Generasi Baru Inggris Lebih Baik dari Yang Anda Kira

Declan Warrington mengatakan bahwa Inggris masih tertinggal jauh dibandingkan negara-negara besar lainnya, namun dia yakin bahwa masa depan yang lebih baik akan terwujud...

Meski kisah mengenai Generasi Emas berakhir dengan kepergian Steven Gerrard dan Frank Lampard ke MLS, tapi satu generasi yang bakal lebih bersinar telah dimulai.
 
Kontribusi mereka di Piala Dunia 2014 memang mengecewakan dan menyebabkan mereka tersingkir di fase grup, tapi sekelompok pemain Inggris yang berbeda telah muncul secara bertahap.
 
Jika ada alasan bagi rakyat Inggris untuk tetap optimistis di Brasil maka itu adalah berkat penampilan Raheem Sterling melawan Italia di samping para pemain berbakat seperti Wayne Rooney, Daniel Sturridge dan Jordan Henderson - dan seperti yang kita ketahui masih ada pemain muda yang lebih berbakat dalam diri Jack Wilshere, Ross Barkley dan Luke Shaw, yang bersaing untuk meraih posisi di tim utama.

Bakat Berkelas

Hanya sedikit yang meragukan bakat-bakat individu seperti Gerrard atau lampard, atau pemain manapun yang tampil mengecewakan dalam skema 4-4-2 di bawah kepelatihan Sven-Goran Eriksson, Steve McClaren dan Fabio Capello.
 
Apa yang menjadi begitu jelas dalam era kepemimpinan para manajer tersebut adalah kemampuan para pemain seperti  David Beckham, John Terry dan Michael Owen yang, bersama Gerrard dan Lampard, sangat penting untuk tim, mereka memiliki kemampuan yang mengangkat nama Premier League secara internasional, sayangnya itu hanya terjadi di level klub.
 
Michel Platini pernah menjuluki pemain Inggris "singa di musim dingin dan domba di musim panas" yang seolah menyindir jadwal pertandingan sepakbola di Inggris yang tidak realistis dan fondasinya tidak signifikan hingga menyebabkan para pemain gagal tampil bagus di turnamen.
 
Tapi perumpamaan yang sama juga bisa berlaku saat mereka tampil di level klub, 'singa di musim dingin Premier League yang padat, domba cerdik di musim panas'.

"Lamps dan G! Kita punya ekonomi yang kuat tetapi kenapa kalian tidak bisa bermain secara bersamaan?"

Formasi 4-4-2 yang selalu dipakai tak hanya menunjukkan keterbatasan para manajer Inggris. Para pemainnya yang kaku dan bermain satu arah, sepakbola box-to-box, akan kesulitan saat menghadapi permainan sepakbola mengalir, fleksibel dan mengandalkan penguasan bola yang diperagakan tim terbaik di masa sekarang. Pada starting XI 2004, hanya Ashley Cole, Paul Scholes dan Rooney yang bisa bermain bagus di level interasional seperti di level klub dan hanya Rooney yang bisa bermain lebih dari satu posisi (Gerrard juga bisa tapi dia tidak memiliki disiplin taktis).
 
Pada 2006, Joe Cole menjadi pemain lainnya yang bisa bermain di beberapa posisi dan Rio Ferdinand sangat disiplin saat menguasai bola, tapi mereka merupakan pengecualian dan sekarang - untuk pertama kalinya dalam sejarah sepakbola Inggris - tim nasional mereka memiliki para pemain yang bisa bermain seperti itu.

Jalur Yang Benar

Seperti yang diharapkan, Calum Chambers dan John Stones menjadi pilar lini pertahanan Inggris yang lemah, akan ada pemain yang bisa bermain sebagai bek kanan dan bek tengah. Gary Cahill adalah tipe pemain yang mempertahankan boladan akan bermain bersama mereka. Sementara itu Kieran Gibbs, Shaw, Leighton Baines atau Ryan Bertrand di bek kiri, dan semuanya lihai menguasai bola.
 
