Francesco Totti – Legenda Terhebat Roma yang Kurang Dihargai

“Totti adalah simbol kami, personifikasi dari klub ini, itu tidak perlu diragukan lagi,” kata Casalini, suporter Roma. “Tetapi ada momen-momen ketika ia menghilang. Presiden kami, James Pallotta, memanggil fans klubnya sendiri ‘para idiot’. (Jika saja) Totti ikut terlibat, itu akan membantu. Dalam beberapa hal, Daniele De Rossi malah lebih membantu.”

“Tetapi cinta kami kepadanya tanpa syarat. Ini seperti sebuah pernikahan: terkadang Anda beradu argumen, tetapi kemudian Anda melupakannya! Pertama kalinya saya melihatnya, saya tidak berpikir lagi – saya hanya jatuh cinta.”

Kesempatan untuk Mematahkan Rekor Gol Serie A

Ini adalah seorang dewa Roma; seorang gladiator yang wajahnya dilukis dan dipajang di dinding-dinding di seluruh Kota Abadi. Jangan berpikir soal trofi, tetapi soal betapa berartinya ia buat kota ini. Untuk orang-orang ini. Ya, bahkan untuk fans Lazio sekalipun

Satu-satunya pertanyaan yang masih tersisa adalah soal kapan karier gladiatornya akan berakhir. Pada akhirnya, harus diingat bahwa ia membuat debut seniornya pada tahun 1993, 24 tahun yang lalu.

“Ada aura kesedihan di sekeliling Francesco saat ini,” kata Marcello Lippi, pelatih Totti ketika Italia menjuarai Piala Dunia 2006, setelah Totti mencetak gol ke-300nya untuk Roma ke gawang Sassuolo pada September 2015 lalu. “Saya tidak tahu apakah ini karena ia tak lagi banyak dimainkan, atau mungkin karena ia mulai memahami bahwa ia memasuki akhir dari kariernya yang fantastis.”

Eks pelatih Roma, Zdenek Zeman, berpendapat Totti belum akan berhenti

“Hari ketika ia meninggalkan sepakbola akan menjadi sebuah tragedi,” kata Casalini. “Seorang pemain seperti Totti bisa dan seharusnya bermain terus selama 1.000 tahun. Ia adalah satu dari satu juta orang. Dengan talentanya, ia bisa bermain tanpa harus berlari.”

“Sayangnya, apa yang hati dan tubuh inginkan adalah dua hal yang berbeda. Ketika kaki Anda pergi (kelelahan), saya pikir itu waktunya untuk tidak mengambil resiko dan pensiun.”

Pahlawan masa kecil Totti, Giannini, tak setuju. “Saya pikir waktunya (untuk pensiun) belum tiba,” katanya kepada FFT. “Ia adalah pemain terbaik Giallorossi dan masih ingin bermain – itu jelas. Ia perlu terus bermain, karena bahkan meskipun ia tidak bermain, ia adalah seseorang yang diakui di bench.”

Pada akhirnya, satu musim lagi – dan kesempatan untuk mencetak gol yang dibutuhkan untuk memecahkan rekor sepanjang masa Piola di Serie A – terlalu menggiurkan. “Saya pikir ia masih merasa seperti Totti saat latihan, jadi ia akan terus bermain,” kata eks rekan setimnya, Rizzitelli, yang kini bekerja untuk kanal televisi klub. “Namun rekor Piola masih terlalu jauh. Ia bisa mengalahkannya jika ia bisa bermain sekitar 30-34 pertandingan per musim.”

Zeman, pelatih yang mungkin paling berpengaruh dalam karier sepakbola Totti, setuju. “Saya pikir ia tidak memikirkan soal Silvio Piola; ia hanya akan berhenti ketika ia merasa lemah,” katanya kepada FFT. “Bagi saya, Totti adalah il calcio. Sepakbola itu sendiri.”

“Suatu hari, para suporter Roma akan bisa mengatakan, ‘Selama lebih dari 20 tahun saya melihat Totti bermain.’ Saya akan menjadi salah satu dari mereka dan saya akan menambahkan, ‘Saya bahkan menjadi pelatihnya dua kali.’”

Pada musim panas tahun 2015 lalu, sebelum rumor mengenai pensiunnya muncul, Totti mengomentari kepergian kapten Liverpool, Steven Gerrard, dari Anfield.

“Ia seorang legenda,” kata Totti. “Ia menghabiskan bertahun-tahun bermain untuk satu tim dan selalu berjuang untuk klub tersebut. Ia seharusnya dihormati dan dihargai atas semua yang telah ia capai.”

Ia mungkin saja sedang berbicara tentang dirinya sendiri. Dan faktanya, mungkin ia memang berbicara tentang dirinya sendiri. “Siapa yang akan Anda tempatkan di atas Anda dalam sejarah panjang sepakbola Itala?” Totti pernah ditanya begitu suatu hari. “Tidak seorangpun,” jawabnya jujur, “karena angka-angka statistik menunjukkan seperti itu.”

Ini adalah seorang dewa Roma; seorang gladiator yang wajahnya dilukis dan dipajang di dinding-dinding di seluruh Kota Abadi, di mana mural tentang dirinya menjadi bukti dan saksi atas apa yang telah ia capai. Jangan berpikir soal trofi, tetapi soal betapa berartinya ia buat kota ini. Untuk orang-orang ini. Ya, bahkan untuk fans Lazio sekalipun.

Nikmatilah dirinya selama kita masih bisa, karena apa yang telah dicapai Francesco Totti akan terus bergaung selamanya.

Feature ini muncul pertama kali dalam majalah FourFourTwo edisi Februari 2016. Berlangganan sekarang!

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID