sebelumnya. Meski memiliki prestasi yang luar biasa, di kantor FFT pria Italia itu tetap menunjukkan sikap ramah yang membuat dia begitu dipuja oleh para pemainnya. Yah, biasanya. "PSG tersingkir di Coupe de France melawan Evian [pada 2013] lewat babak adu penalti dan bermain sangat, sangat buruk," kenang Ancelotti. "Saya sangat marah – sampai saya merusak sebuah pintu. Saya juga menendang kotak dan mendarat di kepala Ibrahimovic. Dia tidak bereaksi." 

Nemanja Vidic

September 2016
Fotografer: Mattia Zoppellaro

Jadi, kami langsung menanyainya: apakah ia pernah benar-benar membunuh seseorang? "Saya tidak tahu bahwa saya lah yang dimaksud ketika suporter Manchester United pertama kali menyanyikannya, saya sangat fokus pada pertandingan. Seseorang bertanya kepada saya apakah saya mendengar lagu tersebut. Saya bertanya kepada mereka lagu apa yang telah dinyanyikan suporter dan dia menjawab: 'Yah, lagu yang agak kasar.’ Lagu yang luar biasa. Tentu saja saya bukan pembunuh, tapi saya menghargai para suporter yang bernyanyi untuk saya." Saat ini Nemanja Vidic yang tinggal di Milan, di mana ia mengakhiri kariernya pada Januari, menjadi 'sopir' untuk ketiga anaknya dan menjadi penggemar golf. Dia menjawab pertanyaan Anda di wawancara edisi bulan September.  

Kingsley!

September 2016
Fotografer: Garrod Kirkwood

Ya, kami mewawancarai maskot Partick Thistle yang mengerikan. Memangnya kenapa?