Gareth Bale Membutuhkan Alat Penghapus Ingatan Dari Film Men In Black

Permasalahan Gareth Bale sangat akut dan membutuhkan bantuan Agen K dan J dari Men In Black..

Habis sudah tiket final yang disediakan oleh UEFA bagi para klub peserta Champions League musim ini. Setelah Barcelona yang terlebih dahulu memastikan ke Berlin, kini giliran Juventus yang jadi pemilik terakhir sekaligus mengubur partai El Clasico di puncak kompetisi paling bergengsi di Eropa.
 
Nyonya Tua menjadi klub Italia kedua dalam kurun waktu lima tahun terakhir yang mampu menembus laga akhir, setelah treble Inter Milan di Santiago Bernabeu. Silau pemain bintang dari Real Madrid bisa diredam oleh permainan taktis dan disiplin yang menjaga tiap jengkal daerah di lapangan. Hal tersebut membuat pemain termahal dunia tersebut hanya bisa tertidur karena bingung harus bagaimana lagi untuk memberikan sumbangsih tenaga bagi timnya.
 
Gareth Bale menjadi sorotan setelah di pertemuan pertama sukses membuat dunia maya mengejek dirinya. Label termahal tidak berlaku apa-apa ketika ia mencicipi rumput Juventus Stadium. Tidak ada kontribusi berarti darinya yang pada akhirnya berdampak pada defisit satu gol ketika wasit meniup peluit panjang.
 
Berdiri bersama Ronaldo di garda terdepan hanya satu tembakan mengarah ke gawang Gianluigi Buffon yang mampu dilepaskannya, itupun belum sampai membuat sang kiper kewalahan, bola sudah terlebih dahulu terhenti karena membentur pemain tuan rumah. Mendapat peran utama dari Carlo Ancelotti, Bale malah memilih untuk mengambil kesempatan menjadi cameo
Catatan buruk ini coba ia perbaiki saat pertemuan kedua dini. Trio andalan Real di depan turun secara berbarengan. Hasilnya? tekanan demi tekanan dilakukan untuk mengejar satu tiket sisa ke Berlin. Bale sendiri tampil lebih beringas dari satu minggu sebelumnya. 
 
Pertandingan tidak lama berjalan, Bale seakan berbicara pada tukang kritik dan haters bahwa ia bisa memberikan performa apik, sebuah umpan silang dari Marcelo tepat jatuh di kepalanya, sayang bola masih melambung dari target.
 
Mendapat angin segar, percobaan demi percobaan ia keluarkan. Tercatat dua kali ia membuat peluang, satu ketika bola panjang darinya berhasil membuka celah di lini belakang Juventus, Ronaldo dengan kecepatannya sukses menemukan bola, sayang sepakan kaki kirinya masih membentur sisi gawang. 
 
Mimpi buruk seakan sudah pergi dari dalam bayangan Gareth, sebuah tembakan keras dari luar kotak penalti berhasil membuat Buffon berkeringat. 
 
Namun yang terjadi setelahnya adalah pengulangan dari sepekan yang lalu. Terlebih saat Juventus berhasil menyamakan kedudukan lewat Alvaro Morata. Gelombang serangan dari Los Blancos tidak henti-henti sampai membuat Allegri memasukan Brazagli untuk menambah kekuatan di lini belakang juara Italia tersebut. Tercatat hingga peluit panjang berbunyi, total 27 tembakan dibuat oleh anak asuh Don Carleto.
Dari jumlah tersebut tujuh merupakan usaha dari pemain internasional Wales, setelah tembakan keras yang membuat Buffon kewalahan, sisanya tidak satupun berhasil membuat kiper veteran tersebut jatuh bangun untuk mengamankan gawang. Mimpi buruk serta hantu dari markas Juventus sepertinya masih gentayangan di sekitar mantan pemain Tottenham Hotrpur tersebut. Semangat serta antusias yang diperlihatkan oleh Bale malah membuat dirinya tidak tenang dan kembali mengulang kesalahan yang sudah terjadi.
 
Dunia maya juga tidak lebih kasihan untuk kali ini. Beberapa masih ‘menyerang’ pemain mahal ini, bersaing dengan meme tentang ballboy yang mengerjai Patrice Evra.
 
Jika ada satu masa Bale ingin menghapus memori buruk dalam karir sepak bola profesional seperti dua laga semi final kontra juara Serie A musim ini, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk menghubungi Will Smith atau Tommy Lee Jones, dua aktor Hollywood yang membintangi film Men In Black (MIB), lewat dialog: “kamu tidak pernah melihat apa yang baru saja terjadi” kemudian mengenakan kaca mata hitam, dalam sekejap korban langsung lupa ingatan.