Inilah Alasan Kenapa Jose Mourinho Ngotot Membeli Victor Lindelöf dari Benfica

Bertenaga, kuat, cepat dan juara liga Portugal di usia yang baru mencapai 22 tahun, Tom Kundert menjelaskan kenapa Jose Mourinho sangat ngotot untuk membeli Victor Lindelof.

DATA DIRI

  • Lahir: 17 Juli 1994
  • Tempat Lahir: Vasteras, Swedia
  • Tinggi: 6kaki 2inci
  • Posisi: Bek Tengah
  • Negara: Swedia (12 penampilan, 1 gol)

Cerita 60 Detik

Pemain muda penuh sensasi, Renato Sanches, mendapatkan segala pujian saat Benfica menjalani deretan hasil luar biasa yang membuat mereka menjuarai Liga musim 2015/16, yang membuatnya dibeli oleh raksasa Jerman, Bayern Munich. Tetapi, ada peran yang sama penting-nya yang diberikan oleh bek tengah muda asal Swedia, Victor Lindelof, yang kemudian bertahan untuk membantu klubnya mempertahankan gelar liga, sekaligus menjadi sosok kunci di lini belakang mereka.

Dibeli oleh klub asal Lisbon ini saat masih berusia 17 tahun tahun 2011, Lindelof menghabiskan beberapa waktu bermain di Benfica B tanpa merasakan sepakbola di tim utama. Ia akhirnya mendapatkan tempatnya di tim utama di masa-masa krusial perebutan gelar saat dua pemain belakang senior Benfica cedera.

Bek asal Swedia ini langsung memukau semenjak penampilan perdana-nya, saat masuk di menit ke 60 menggantikan Lisandro Lopez yang cedera menghadapi Moreirensi di bulan Januari 2016, bermain di setiap menit dalam 14 laga terakhir Benfica dan membantu timnya menang di 13 pertandingan dan menggeser rival sekota mereka, Sporting, dengan selisih dua poin saja. Musim ini, ia kembali berperan penting di kesuksesan Benfica, bermain di 45 pertandingan, dan membantu timnya lolos dari fase grup Liga Champions dan bertarung di babak 16 besar

Kenapa Anda Harus Mengenalnya

Lindelof nyaris bermain tanpa celah selama 18 bulan, tekelnya selalu tepat sasaran, dominan di udara, dan memiliki kemampuan mencari posisi yang bagus di lapangan meski masih muda

Dia bersinar bersama tim nasional U-21 Swedia saat menjuarai Piala Eropa U-21 di musim panas 2015 silam –mengalahkan Portugal di Final, tentu saja- Lindelof sangat layak untuk berpikir bahwa dirinya harus mendapatkan kesempatan yang lebih banyak di Benfica. Namun ia masih harus menunggu hingga paruh kedua musim, empat tahun lebih setelah ia datang ke raksasa Portugal ini, untuk menerima kesempatan tersebut.

Setelah akhirnya menembus tim utama, ia jelas ingin memanfaatkan secara maksimal kesempatan yang ia dapat. Lindelof nyaris bermain tanpa celah selama 18 bulan, tekelnya selalu tepat sasaran, dominan di udara, dan memiliki kemampuan mencari posisi yang bagus di lapangan meski masih muda dan kurang pengalaman.

Bukti jelas pertama yang bisa disaksikan banyak orang bahwa ia memiliki talenta yang istimewa adalah saat perempat final Liga Champions tahun 2016 menghadapi Bayern Munich, saat bek yang memiliki tinggi 6 kaki 2 inci ini tampil luar biasa di dua leg, walaupun pada akhirnya tim asal Jerman tersebut menang tipis 3-2 secara agregat.

Victor Lindelof, Jonathan Walters

Kalau dia bisa mengatasi Jonathan Walters, dia pasti sudah siap untuk bermain di Inggris