Analisa

Ini yang Harus Diperbaiki Bali United di Kualifikasi Liga Champions Asia 2018

Apa yang harus dibenahi oleh Bali United agar bisa terus melaju di babak kualifikasi Liga Champions Asia 2018?

We are part of The Trust Project What is it?

Sempat dikejutkan dengan gol Shannon Stephen lewat kepalanya di penghujung babak pertama, laga antara tuan rumah Bali United versus Tampines Rovers akhirnya berakhir dengan skor 3-1 untuk wakil asal Indonesia tersebut. Fadil Sausu, Ilija Spasojevic dan Hanis Saghara membuktikan diri bahwa skuat Serdadu Tridatu layak lolos ke fase selanjutnya di kualifikasi play-off Liga Champions Asia musim 2018 ini.

Secara keseluruhan, Bali United memang menguasai jalannya pertandingan. Kondisi lapangan yang agak tergenang karena cuaca buruk membuat aliran bola agak sedikit terhambat. Bahkan ada beberapa peluang yang seharusnya bisa menjadi gol malah tertahan oleh genangan air di beberapa bagian penting lapangan. Meski begitu, permainan Bali United tetap mengagumkan seperti biasanya.

“Saya tidak terbiasa memakai lapangan seperti itu. Tapi, itu tidak menjadi alasan utama, karena mereka [Bali United] juga bermain di lapangan yang sama. Kami kalah, dan itu akhir pertandingan ini,” ungkap pelatih Tampines Rovers, Jurgen Rabb pasca pertandingan.

Wajar saja tim asal Singapura itu mengeluh – karena memang kebanyakan lapangan di Singapura adalah lapangan sintetis. Meski ada lapangan rumput asli pun, mungkin drainasenya sedikit lebih baik. Nmaun ia juga menyadari bahwa Tampines memang kalah kelas dari bali United.

Sesuai preview yang kami tulis sebelum laga, kelemahan Tampines Rovers yang membiarkan area depan bek dan belakang gelandangnya terbuka ini berhasil dieksploitasi oleh Bali United – bahkan dua gol Bali United terlahir dari tendangan dari luar kotak penalti (gol Fadil dan gol Saghara). Ini mencerminkan bahwa Bali United cukup siap menghadapi runner-up Liga Singapura ini.

“Saya sejak awal sudah memperkirakan mereka [Tampines Rovers] tidak akan bermain terbuka. Kami menginstruksikan anak-anak untuk berani melepas tendangan jarak jauh, dan itu efektif,” ungkap pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro.

Secara taktik dan kualitas pemain, Bali United jelas unggul jauh. Bahkan sejujurnya Bali United bisa menang lebih dari 3 gol malam itu. Banyak sekali peluang yang terbuang percuma karena ketangguhan kiper Tampines Rovers, Muhammad Syazwan, dan juga terbuang karena tertahan oleh genangan lapangan. Satu-satunya noda kemenangan semalam adalah hilangnya konsentrasi di menit akhir di penghujung babak pertama.

Melawan tim Thailand seperti Chiangrai United yang merupakan juara kompetisi FA Cup Thailand dan runner-up League Cup Thailand, jelas PR tersendiri bagi Bali United. Kualitas tim serta kompetisi sepakbola di Thailand memang ada di atas Indonesia, namun bukan berarti Bali United harus ciut nyali terlebih dahulu. Jika beberapa aspek seperti kedisiplinan saat bertahan ditingkatkan, maka Bali United seharusnya bisa melaju ke babak selanjutnya.

“Meski (Tampines) ditekan (oleh Bali), mereka berhasil mencuri gol. Itu kesalahan pemain kami. Saya sudah bicara dan akan evaluasi. Progres di babak kedua, pemain disiplin. Inilah sepakbola. Kalau konsisten dan bekerja keras, hasil akan mengikuti,” ungkap coach WCP.

Ada beberapa momen dimana Tampines Rovers mampu melewati area yang dijaga I Made Andhika ataupun Ricky Fajrin. Sebagai pemain muda, naluri menyerang Andhika dan Ricky memang patut dipuji, namun ia kerap kali kruang disiplin sehingga beberapa kali Fadil Sausu ataupun Taufik harus mengisi ruang kosong yang ditinggalkan kedua full-back muda ini. Selain itu juga, satu-satunya gol Tampines terjadi karena kesalahan antisipasi Wawan Hendrawan yang kelaur jauh dari sarangnya untuk mengklaim bola namun ia kalah cepat dari Shannon Stephen.

Kedisiplinan dalam bertahan serta mengurangi kesalahan-kesalahan elementer seperti yang dilakukan Wawan menjadi kunci penting melawan tim kuat seperti Chiangrai United. Selain itu juga, lini depan Bali United harus lebih efektif dalam penyelesaian akhir di depan gawang lawan karena coach WCP merencanakan untuk bermain tak terbuka (menyerang) seperti melawan Tampines kemarin. 

Memasang tiga gelandang petarung sekaligus (Fadil, Taufik dan Sukadana) mungkin menjadi opsi untuk menjalani rencana kedisiplinan ala coach WCP nanti sekaligus melapisi pertahanan yang dikawan oleh Demerson dkk. Ketajaman Spaso sendiri tak perlu diragukan lagi. Semoga Bali United bisa melakukan evaluasi singkat dan tepat, sembari menyusun strategi yang tepat sebelum mereka terbang ke Thailand dalam beberapa hari ke depan.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com