FourFourTwo 100 Pesepakbola Terbaik 2014: 40-31

Para ahli telah berdiskusi satu sama lain, para kandidat telah di tentukan dan dengan beberapa argumen. Dan inilah, daftar 100 pesepakbola terbaik versi FourFourTwo yang ke delapan.

Dibawah ini adalah urutan 40-31, ada pemain yang juga adalah kesalahan terbesar Fergie, pemain sayap yang atraktif dan masih banyak lagi.

Words: Matt Allen , Joe Brewin , Gregg Davies , Huw Davies , Jonathan Fadugba , Nick Harper , Louis Massarella , James Maw , Nick Moore  and  Gary Parkinson .
 
 

40. Carlos Tevez

Apakah kamu tahu? Pada 2014, Tevez memiliki rekor 17 gol dan 8 assists di Serie A, lebih banyak dari pemain lain.

Tahun yang gemilang bagi penyerang enerjik yang satu ini. Mapan di Serie A dengan menjadi pemain kunci Juve dan membantu Tim Zebra meraih gelar Scudetto-nya yang ke-30. Total 19 gol ia lesakkan di musim itu dan dinobatkan menjadi MVP oleh dewan anggota Bianconeri. 

Carlos mungkin lebih memilih jadi pemotong rumput daripada harus menyaksikan final Piala Dunia Brasil 2014. Tapi beberapa hal kini mulai perlahan berubah setelah Alejandro Sabella mengundurkan diri. Ia kembali dipanggil ke timnas Argentina setelah absen selama tiga tahun. NM

 

39. Radamel Falcao

Apakah kamu tahu? Falcao mencetak 9 gol di babak kualifikasi Piala Dunia 2014, tetapi absen di turnamen empat tahunan tersebut karena cedera.

Publik menyebutnya El Tigre karena terror yang ia ciptakan di liga Portugal dan liga Spanyol. Akan tetapi, Falcao gagal menikmati masa-masa indah di French Riviera, liga Perancis. Cedera lutut pada Januari lalu membuatnya tersisih selama enam bulan hingga harus absen dari Piala Dunia. Setelah kembali pulih, Manchester United rela meminjamnya dari Monaco untuk mengembalikan nama besar Setan Merah. 

Setibanya di dalam skuat Louis van Gaal, penyerang yang satu ini hanya memasukkan satu gol dalam lima penampilan sebelum ia kembali mengalami masalah dengan betisnya. Kehebatan pemain 28 tahun ini tak terbantahkan ketika di Porto dan Atletico Madrid dengan 142 gol dalam 177 pertandingan. Tapi dengan 1 gol dalam 11 pertandingan di Manchester United tahun ini, ia tidak pantas menempati posisi yang lebih tinggi di FTT 100. JB

 

38. Vincent Kompany

Apakah kamu tahu? Kompany sukses memblok 16 tendangan di Liga Primer Inggris tahun 2014, lebih banyak 9 blok dari pemain Manchester City lainnya.

Kokoh, tapi supel di lapangan dan di luar lapangan, cerdas dan bisa membaur dengan masyarakat luas melalui media sosial. Kompany adalah tauladan bagi pesepakbola modern, dan Man City tentu sangat mengapresiasi akan hal tersebut. 

Kompany bukan tanpa cela. Ia begitu mudah mengambil keputusan yang nyeleneh di beberapa kesempatan yang kadang justru membawa petaka. Meski begitu, bukan saja ia menjadi pemain belakang terbaik di Manchester City, ia juga satu-satunya pemain belakang Liga Primer yang ada di daftar ini. GP

 

37. Nemanja Matic

Apakah kamu tahu? Matic hanya merasakan 3 kali kekalahan pada tahun ini di Liga Primer Inggris bersama Chelsea.

Saat menjalani debutnya di klub baru, Nemanja Matic berkontribusi besar bagi kemenangan 1-0 Chelsea atas Manchester City di Etihad Stadium Februari 2014 silam. Permainannya begitu brilian hingga Yaya Toure kesulitan mengembangkan permainan. Ingat, dia bukan pemain inti kala itu. Dibeli dari Kosice senilai £1.5 juta di tahun 2009, Matic hanya bermain sebanyak tiga kali bagi Chelsea, itu pun sebagai pemain pengganti. Wajar jika kemudian ia dijual ke Benfica sebagai bagian dari pembelian David Luiz. 

Jose Mourinho kembali ke Stamford Bridge dan bersedia membayar £21 juta untuk memulangkan Matic ke London. Sempat disia-siakan di Chelsea, kini The Special One menyebutnya 'si raksasa', berpadu bersama Cesc Fabregas di lini tengah Chelsea yang belum terkalahkan di Liga Primer hingga pekan ke-12. GD

 

36. Paul Pogba

Apakah kamu tahu? Pogba menjadi pemain muda terbaik di Piala Dunia 2014, gol dan assistnya saat melawan Nigeria membantu Perancis lolos ke perempat final.

Buah dari kesalahan terbesar Sir Alex Ferguson, Paul Pogba menjelma menjadi pemain hebat saat bergabung dengan Juventus yang membuatnya meroket naik 28 tangga ke peringkat 36 daftar FFT 100 tahun ini. 

