Inilah 5 Ultras Terbaik di Asia!

Mengapa mereka pantas dianggap sebagai 'ultras terbaik di Asia'? Arief Hadi memberikan alasannya...

Ultras merupakan bahasa latin yang memiliki arti: di luar kebiasaan. Dalam kaitannya dengan sepak bola, ultras biasa dikenal sebagai suporter garis keras yang selalu mendukung tim kesayangannya bermain di laga kandang maupun tandang. Mereka identik dengan atribut seperti: drum, syal, bendera yang memiliki warna sama dengan warna kebesaran klub.

Kehadiran mereka seringkali diidentifikasikan dengan sikap anarki atau kekerasan, karena seringnya timbul bentrokkan antar-fans atau kericuhan di tengah atau selepas laga berakhir. Tapi, tak semua suporter yang masuk kategori ultras berulah. Dukungan fanatis mereka merupakan satu contoh sisi positif kehadiran ultras dalam pertandingan sepak bola.

Koreografi, nyanyian, peran ultras sebagai 'pemain ke-12' selalu menghadirkan pemandangan yang menarik dalam tiap laga sepak bola. Lihat saja keindahan koreografi ala pendukung Milan dan Inter ketika kedua tim sekota ini bertemu, atau aksi nyanyian 90 menit penuh yang dilakukan para ultras Eropa Timur yang selalu membuat bulu kuduk merinding.

Singkat kata, fans dan klub merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dan saling membutuhkan satu sama lain. Ultras sendiri identik dengan sepak bola di Eropa, khususnya di Italia. Namun, jangan salah, Benua Kuning alias Asia juga memiliki basis suporter fanatik yang tak kalah hebatnya dengan Eropa...

1. Al-Hilal

Menyaksikan pertandingan antar-klub itu identik dengan dua hal: thawb (pakaian sehari-hari warga Saudi Arabia) dan komentator berbahasa Arab seperti halnya pengajian di Indonesia. Keseragaman itu menjadi identitas Arab Saudi, termasuk dengan salah satu klub terbaik mereka, Al-Hilal.

Basis fans mereka tak memiliki nama seperti klub lainnya, tapi Al-Hilal memiliki ciri khas koreografi yang kreatif nan unik. Pernah di satu laga Liga Champions Asia 2015 antara Al-Hilal kontra Persepolis, fans Al-Hilal terinspirasi sosok terkenal dalam video game "Mortal Kombat", Sub-Zero, dan menjadikannya koreografi.

Koreografi itu berakhir dengan tulisan "Finish'em" yang juga identik dengan kata yang selalu diucapkan tokoh lainnya, Scorpion. Benar saja, koreografi suporter sukses membakar semangat Al-Hilal yang pada akhirnya menang 3-0.

Koreografi Al-Hilal tak cuma itu, karena mereka juga pernah memperlihatkan koreografi gambar tangan menggenggam bendera Al-Hilal, dan beberapa tulisan kreatif seperti: kembali untuk balas dendam (back 4 revenge), serang (attack), dan kalahkan mereka (defeat'em).

Suporter Al-Hilal memang belum terbentuk di bawah naungan satu grup yang sama laiknya ultras lainnya. Tapi, sikap mereka sudah sama persis dengan ultras dengan mengibarkan bendera, mencoret wajah dengan warna klub, dan terus melantunkan yel sepanjang laga. Mereka hanya butuh seorang pemimpin untuk menyatukan fans dan membentuk ultras Al-Hilal. Anda tertarik?

Pages