Ini Dia Orang Indonesia yang Sukses Menjadi Pemain Terbaik Piala Asia 2015

Inilah kandidat penerus Mark Bresciano di Australia, wartawan FFT, Cronan Yu memberikan penjelasannya disini.

Kisahnya dalam 60 detik

BIODATA

  • Nama Lengkap: Massimo Corey Luongo
  • Tempat dan Tanggal Lahir: Sydney, Australia, 25 September 1992
  • Tinggi: 5ft 9 12in
  • Klub: Swindon Town (72 apps, 10 gol)
  • Tim Nasional: Australia (11 caps, 2 gol)

Perjalanan Massimo Luongo dalam mencapai ketenarannya di kuping suporter Australia seperti sebuah mimpi dengan jalan berliku yang dilaluinya. Tetapi sekarang, setelah memenangkan Piala Asia dan menjadi pemain terbaik di ajang tersebut (dimana dia sukses mencetak gol di final), usahanya seperti menemui hasil dan titik terang.

Pemain yang lahir di Sydney tahun 1992, dimana di dalam dirinya terdapat darah Indonesia, karena Ibunya, Ira Luongo berasal dari Indonesia, sedangkan Ayahnya, Mario berasal dari Italia. Luongo sendiri sebenarnya bisa membela tiga negara, Indonesia karena Ibunya, Italia karena Ayahnya dan Australia, karena dia dilahirkan disana. Tetapi pemain ini memilih untuk membela tanah kelahirannya Australia.

Luongo adalah alumni dari Waverley College dan mantan APIA Leichhardt Tigers dan juga pemain dari Sydney Olympic Youth di NSW National Premier League Mens Competition. Setelah malang melintang di dunia sepakbola Australia, pemain 22 tahun ini di tawari untuk melakukan uji coba di klub Liga Primer Inggris, Tottenham Hotspur, dimana dia membuat para ofisial klub terkesan dengan permainannya dan langsung memberikan kontrak kepadanya.

"Saya mendapatkan tawaran untuk bermain di level youth di beberapa tim A-League (Liga Australia), tetapi pelatih saya mengatakan bahwa saya harus melanjutkan karir di level yang lebih tinggi.. Ketika saya masih 17 tahun, pelatih saya berhasil membuat saya uji coba di Spurs," kata Luongo.

Debut pertamanya merasakan permainan papan atas Inggris adalah ketika pelatih Spurs saat itu, Harry Redknapp memasukannya menggantikan Sandro di menit ke 70, kala menghadapi Stoke City di ajang Piala Liga. Walaupun dirinya menerima pujian dari Redknapp dan Tony Pulis, debutnya di tim utama Spurs berakhir dengan bencana ketika dirinya gagal mengeksekusi tendangan penalti ke delapan Tottenham di babak adu penalti, dimana hal itu membuat tim London Utara tersebut harus tersingkir dari ajang kelas tiga Inggris tersebut.

Pada 2012, dia di pinjamkan ke Ipswich Town, tetapi masa peminjamannya tersebut sangat singkat, karena ketika pelatih Chris Hutchings tidak lagi menangani Ipswich, pelatih baru mereka Mick McCarthy mengatakan bahwa dirinya membutuhkan "Pemain dengan tipe yang berbeda" dan karena hal itu, Luongo langsung dipinjamkan ke Swindon Town.

Luongo kemungkinan tidak lama lagi akan pergi dari Swindon sejalan dengan banyak klub yang meminatinya.

Di klub tersebut, dirinya sukses menjadi tumpuan walaupun pada awal perjalanan karirnya kurang mulus. Dengan kemampuan dan kelebihan yang dia punya, harusnya Luongo bisa memberikan sesuatu yang lebih bagi klub barunya tersebut, tetapi sayang, pada beberapa pertandingan awal bersama Swindon, dirinya gagal memberikan dampak yang di harapkan. Bagusnya, pemuda campuran Italia dan Indonesia ini sukses mengembalikan performanya dan bermain gemilang. Setelah menjalani dua kali masa peminjaman di Swindon, Luongo langsung di sodorkan kontrak tiga tahun pada bulan Agustus 2013. Tidak pikir panjang, dirinya langsung menandatangani kontrak tersebut dan menjadi salah satu pemain kunci.

Saat ini semuanya telah berubah, setelah dirinya dipanggil untuk membela Socceroos di Piala Dunia 2014, Brasil, dimana itu menjadi sebuah pengalaman berharga baginya, dimana saat itu Australia berada satu grup dengan Cili, Belanda dan Spanyol. Walaupun Australia gagal total di Brasil, Luongo bersikeras bahwa, ajang empat tahunan itu telah membuatnya menjadi pemain yang lebih baik.

Kenapa Anda harus tahu tentang dirinya

Penampilannya di Swindon Town sejauh ini sangat mengesankan, tiga gol dan lima assists dari 21 penampilannya di League 1, telah menarik mata para pencari bakat dari klub-klub yang bermain di level lebih tinggi, ditambah lagi dengan penampilannya di Piala Asia, membuatnya semakin menjadi pemain panas untuk di perebutkan klub-klub Liga Primer Inggris.

