Inikah saatnya mengakui kalau Sergio Busquets adalah gelandang tengah terbaik dunia?

Pivot penting Barcelona ini masih secara ekstrim masuk kategori underrated, bahkan di musim saat Barcelona mampu menciptakan gol sesuka hati, kata Lee Roden...

Salah satu misteri terbesar di sepakbola adalah minimnya pengakuan berbagai pihak terhadap talenta luar biasa yang dimiliki oleh seorang Sergio Busquets.

Saat menghadap Valencia di tanggal 3 Februari kemarin, pemain asli Catalan ini menciptakan penampilan menyerang dan bertahan dari lini tengah mereka sama baiknya dengan serangan tajam yang selalu hadir dari deretan penyerang berbahaya mereka. Ini adalah salah satu dari sekian banyak penampilan dirinya yang menjadi ‘nyawa’ Barcelona di musim ini.

Jika melihat performanya saat ini, Sergio Busquets adalah pemain tengah terbaik di dunia

Jika media sosial adalah indikator kebenaran, maka pujian untuk pemain ini sama sekali tidak pernah berhenti. Namun di sisi lain, Busquets adalah satu nama yang seringkali terlupakan dalam acara penghargaan apapun.

Dalam Tim Terbaik FIFA/FIFPro World XI, namanya tidak tercantum. Ia bahkan tidak termasuk dalam daftar akhir 23 pemain calon peraih Ballon D’Or di tahun 2015. Keduanya melibatkan voting dari sesama pemain profesional, dan ini jadi bukti bahwa masih banyak pemain yang menganggap bahwa Busquets adalah sosok yang ‘biasa-biasa saja’ di lapangan.

Messi

Rekan setim Busquets, Lionel Messi, terus mendominasi ajang penghargaan

Dengan caranya bermain di musim ini, rasanya sulit membayangkan Busquets akan kembali terlupakan. Selain menjadi penjaga keseimbangan untuk timnya, ia juga berkembang secara luar biasa dari sisi kreativitas. Perlahan tapi pasti, ia menjadi jantung untuk Barcelona-nya Luis Enrique di musim 2015/16.

Jika melihat performanya saat ini, Sergio Busquets adalah pemain tengah terbaik di dunia.

Exhibit A: Penampilan masterclass

Sergio Busquets menjadi mimpi paling buruk untuk Gary Neville saat Barcelona secara luar biasa membantai Valencia 7-0

Sergio Busquets menjadi mimpi paling buruk untuk Gary Neville saat Barcelona secara luar biasa membantai Valencia 7-0 di Camp Nou, ia terlihat sama sekali tidak akan menciptakan kesalahan sekecil apapun. Berada di nyaris semua sisi lapangan, ia secara efektif mampu mengisi segitiga lini tengah Barca sendirian. Memperbaiki kesalahan di lini belakang timnya sendiri, kemudian –sesaat kemudian- memaksa tim lawan untuk melakukan kesalahan.

Melihat angka-angka statistik yang muncul tentang dirinya di pertandingan itu juga luar biasa. Dari 106 passing yang ia lakukan, 97 di antaranya berhasil menemui sasaran dengan sempurna. Ia juga berhasil memenangkan bola untuk kembali merebut ball possession sebanyak 27 kali -25% dari total keseluruhan satu tim Barcelona. Kondisi ini memastikan Valencia terus berada di bawah tekanan hebat, dan bahkan satu satunya pelanggaran yang ia lakukan pun adalah sebuah keputusan yang tepat – usaha yang berhasil menghentikan satu dari sedikit usaha serangan bagus tim lawan dengan sangat baik.

Busquets Valencia

Busquets tampil luar biasa dalam kemenangan 7-0 Barca atas Valencia

Selalu berada di posisi yang tepat dan muncul di waktu yang tepat, ia membuat Barcelona selalu bermain di area lawan nyaris seluruh pertandingan, menggabungkan kesolidan di lini belakang dengan penggunaan penguasaan bola yang sangat efektif.

Yang juga harus diperhatikan juga adalah apa yang ia sebut dengan passades de merit: model passing yang paling sulit, yang bisa menghentikan pergerakan lawan dan sampai di kaki rekan satu timnya. Busquets melakukannya 5 kali saat menghadapi Valencia. Yang terbanyak dibandingkan dengan pemain lainnya di lapangan.

Dari lima, ada dua yang paling menonjol. Yang pertama adalah build-up menjelang gol kedua Barcelona: Busquets mengambil bola di lini tengah, lalu melepaskan sebuah umpan manis ke pertahanan lawan untuk diterima oleh Alex Vidal. Kemudian, sang bek kanan pun dengan leluasa mampu memberikan umpan ke belakang untuk diselesaikan dengan sempurna oleh Luis Suarez.

Yang kedua muncul sebelum babak pertama berakhir, Busquets sukses memporak-porandakan lini belakang Valencia dengan umpan briliannya ke Lionel Messi yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan. Hasil akhirnya? Sebuah kartu merah dan hadiah penalti untuk Barca.

Ada masa-masa di mana ia memilih untuk lebih konservatif. Memfokuskan diri melakukan hal-hal sederhana di lapangan, kemudian membiarkan pemain lain yang berkreasi. Masa-masa itu sudah lama berakhir.  Sekarang, ia semakin banyak menciptakan umpan-umpan yang bisa membuat bahkan seorang Xavi bangga, konsistensi dirinya dalam sisi kreativitas mampu mendorong Barcelona untuk move on dari sang Legenda.

