Gian Zola: Gelandang Stylish Muda Persib yang Ingin Seperti Paul Scholes

Namanya menyita perhatian sejak muda - bukan hanya karena mengingatkan kita pada salah satu legenda Chelsea, tetapi karena ia terus menerus berprestasi. Renalto Setiawan membahas seperti apa gelandang muda Persib Bandung ini...

Cerita 60 detik...

Di dalam kotak penalti Persipo Purwakarta U-17, Gian Zola, yang saat itu membelakangi gawang, berputar. Secepat mungkin, tanpa sempat melihat ke arah gawang, pemain Persib U-17 tersebut melakukan chip shoot ke arah pojok kanan gawang Persipo. Bola meluncur indah, seperti luncuran tembakan tiga angka yang biasa dilakukan oleh Stephen Curry, pebasket fenomenal asal Amerika Serikat. Lalu, bola masuk ke gawang tanpa gangguan. Kiper Persipo gagal menjangkaunya. Sebuah gol indah dari tiga gol yang diciptakan Persib U-17 untuk mengantarkan mereka ke babak final Piala Galamedia Aher tahun 2015 lalu.

Mencetak gol dengan cara tersebut memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan kualitas teknis yang mumpuni, ketenangan, dan visi seorang jenius untuk dapat melakukannya. Eric Cantona, mantan raja Manchester United, sering mencetak gol dengan cara seperti itu karena dia mempunyai semua kemampuan itu. Menariknya, meski menjadi penggemar berat United dan mampu mencetak gol dengan cara yang biasa dilakukan Cantona, Zola adalah penggemar berat Paul Scholes, bukan Cantona.  

"Idola saya adalah Paul Scholes. Caranya bermainnya tidak membuat capek. Setelah dapat bola dia akan segera mengumpan. Dia juga tidak pernah mempersulit diri," begitu kata Zola.

Scholes memang terkenal karena tembakan-tembakan keras dan terukurnya dari luar kotak penalti. Namun, bukan kemampuannya itu yang membuat Zola mempunyai kemampuan yang mirip dengan idolanya tersebut. Secara tiba-tiba, tanpa terdeksi oleh radar pemain-pemain belakang lawan, Scholes sering muncul di dalam kotak penalti lawan. Sepanjang kariernya bersama Setan Merah, Scholes berhasil mencetak 107 gol dalam 499 penampilannya. Sebagian besar dari golnya tersebut dicetak dengan "cara ninja": muncul secara tiba-tiba untuk kemudian menyelesaikan tugasnya dengan cepat karena waktu lebih penting dari apa pun. Dan dalam pertandingan final Piala Galamedia Aher 2015 melawan Persikab U-17, Zola mencetak gol dengan cara seperti itu.

Menjelang akhir pertandingan, setelah terus-terusan mengurung pertahanan kuat Persikab U-17, Persib melakukan serangan cepat dari sisi kanan. Pergerakan diagonal Wildan, penyerang Persib U-17, berhasil mengecoh dua orang pemain belakang Persikab U-17. Berdasarkan intuisinya Gian Zola kemudian melakukan pergerakan ke dalam kotak penalti Persikab U-17. Dan saat pemain-pemain belakang Persikab U-17 berkonsentrasi kepada Wildan, penyerang Persib U-17 tersebut dengan cerdik melakukan umpan cutback ke arah Gian Zola. Tak terkawal, Zola tanpa kesulitan berhasil mencetak gol kemenangan Persib dengan kaki kirinya. Sebuah gol yang sekaligus mengantarkan Persib U-17 meraih gelar Piala Galamedia Aher 2015.

Kenapa Anda harus mengenalnya...

Ketika Zola berhasil membawa Persib menjadi juara Piala Galamedia Aher 2015 usianya baru 16 tahun. Jika bakatnya terus diasah dengan baik, dirinya masih dapat jauh berkembang menjadi pemain yang lebih baik lagi. Meski demikian, Zola sepertinya memang ditakdirikan untuk mencuri perhatian sejak usia muda.

Dua tahun sebelumnya, Zola berhasil membawa Saswco FC, timnya pada saat itu, mejadi yang terbaik dalam gelaran Manchester United Premier Cup Indonesia 2013. Saat itu, Zola juga berhasil menjadi top skorer sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik. Saswco FC kemudian berhak mewakili Indonesia dalam gelaran Manchester United Premier Cup Global 2013 yang diselanggaran di Manchester. Sayang, Zola yang saat itu dipercaya menjadi kapten gagal membawa timnya berprestasi.

Kiprah Zola bersama Saswco FC kemudian mendapatkan perhatian dari sejumlah klub profesional di Indonesia. Persib adalah salah satunya. Dan Zola tak membutuhkan waktu lama untuk memikirikan masa depannya. Dirinya memutuskan bergabung bersama Persib Bandung. "Setiap orang Bandung pasti megidolakan dan ingin bermain dengan seragam Persib," kata Zola menyoal klub pilihannya.  

Satu tahun bergabung bersama Persib, Zola langsung menjadi andalan Maung Bandung di ajang Piala Soeratin 2014. Persib memang gagal juara, tetapi Zola sukses menjadi top skorer

Satu tahun bergabung bersama Persib, Zola langsung menjadi andalan Maung Bandung di ajang Piala Soeratin 2014. Persib memang akhirnya gagal menjadi juara karena kalah di babak perempat-final, di mana Jember United pada akhirnya berhasil menjadi juara. Namun, Zola berhasil menyabet gelar top skorer. Dalam gelaran Piala Soeratin 2014 tersebut dirinya berhasil mencetak sembilan gol, unggul empat gol atas Faisol Yunus, sang pemain terbaik, yang berada posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak.

Pasca penampilan apiknya di ajang Piala Soeratin tersebut, Zola diproyeksikan untuk bergabung bersama tim Persib U-21 yang akan berlaga di ISL U-21 2014. Namun, ia memilih untuk tidak terburu-buru. Dirinya yang saat itu masih berusia 15 tahun memilih untuk tetap bermain di tim Persib U-17 terlebih dahulu, di mana satu tahun kemudian dirinya berhasil menjadi bintang Persib U-17 saat meraih gelar Piala Piala Galamedia Aher 2015.

Saat ini, meski baru berusia 17 tahun, Zola sudah menjadi bagian dari skuat senior Persib yang berlaga di ISC A. Namun, karena persaingan yang cukup ketat di lini tengah Persib, dirinya belum pernah mendapatkan kesempatan bermain sekali pun. Untuk menjaga potensinya, Persib kemudian meminjamkan pemain yang sempat diminati oleh FS Metta, salah satu klub mapan asal Latvia, ini ke tim PON Jawa Barat.

Sementara itu, bakat yang dimiliki Zola juga tak luput dari perhatian timnas. Zola pernah berseragam timnas U-13, U-14, dan U-15. Saat ini, dirinya juga diproyeksikan menjadi bagian dari timnas U-19.