Ini Dia Calon Pengganti Steven Gerrard

John Robertson menjelaskan kenapa gelandang AS Roma, Miralem Pjanic adalah sosok yang ideal untuk menggantikan kapten legendaris Liverpool yang hengkang akhir musim nanti...

PJANIC DI SERIE A

  • 2014/15 22 apps (3 gol, 6 assists)
  • 2013/14 35 apps (6 gol, 6 assists)
  • 2012/13 27 apps (3 gol, 6 assists)
  • 2011/12 30 apps (3 gol, 9 assists)

Pertanyaan utama terus menghantui para fans Liverpool, siapa yang pantas menggantikan Steven Gerrard? Salah satu pemain terbaik The Reds harus pergi pada akhir musim setelah dia dan pihak klub sepakat tak memperpanjang kerjasama, banyak yang khawatir soal kepemimpinan serta perkembangan dalam dan luar lapangan.

Mencari pengganti bukan pekerjaan mudah, dari sudut pandang tertentu sangat mustahil. Gerrard besar di Liverpool, dedikasi karir untuk kota ini, mengorbankan kejayaan trofi yang diberikan oleh klub besar lain. Salah satu bagian dari kami, dia tak tergantikan.

Di atas lapangan, dia tak lagi muda, cepat ataupun produktif. Menggantungkan padanya jumlah gol dan assists tidak baik bagi Liverpool, ditambah dengan banyak talenta muda yang berkembang dan siap mengisi posisinya untuk masa depan klub.

Kudeta Roma

Liverpool sadar bahwa kapten mereka mulai memperlambat tempo tim, sesuatu yang Brendan Rodgers sangat perhatikan.

Gerrard kerap digantikan sebelum pertandingan usai musim ini, dan ia juga kesulitan mengamankan posisinya di starting XI semenjak klub ini menggunakan formasi 3-4-3 pada bulan Desember.

Pergantian formasi buat The Reds menjadi tim paling baik performanya, hanya kehilangan dua poin dari enam pertandingan liga terakhir, absennya kapten membuat mereka menjauhkan diri dari kehilangan angka.

Jika rumor benar adanya ketika Rodgers melakukan kunjungan ke ibu kota Italia baru-baru ini, maka Miralem Pjanic menjadi kandidat paling pas untuk mengisi posisi ideal, bagian yang bisa cocok dengan Jordan Henderson, Philippe Coutinho, Raheem Sterling dan lainnya.

Lebih muda 10 tahun dari Gerrard, Pjanic masuk dengan kategori umur sekaligus tengah berkembang. Berasal dari Bosnia dalam usaha memecahkan rekor asissts bagi Giallorossi (9) musim ini, dan juga mempertahankan 91% passing rate, singkatnya Pjanic adalah sumber utama gol Roma.

Berbanding terbalik dengan Gerrard. Dia baru buat satu assist, hilangkan semua penalti maka gol yang dibuat baru dua. Bagi Pjanic jika mengisi tempat yang diisi oleh Gerrard maka dia bisa mereplika umpan jarak jauh dari warga asli Liverpool.

Lebih dari itu ia juga bisa melebihi kemampuan Gerrard saat ini hanya untuk membuktikan harga jualnya yang ditaksir mencapai 30 juta poundsterling.

Ketika bermain imbang melawan Verona, Pjanic terlibat dalam tujuh umpan kombinasi, buktinya sukses 106 dari 115 percobaan, enam diantaranya berakhir pada kesempatan mencetak gol bagi Roma.

Operan kala menyerang menarik perhatian Liverpool, jumlah bola jatuh di depan kotak penalti bisa dimaksimalkan oleh Sterling dan Coutinho. Tak sulit baginya untuk jalankan peran sebagai pengatur serangan dengan lini depan Reds yang sudah matang.

Kali terakhir Gerrard turun dari awal adalah saat menang 3-2 atas Tottenham, dia tak bermain hingga usai terlihat jelas perbedaan gaya operan darinya. Liverpool mengandalkan jauh serta langsung namun tak satupun berbuah pada peluang.

Pengaruh Penting

Melawan Everton jadi partai terakhir Gerrard bermain 90 menit. Pertandingan itu sendiri lebih mengingatkan pada sisi sebelum ketimbang saat berlangsung. Bermain di sisi kanan dari trio serangan ia mampu menerima sekaligus meneruskan bola.

Namun entah berapa lama rekan satu tim bisa bermain mengikuti Gerrard, secara kasar sang kapten justru merugikan timnya sendiri. Sejak laga tersebut hingga sekarang hal tersebut semakin nyata terlihat sementara Pjanic terus berkembang tanpa bisa diprediksi oleh lawan.

Melawan Verona dia menerima bola hampir di seluruh lapangan, membuat ia bebas bergerak dan memberikan bola kepada rekan yang ia mau. Sementara ketika menghadapi Empoli, Pjanic lebih berkutat di sisi kanan, memberikan ruang bagi teman-teman dengan bermain lebih melebar.

Kemampuan serta disiplin dalam bermain membuat skema yang dikembangkan Rodgers akan cocok untuknya, yakni agresif dalam menekan lawan serta terus menerus bergerak.

Adaptasi Liga Primer Inggris

Tidak adil jika menilai pemain langsung apalagi berbeda liga. Gaya serta strategi berbeda antar negara sehingga belum tentu pemain bagus bisa tampil maksimal di liga yang berbeda, beberapa nama besar sudah pernah merasakan ini di Premier League.

Dampak permainan Pjanic sangat minim terhadap klub liga Inggris, hanya dua kali bertemu Manchester City bisa menjadi contoh. Dari jumlah tersebut ia hanya mampu membuat kesempatan dua yangmana satu datang dari bola jalan.

Tambahan lain jumlah operan juga menurun di daerah yang Liverpool suka mengeksploitasi, walaupun konversi tetap saja tinggi.

Gerrard tampil baik ketika melawan City, menyelesaikan beberapa umpan berbahaya dan peluang. Namun Liverpool tetap kalah 3-1 awal musim ini. Jumlah operan ke belakang paling ia terima, membuat ia lebih mendorong teman-temannya untuk bergerak naik.

Dengan Henderson memberikan tenaga di tengah maka Lucas Leiva, Joe Allen, atau Emre Can bisa mengisi peran sebagai pemain tengah, buat ketergantungan terhadap Gerrard perlahan mulai menghilang.

Pjanic bisa mengambil alih porsi distribusi bola jika ia bergabung, paling tidak kehadirannya bisa memberikan lapisan tambahan guna bermain lebih fleksibel dan ketergantungan terhadap Gerrard bisa hilang.