Exhibit B: Cara menghentikannya

Salah satu strategi yang dipilih Gary Neville di pertandingan melawan Barcelona adalah menumpukkan banyak pemain di belakang untuk menghentikan ketajaman para penyerang lawan. Sayangnya, di sisi lain ia membuat kesalahan yang cukup fatal: Gagal untuk mengantisipasi pergerakan pemain tengah lawan yang paling belakang. Hasilnya adalah kebebasan luar biasa untuk Busquets nyaris di sepanjang pertandingan.

Pelatih lain yang lebih berpengalaman sudah mengetahui cara khusus yang penting untuk bisa menghentikan Busquets

Pelatih lain yang lebih berpengalaman sudah mengetahui cara khusus yang penting untuk bisa menghentikan Busquets, penampilan lawan Barca yang bagus di musim ini biasanya muncul saat sang lawan menggunakan strategi semacam ini.

Saat Deportivo berhasil menahan imbang Barcelona 2-2 di Nou Camp pada tanggal 12 Desember silam, sebagian besar kesuksesan mereka ini disebabkan oleh taktik Anti-Busquets yang dijalankan Victor Sanchez. Pelatih Depor ini menginstruksikan tiga penyerang mereka untuk terus berada di depan sepanjang pertandingan. Jonathan Rodriguez dan Lucas Perez terus menekan bek-bek tengah Barcelona, dan Faycal Fajar bertugas menghentikan pivot lini tengah mereka: Busquets.

Hasilnya terlihat jelas, jarang sekali ada line passing dari atau untuk Busquets saat memulai serangan, dan pengaruhnya pun menurun secara drastis di lapangan jika dibandingkan dengan pertandingan lainnya.

Pengaruh pemain Barcelona

Pengaruh pemain Barcelona vs Deportivo (kiri) dan Real Sociedad (kanan)

Meredam pemain kelahiran Sabadell ini lebih mudah di atas kertas dibandingkan dilakukan di lapangan, terutama karena dirinya punya kemampuan membaca permainan yang sangat baik. Saat Atletico Madrid datang ke Nou Camp 20 Januari silam, Diego Simeone jelas menginstruksikan Antoine Griezmann untuk sedikit mundur dari lini terdepan dan terus menekan Busquets kapanpun ia bisa.

Strategi ini berjalan lancar selama... 25 menit. Busquets kemudian menyadari bahwa kombinasi antara mempertajam sentuhannya dan mundur lebih jauh ke posisi di antara Javier Mascherano dan Gerard Pique akan memberikan space yang ia butuhkan. Ketika ini terjadi, passing-passing-nya menjadi jauh lebih lancar dan, tidak heran, permainan tim tuan rumah pun ikut meningkat dengan drastis.

Umpan-umpan Busquets

Umpan-umpan Busquets vs Atletico

Komoditas paling berharga milik Barcelona

Ukuran terbesar untuk menilai kualitas sebenarnya Busquets adalah seberapa tidak tergantikan dirinya di tim Barcelona saat ini

Ukuran terbesar untuk menilai kualitas sebenarnya Busquets adalah seberapa tidak tergantikan dirinya di tim Barcelona saat ini. Kelelahan bisa menjadi salah satu potensi masalah untuknya, seperti juga para pemain lainnya, dan di bulan Januari masalah ini mulai sedikit terlihat. Efeknya cukup untuk membuat penampilan-nya menurun, dan juga berpengaruh pada Barca secara keseluruhan.

Masalah untuk Luis Enrique adalah ia nyaris tidak mungkin untuk diistirahatkan. Saat Mascherano diletakkan di posisi tersebut, Barcelona terlihat seperti tim yang jauh berbeda – dan ini bukan dalam artian yang baik. Harus diingat bahwa orang Argentina ini membawa negaranya lolos ke final Piala Dunia dan Copa America dengan berposisi sebagai pemain tengah – inferioritas Mascherano saat bermain di posisi ini untuk Barcelona jelas menggambarkan betapa superior kualitas sang rekan satu tim.

Mascherano

Mascherano kesulitan saat diminta tampil sebagai pengganti Busquets

Jika Barcelona ingin terus menerus memenangkan berbagai gelar, mereka harus mampu menjaga Busquets dalam kondisi maksimal. Mereka harus mampu membuatnya merasa bahagia. Berbeda dengan berbagai penghargaan di dunia sepakbola yang seolah sepakat mengabaikan dirinya, PSG justru sangat sadar dengan kualitas unik yang dimiliki Busquets dan siap untuk menghabiskan sejumlah besar uang demi mendapatkan dirinya.

Manajer selanjutnya Manchester City juga sepertinya memahami satu atau dua hal mengenai dirinya. Jika Barca bijak, mereka akan segera menyelesaikan penawaran kontrak baru yang sudah dijanjikan untuk sang pemain, namun masih belum diberikan hingga sekarang.

Mendapatkan pengganti Busquets bukanlah sesuatu yang mahal untuk Barcelona – karena hal tersebut tidak mungkin terjadi. Ia sama sekali tidak tergantikan.

    Lebih banyak fitur setiap harinya di FFT.com