Wawancara

Gary Lineker Bercerita Tentang Meksiko '86 dan Gol Tangan Tuhan Maradona

Gary Lineker 1986

Pekan ini pada tahun 1986 lalu, peringkat dua top skorer sepanjang masa tim nasional Inggris berhasil mencetak hat-trick yang penting ke gawang Polandia yang membawa Tim Tiga Singa lolos ke babak 16 besar. Bersama FourFourTwo, ia mengenang kembali perjuangannya bermain di tengah cuaca panas Meksiko, dua gol yang tak terlupakan dari Maradona... dan kesuksesan ayahnya di bursa judi

We are part of The Trust Project What is it?

Bagaimana rasanya bermain di Piala Dunia pertamamu?
Saya merasa sangat gembira dalam perjalanan ke Meksiko. Saya memiliki catatan gol yang lumayan bagus dan kami punya tim yang hebat, meski saya tidak menyangka seberapa besar hidup saya akan berubah setelah itu. Ayah saya memasang taruhan bahwa saya menjadi top skorer, dan saya melihatnya seperti seorang yang gila ketika mengetahuinya.

Saya tidak pernah pergi terlalu jauh dari rumah, dan saya merasa tegang dan juga bergairah. Kami sempat melatih kondisi tubuh di kondisi tertentu dulu sebelum turnamen dan kemudian menghadapi Kanada, di mana saya mendapatkan cedera pergelangan tangan. Itu adalah hal paling menyakitkan yang pernah saya rasakan. Saya sempat berpikir bahwa Piala Dunia sudah berakhir bagi saya, tetapi ternyata saya hanya mengalami sedikit keretakan. Saya mendapatkan sedikit gips di bawah perban.

Bagaimana rasanya berada di Meksiko?
Awal turnamen terasa kurang mengesankan. Saya telah memimpikan bermain di Piala Dunia di sepanjang hidup saya, tetapi ketika saya akhirnya mencapainya, lapangannya buruk, hanya ada sedikit penonton, dan suhunya mencapai 40 derajat. Saya kehilangan bobot tubuh setiap pertandingan.

Babak grup dimulai dengan buruk. Kami kalah dari Portugal dan imbang melawan Maroko. Kami harus melihat Bryan Robson cedera dan Ray Wilkins dikartu merah karena melempar bola ke arah wasit. Segalanya seolah tidak memihak kami, dan kami juga dihajar oleh media - meski saat itu belum ada internet, jadi Anda tidak tahu betapa buruknya ketika itu! Namun mood di tim sangat bagus.

Apa yang menjadi masalahnya?
Saya sama bersalahnya seperti pemain lain atas hasil-hasil buruk dan bisa saja dicadangkan di laga melawan Polandia. Saya melewati beberapa pertandingan tanpa mencetak gol dan beruntung tetap mendapatkan tempat saya. Saya ingat berjalan ke dalam lapangan sebelum kick-off dan cuacanya sangat-sangat panas sampai-sampai saya berjalan kembali ke lorong stadion. Kemudian saya menyadari - saya harus bermain di pertandingan ini. Saya merasa pusing karena suhu panas yang luar biasa setelah mencetak tiga gol itu, tetapi saya begitu gembira. Kami berhasil menjauhi status yang memalukan. Kami lolos ke babak gugur.

Pertandingan melawan Paraguay adalah penampilan yang bagus bagi kami, meski lapangannya benar-benar membuat stres - rumputnya akan melesak ke dalam ketika Anda hendak mengubah arah lari. Saya mencetak dua gol tipikal dari jarak dekat, dan kepercayaan diri saya melesat sangat tinggi. Tiba-tiba saya menjadi top skorer sementara turnamen, dan kami akan menghadapi Argentina di perempat final. Rasanya aneh.