Hansamu Yama Pranata dan Pembuktian Diri Seorang Kambing Hitam

Awalnya, ia dicaci karena tekelnya membuat Irfan Bachdim cedera. Sekarang, ia menjelma menjadi pahlawan baru tim nasional Indonesia. Hansamu Yama Pranata telah membuktikan kualitas serta mentalnya, menurut Renalto Setiawan...

Pada pukul 20.20 Waktu Indonesia Bagian Barat atau pada menit ke-70 pertandingan final leg pertama AFF Suzuki Cup 2016 antara Indonesia melawan Thailand di Stadion Pakansari, Bogor, Hansamu Yama Pranata, bek tengah Indonesia, mungkin dianggap sebagai pahlawan baru oleh sebagian besar penggemar sepakbola Indonesia.

Beberapa saat sebelumnya, dari sudut lapangan, Rizky Pora, sayap kiri Indonesia, bersiap melakukan tendangan sudut. Bola hasil sepakan Rizky Pora melambung tinggi di udara. Pemain-pemain Indonesia dan Thailand yang berada di depan gawang Thailand yang dijaga oleh Kawin Thammasatchanan bersiap menyambutnya.

Adison Promrak, bek tengah Thailand, sebetulnya mempunyai peluang paling besar untuk menerima bola sepakan Rizky Pora tersebut. Tetapi, mungkin karena kepalanya pernah terkena bola voli pantai ketika sedang asik berjemur di Pantai Pattaya, di sepanjang gelaran Piala AFF 2016, Adison selalu terlihat traumatis ketika harus menyambut bola-bola udara.

Adison pun luput. Bola kemudian mendarat tepat di kepala Hansamu Yama Pranata. Dengan sedikit tenaga Hansamu menyundul bola ke arah gawang, membuatnya melambung indah melewati Kawin Thammasatachanan. Kemudian, bola masuk ke dalam gawang. Pakansari meledak hebat. Indonesia sementara unggul 2-1 atas Thailand.

Setelah gol tersebut terjadi, pemain-pemain Thailand dan para penggemarnya tertunduk lesu – “Winter is coming,” mungkin begitu batin mereka. Di saat yang bersamaan, para penggemar Indonesia mengangkat topi untuk Hansamu Yama Pranata. “Anak ini ternyata punya nyali!”

Irfan Bachdim terpaksa absen dalam gelaran Piala AFF 2016, dan tak sedikit orang yang menjadikan Hansamu Yama sebagai kambing hitam

Hanya beberapa hari menjelang Piala AFF 2016 digelar, publik sepakbola Indonesia mendapatkan pukulan telak karena cedera yang dialami oleh Irfan Bachdim. Penyerang keturunan Belanda mendapatkan cedera karena tekel yang dilakukan oleh Hansamu dalam sebuah sesi latihan. Dan saat Bachdim setidaknya membutuhkan waktu selama dua bulan untuk menyembuhkan cederanya tersebut, di mana dia terpaksa absen dalam gelaran Piala AFF 2016, tak sedikit orang yang menjadikan Hansamu Yama sebagai kambing hitam.

Cederanya Irfan Bachdim sempat jadi pukulan telak, dan Hansamu pun jadi kambing hitamnya

Di tengah hujatan yang nyaris tak pernah berhenti mengalir, Hansamu Yama Pranata kemudian meminta maaf atas keteledoran yang dilakukannya. “Saya tidak sengaja melakukan tekel tersebut. Saya pemain junior, masa sengaja melakukan itu kepada pemain senior?” kata mantan bek tengah timnas U-19 tersebut setelah peristiwa tersebut. “Ini memang musibah. Saya juga sudah meminta maaf kepada Irfan dan dia bilang, ‘oke, tidak apa-apa’.“

Irfan Bachdim memang sudah memaafkannya, tetapi publik sepakbola Indonesia masih belum bisa melakukan hal serupa

Irfan Bachdim memang sudah memaafkannya, tetapi publik sepakbola Indonesia masih belum bisa melakukan hal serupa. Bagaimanapun Bachdim merupakan pemain yang sangat penting. Bagi Indonesia, dia adalah anggur jenis pinot noir, bahan dasar terbaik untuk menciptakan Domaine de la Romanee 1990, salah satu wine paling enak di dunia. Tanpa kehadirannya, bisa apa Indonesia di Piala AFF 2016?