FourFourTwo Preview Liga Primer Inggris 2015/16: Stoke

Sparky kembali membuat permainan Stoke lebih menarik dengan kembali menambahkan skuatnya dengan pemain-pemain dari Barcelona...

Premier League sekarang semakin ter-stratifikasi, dengan enam sampai tujuh tim mengejar tiket Champions League, empat atau lima mencoba mengejar 10 besar ataupun Europa League, kemudian hampir separuh peserta mempertahankan diri agar tidak turun kasta saat akhir liga. Sehingga nama seperti Tony Pulis, Sam Allardyce, dan Mark Hughes dengan Stoke-nya hanya menargetkan poin yang mereka harus dapatkan, tetapi itu bukan berarti the Potters bisa membuat landasan bagi masa-masa mendatang. Ambisi tanpa tekanan hanya membingungkan satu musim berjalan.

Apa Kata Pendukung Mereka

Rob Doolan dari ChiefDelilah.co.uk menjelaskan opininya tentang apa saja yang akan the Potters lakukan di musim 2015/16.

Apa Yang Bisa Membuat Mereka Sukses

TRANSFER

Masuk

  • Joselu (Hannover)
  • Jakob Haugaard (Midtylland)
  • Philipp Wollscheid (Bayer Leverkusen)
  • Shay Given (Aston Villa)
  • Glen Johnson (Liverpool)
  • Marco van Ginkel (Chelsea)
  • Ibrahim Affelay (Barcelona)

Keluar

  • Asmir Begovic (Chelsea)
  • Steven Nzonzi (Sevilla)
  • Robert Huth (Leicester)
  • Thomas Sorensen (Dilepas)
  • Wilson Palacios (Dilepas)
  • Andy Wilkinson (Dilepas)

Berbeda dengan tim lain, Stoke tidak hanya bergantung pada satu orang untuk membuat gol. Selain itu tiap bertemu tim besar bisa menyulitkan lawan guna raih poin penuh (nomor lima terbaik menghadapi tiga tim teratas musim lalu), mereka juga disiplin (rendah perolehan kartu merah), kemudian tajam (lihat saja dengan baik manfaatkan celah di lini belakang Liverpool berakhir 6-1). The Potters juga memiliki kebiasaan seusai mendapat kesempatan isitirahat. Musim lalu 16 gol tercipta dari 15 menit setelah jeda sekaligus waktu paling sering mereka cetak gol. Contoh adalah saat menang 2-1 dari Swansea, Villa termasuk juga jumpa Arsenal 3-2.

Apa Yang Bisa Membuat Mereka Gagal

Stoke juga jarang mengancam kiper lawan. Hari terakhir melawan Liverpool adalah sebuah pengecualian, dimana bisa buat enam ketimbang saat bertemu tim lawan. Tidak pernah menang lebih dari satu gol sampai separuh musim. Rata-rata juga mereka paling rendah urusan shot on target walaupun lebih sering cetak gol dari luar kotak penalti di bawah Mark Hughes daripada era Tony Pulis, 21 selama dua musim sebelumnya 13 dari lima. Bukan jadi masalah tapi harus ada alternatif lain seperti memaksimalkan sisi lapangan karena sundulan bisa jadi solusi lain.

Pertanyaan Besar...

1) Pernakah Kita Melihat Stoke Yang Lama Bermain Buruk?

Stoke akan memainkan keunggulan mereka di wilayah udara ketika diperlukan, begitu juga saat Hughes melatih. Kendati begitu, mereka memiliki konversi yang sama dengan Swansea soal penguasaan bola. Coba ada perubahan gaya bermain walau ujungnya tetap mengandalkan set piece dan kerap kemasukan dari cara sama.

2) Apakah Mereka Akan Merindukan Asmir Begovic?

Mereka akan lebih merasa kehilangan Steven Nzonzi. Pemain internasional Perancis tersebut tidak mudah untuk digantikan, bukan karena dia selalu main di setiap menit pada musim lalu, 2014/15. Dia menjadi lebih berbahaya dari hari ke hari dengan kemampuan olah bola dan insting menyerang. Berusia 26 tahun dan hampir berada di waktu puncak, sementara Begovic dengan mudahnya bisa digantikan Jack Butland.

3) Bisakah Mereka Berprestasi di Liga Primer Inggris?

Belum, suporter mereka harus lebih realistis. Harus ada perkembangan bila ingin melewati prestasi terbaik yakni nomor sembilan. Rekor menghadapi tim besar bisa jadi modal, harus sering mengambil poin dari tim di papan bawah. Everton dan Spurs jadi korban dua kali kalah dari dua pertemuan musim kemarin.

Pemain Kunci: Marko Arnautovic

Stoke banyak memiliki pilihan di lini depan, sehingga Arnautovic sering mendapati dirinya berada di bangku cadangan. Berasal dari Austria, dia harus membuktikan pada Hughes kemampuannya, mampu bermain dari luar dia bisa berikan ancaman lewat kecepatan dan fisik. Arnautovic hanya bisa buat satu gol dan menciptakan lima dari 29 kali turun ke lapangan. Kontribusi 320 menit untuk satu gol, rata-rata tiga setengah pertandingan hanya untuk mencetak atau buat assist.

Apa Komentar Kami Tentang Mereka Pada Mei 2016

Tiga kali secara beruntun berada di urutan sembilan tidak akan berlangsung lama dalam ingatan. Kecuali Charlie Adam mampu tampil lebih dari sebelumnya maka the Potters bisa memperbaiki di lapangan dengan penambahan poin, ini terjadi maka kompetisi Eropa jadi hasil paling baik bagi mereka.

Prediksi

Untuk melihat prediksi FourFourTwo tentang Stoke City musim ini akan berakhir pada urutan berapa, bersama dengan dua halaman spesial preview, segera baca edisi terbaru spesial kami yang mengulas tuntas musim baru Liga Primer Inggris, yang akan terbit pada hari Sabtu, 1 Agustus.