Pemain muda ini bermain di semua pertandingan Australia di Piala Asia. Luongo berperan sebagai pemain tengah dan berhasil menggantikan seniornya, Mark Bresciano, dimana dirinya tahu bahwa kesempatannya untuk unjuk gigi sangatlah terbatas.

Kreatifitasnya di tengah ditambah dengan kemampuannya untuk berkoordinasi dengan Matt Leckie di sisi kanan dan memaksimalkan peran Tim Cahill di depannya, dimana mereka menciptakan umpan-umpan yang sangat merepotkan pemain belakang lawan, menjadi suatu tontonan yang sangat indah untuk di nikmati. 

Aspek yang paling mengesankan dari Luongo adalah bahwa dirinya, pelan tapi pasti, bisa menghilangkan kelemahannya saat sedang bermain dan sekarang dirinya seperti sedang memetik buah dari kerja kerasnya selama ini.

Biasanya banyak yang bilang, bahwa penampilan bagus di turnamen Internasional bisa membawa pemain tersebut kepada hal yang lebih besar dari yang di milikinya sekarang. Dan sepertinya Luongo di prediksi tidak lama lagi akan pindah ke klub besar seperti Sevilla dan mungkin beberapa tim Inggris yang saat ini sedang mengetuk pintu untuk mendapatkan dirinya.

Kekuatan

Sudah pasti, kemampuan Luongo saat menguasai bola membuatnya menjadi pemain yang sangat atraktif dan enak di lihat. Dengan teknik yang tinggi yang dimiliki oleh kedua kakinya di tambah dengan kecepatannya, pemain tengah ini menjadi momok menakutkan bagi para pemain belakang dan dirinya juga memiliki kemampuan untuk bermain dan mengacak-acak pertahanan yang rapat dengan pergerakan kakinya yang bagus.

Kemampuan lainnya adalah, ketepatan dirinya dalam melepaskan umpan dan memiliki visi dan pandangan yang luar biasa bagus di setiap pertandingan yang di jalaninya. Luongo sering di tempatkan di sisi kanan dari formasi segitiga pemain tengah, dia bisa melepaskan umpan dari posisi sulit sekalipun, dimana dirinya sering sekali melakukan pergerakan yang memotong pertahanan lawannya saat sedang menyerang. Tidak di pungkiri lagi, kemampuannya untuk bermain dan menembus ruang yang rapat, kemampuannya di udara serta melacak pergerakan bola dan sedikit membantu pertahanan, membuatnya sedikit lagi menjadi pesepakbola yang lengkap.

Kelemahan

Walaupun perkembangan dirinya sangat pesat, dirinya masih tidak konsisten dengan penampilannya, dimana hal ini bisa menjadi faktor kegagalan dirinya dalam membawa timnya meraih kemenangan dan disaat rekan-rekannya membutuhkan dirinya. Selain itu, Luongo juga bersalah karena bermain terlalu banyak pada saat ini dan cenderung terlalu terburu-buru saat menguasai bola.

Umurnya yang masih sangat muda juga memberikan sedikit masalah dengan kebugarannya dan Ia rentan terhadap kelelahan yang berlebih.

Akan tetapi, di umurnya yang masih 22 tahun, dirinya masih bisa memperbaiki apa yang di anggapnya salah dan belajar dari kesalahan yang pernah diperbuatnya untuk membuatnya menjadi pesepakbola handal.

Kata mereka

Ketika pelatih Swindon Town, Mark Cooper ditanya tentang potensi Luongo, dia mengatakan: "Mereka (manajer lawan) semuanya mengatakan bahwa dia terlalu bagus untuk bermain di level ini dan mereka benar."

Swindon mungkin akan berusaha keras untuk mempertahankan pemain berharga mereka ini, tetapi kepindahan pemain Australia ini hanyalah tinggal menunggu waktu saja sampai mereka menerima tawaran dengan harga yang tidak mungkin mereka tolak.

Apakah Anda tahu? 

Massimo Luongo adalah pemain ketiga dari Swindon Town sepanjang sejarag mereka, yang pernah membela negaranya di ajang internasional, sebelumnya ada Jan Aage Fjortoft (Norwegia) dan Alan McLoughlin (Republik Irlandia).

Penampilan heroiknya di Piala Asia 2015 menjadikan dirinya pahlawan Australia. Foto: Aleksandar Jason Kostadinaki/THE TURF

LIHAT JUGA: Galler: Sepuluh foto terbaik dari Piala Asia 2015

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Penampilan memikat Luongo di musim ini di level klub dan Australia saat bermain di Piala Asia 2015, telah membuat beberapa klub berusaha mendapatkan tanda tangannya, Sevilla, Wigan dan beberapa klub lainnya tercatat tertarik untuk memakai jasanya.

Akan tetapi, sejauh ini, ambisi Luongo adalah untuk bertahan di Swindon Town dan membantu mereka untuk mendapatkan promosi ke divisi Championship. Tetapi hanya waktu yang akan menjawabnya.

Dengan kemampuannya yang di atas rata-rata dan terlalu bagus untuk bermain di level yang sekarang, sepertinya Swindon harus bisa untuk ikhlas dan merelakan pemainnya untuk pergi ke klub lain.