Michael Carrick -  bersama Rooney menjadi satu dari dua pemain yang masih bertahan dari generasi lama Inggris - memiliki kecerdasan taktis, disiplin dan kreativitas untuk sukses memimpin lini tengah Inggris, sedangkan para pemain lainnya seperti Wilshere dan Henderson bisa menciptakan tembok pertahanan, Sterling bisa mengendalikan tempo permainan tim.

Inggris membutuhkan pemain seperti Sterling untuk bisa lebih dewasa saat Euro 2016

Di lini depan, seperti yang kita bayangkan, Rooney, Sterling dan Sturridge akan menjadi trisula, setiap pemain ini dengan pergerakan, kecerdasan dan kecepatan mereka, bisa bermain memotong ke dalam dan Rooney akan nyaman bermain di sisi kanan sementara Sturridge di sisi kiri. Danny Welbeck bisa bermain di posisi apapun di lini depan, Theo Walcoot seringkali jadi pemain pengganti dan Jay Rodriguez - yang seharusnya sudah pulih dari cederanya - juga menjadi pilihan yang fleksibel. James Ward-Prowse, Ruben Loftus-Cheek dan Jordon Ibe akan seperti Barkley, Adam Lallana dan Harry Kane, terus berkembang menjadi pilihan yang realistis dan penggantinya. Ward-Prowse seharusnya selangkah lagi menyusul mereka.
 
Untuk sebuah negara yang memliki banyak kegagalan untuk dikenang, kedalaman skuat tersebut dan kualitas level atas, masih jauh di belakang negara-negara lainnya. Spanyol harus memilih antara Isco, Thiago Alcantara, Koke, Cesc Fabregas dan Ander Herrera untuk berebut satu tempat menjadi duet Andres Iniesta. Playmaker Jerman bisa dipilih antara Mesut Ozil, Mario Gotze, Thomas Muller atau Marco Reus. 

Hodgson mengawasi adaptasi tim yang masih terus berkembang

Begitu banyak pemain bisa bekerjasama di bawah satu klub - Henderson, Sterling dan Sturridge di Liverpool, Chambers, Gibbs dan Wilshere di Arsenal - namun manajer hanya memiliki sedikit waktu untuk membangun kerjasama di antara pemain mereka.
 
Tim nasional Spanyol yang merajai dari 2008 hingga 2012 dibangun dari para pemain Real Madrid dan Barcelona, sementara juara Piala Dunia 2014 Jerman membangun tim dari pemain Bayern Munich dan Borussia Dortmund.

Identitas Pemain

Menurut Direktur teknis FA, Dan Ashworth, DNA permainan Inggris secara teori sangat bagus dan mengembangkan identitas serta evolusi, dan para pemain yang mendukung identitas tersebut terus bermunculan sementara pemain klasik Inggris dengan tipe box-to-box semakin surut. Inggris terus mengikuti jejak tim-tim terbaik tetapi, setelah beberapa dekade memainkan formasi yang kaku dan memproduksi begitu banyak pemain dengan karakter yang tepat, tetapi kemampuan permainan yang salah - kurang terarah dan pemahaman- permainan mereka akhirnya mulai menyerupai juara dunia dan Eropa, menunjukkan kemampuan teknis dan kecanggihan yang unggul, dan bukannya mengandalkan permainan fisik ala Premier League.

Rooney dan Cahill adalah dua pemain berpengalaman di skuat muda Inggris saat ini

Untuk tim besutan Terry Venables di Piala Eropa 1996 yang terus dipuja berlebihan, tim Inggris sekarang begitu dekat dengan total football - gaya permainan yang bisa dipraktekkan, efisien, dan mudah diadaptasi - seperti Inggris yang terdahulu.

Baca artikel pilihan seperti ini lainnya setiap hari di FFT.com