Blog

Henk Ten Cate: Frenkie De Jong Campuran Antara Deco & Xavi

Gelandang muda milik Ajax itu disanjung setinggi langit sebagaimana namanya kerap dikaitkan dengan kepindahan ke Barcelona pada musim panas nanti.

We are part of The Trust Project What is it?

Target transfer Barcelona Frenkie de Jong dijabarkan sebagai “percampuran antara Deco dan Xavi” oleh mantan pelatih Ajax dan asisten di Camp Nou yakni Henk ten Cate.

Klub asal Catalunya itu dikabarkan berminat terhadap gelandang bertahan Ajax tersebut dengan kemungkinan akan melayangkan tawaran pada musim panas depan.

Di usianya yang baru 21 tahun, De Jong sukses menarik minat banyak klub besar Eropa. Selain Barca, ia kabarnya diminati Manchester City sampai Tottenham Hotspur.

Ten Cate sendiri, yang menghabiskan tiga tahun sebagai asisten Frank Rijkaard di Barca antara 2003 dan 2006, tidak terkejut untuk mengetahui mantan klubnya itu berminat terhadap De Jong.

“Ini tidak bisa dibandingkan, De Jong itu campuran antara Deco dan Xavi, namun dia tetaplah De Jong,” kata Ten Cate kepada Mundo Deportivo.

“Ini selalu sulit untuk membandingkan pemain. Baik Xavi dan Deco adalah pemain dari planet lain, tapi De Jong ini punya talenta dan masih harus membuktikannya.”

Terlepas De Jong, rekan setimnya di Ajax yakni Matthijs de Ligt juga tak luput dari pengamatan Barca. Ten Cate pun menambahkan: “Keduanya adalah pemain yang sangat bertalenta, meski talenta itu tidak lantas menentukan segalanya. Keduanya punya talenta dan pemikiran bagus dan itu sangat penting.

“Hal logisnya adalah dia meninggalkan Ajax musim ini dan saya pikir itu adalah yang terbaik untuk kariernya. Di sini liganya terlalu mudah dan mereka butuh kompetisi yang lebih kompetitif.

“Saya kira di usianya, mereka adalah pemain yang perlu bermain setiap pekan dan di Barca kesempatan itu tidak terlalu baik. Ketika seseorang tiba di Barca, mereka harus sudah siap.

“Pendapat saya adalah bahwa Barca akan merekrut mereka namun kemudian meminjamkan mereka ke klub lain sehingga mereka punya pengalaman di level tertinggi. Mereka adalah pemain yang punya banyak kualitas namun untuk berkembang mereka perlu bermain, bukannya duduk di bangku cadangan.”