Menjadi pemain kunci di Tim Zebra, Paul Pogba berhasil membawa gelar Scudetto bagi Si Nyonya Tua dengan torehan 7 gol dalam 36 laga di musim perdananya. Tampil di lima laga timnas Perancis di Piala Dunia, termasuk satu golnya ke gawang Nigeria yang membuat namanya dinobatkan sebagai pemain muda terbaik di turnamen tersebut. Wajar jika kemudian Arsene Wenger memujinya: "Dia punya kekuatan, kharisma, teknik - dia berjalan menuju ke lapangan dan semua mata tertuju kepadanya - dan dia punya akselerasi dan pergerakan yang begitu hebat." GD

 

35. Karim Benzema

Apakah kamu tahu? Benzema mencetak 8 gol dan 2 assist di 10 pertandingan Liga Champions tahun ini.

Karim Benzema sempat menjadi olok-olokan di Santiago Bernabeu lantaran performanya yang kurang meyakinkan. Tapi kini, tak ada lagi cercaan atau hinaan yang diarahkan kepadanya. Pemain bernomor punggung sembilan ini sedang menikmati tahun terbaiknya di Real Madrid. Dia memainkan peran penting ketika raksasa Spanyol ini meraih La Decima-nya musim lalu dan menjadi rekan yang pas untuk Cristiano Ronaldo. 

Musim ini, torehan golnya menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya, khususnya di Liga Champions di mana ia berhasil mencetak dua gol ke gawang Liverpool. Di bulan Apri, gol indahnya di leg pertama semifinal Liga Champions melawan Bayern Munich menjadikan namanya semakin meroket. JB

 

34. Alexis Sanchez

Apakah kamu tahu? Sanchez terlibat di 28 gol di liga yang dia mainkan pada tahun 2014 (19 gol, 9 assist).

Dipaksa keluar dari Barcelona menyusul kedatangan Luis Suarez ke Camp Nou, kini Alexis Sanchez menjelma menjadi pemain kunci Arsenal dengan 12 gol dalam 19 pertandingan. Sempat bergulat dengan cedera di dua musim pertamanya di Camp Nou, pemain asal Chili ini membayarnya dengan 19 gol di liga setelah kembali pulih. Dari sana pula ia kemudian berhasil menembus skuat timnas Chili dan mencetak dua gol di Piala Dunia meski gagal menendang penalti saat melawan tuan rumah Brasil. Sempat didapuk hanya menjadi pemain sayap kanan di Barcelona, kini di Arsenal Sanchez bisa bermain di posisi apa saja. Brilian! LM

 

33. Sergio Busquets

Apakah kamu tahu? Hanya Roberto Trashorras (2384) yang sukses melakukan umpan lebih banyak dari Busquets (2039) di La Liga tahun 2014.

Ketika Carles Puyol memutuskan pensiun di musim panas tahun ini, bek berambut kriwil itu tanpa ragu-ragu memberikan nomor punggung 5 kepada Segio Busquets. Ya, Carles Puyol yang memintanya. 

Kenapa? Karena Busquets terus menjadi pemain yang brilian dan salah satu pemain yang senantiasa berada di daftar pemain inti Barcelona. Rata-rata akurasi umpannya musim lalu berkisar pada angka 92.5%. Itulah alasannya. Plus, ia juga membuat lebih banyak tackle dan intecept daripada Xavi. Pemain 26 tahun ini adalah tipikal pemain yang membuat Anda tidak ingin ia pergi dari tim Anda. JB

 

32. James Rodriguez

Apakah kamu tahu? James memenangkan Sepatu Emas di Piala Dunia 2014, dengan mencetak 6 gol.

Tahun 2014 adalah tahun keemasan bagi James Rodriguez. Namanya melambung berkat penampilan cemerlangnya di Piala Dunia. Setengah tahun pertamanya di AS Monaco dia habiskan dengan menanggung beban berat yang ditinggalkan Radamel Falcao karena cedera. Ia juga menanggung beban serupa di timnas Kolombia saat berlaga di Piala Dunia. 

Rodriguez lantas sukses membantu Monaco kembali ke Liga Champions setelah absen selama sembilan tahun. Ia juga sukses bersama timnas Kolombia di Piala Dunia 2014 Brasil. Enam gol berhasil ia cetak di turnamen tersebut, membuat namanya menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepakbola. Hal inilah yang membuatnya ketiban rejeki nomplok dengan bergabung bersama Real Madrid di mana pengaruhnya di tim tersebut semakin kentara dari waktu ke waktu. JM

 

31. Franck Ribery

Apakah kamu tahu? Ribery sukses mengalahkan pemain yang menjaganya lebih banyak dari pemain Bundesliga lainnya di 2014 sejauh ini (rata-rata 8.5 menit).

Aktivitasnya di luar lapangan membuat Franck Ribery populer di media massa, termasuk di tahun 2014. Dicoret dari timnas Perancis untuk Piala Dunia 2014, Ribery lantas menyampaikan kritikan pedas kepada Didier Deschamps tentang prospek permainan lini tengah Ayam Jantan tanpa dirinya dan Samir Nasri.

Wajar jika Ribery berkata demikian karena ia selalu tampil apik bersama Bayern Munich. Di Jerman ia berhasil membawa timnya jumawa di Bundesliga dengan mencetak satu gol di laga pamungkas melawan Hertha Berlin. Dia bahkan menempati urutan ketiga Ballon d'Or tahun lalu, meski ia menengarai ada motif politik di balik 'kegagalan misteriusnya' menjadi pemain terbaik tahun itu. "Saya memenangkan segalanya, Ronaldo tidak. Saya seharusnya memenangkan penghargaan ini. Itu semua politik!" Memasuki usia 31 tahun dan pensiun dari karir internasional. Begitu cepat waktu terasa. MA

 
THE FFT 100: 100-91 • 90-81 • 80-71 • 70-61 • 60-51 • 50-41 • 40-31 • 30-2120-1110-1

Debate # FFT100