Inilah Enam Calon Pemain Terbaik Musim Ini Versi PFA

Setelah diumumkan siapa saja yang masuk ke dalam daftar calon penerima gelar pemain terbaik versi PFA, Michael Cox memberikan data kenapa pemain tersebut bisa masuk ke dalam daftar tersebut.

David de Gea (Man United)

Tidak perlu dipertanyakan lagi kiprah De Gea musim ini, dirinya menjadi aktor di balik bangkitnya Setan Merah. Penjaga gawang asal Spanyol ini berkali-kali menyelamatkan Manchester United saat para pemain asuhan Louis van Gaal ini masih beradaptasi dengan skema terbarunya. Penampilan gemilangnya sukses membawa kemenangan 2-1 dari Arsenal di Emirates, kala itu, mantan pemain Atletico Madrid tersebut sukses melakukan beberapa penyelamatan sensasional dan di ingat oleh banyak pihak. Penampilannya musim ini bisa di bilang sangat konsisten.

Awal karirnya di Inggris menimbulkan tanda tanya, karena fisiknya yang sangat kurus dan tinggi tidak cocok untuk permainan keras Liga Inggris, akan tetapi, dirinya sukses melatih fisiknya dan sekarang sudah jauh lebih baik dan sukses menjadi pemimpin komando lini belakang United. Saat masih banyak penjaga gawang yang lebih memilih untuk meninju bola, De Gea ternyata sebaliknya. Persentase memperlihatkan semuanya, sebanyak 82% dirinya menangkap bola ketimbang menepis atau meninjunya musim ini tanpa satu kali menjatuhkan bolanya.

Philippe Coutinho (Liverpool)

Pengatur serangan asal Brazil ini sangat menikmati musim ini bersama Liverpool dan mulai menempati posisi yang ditinggalkan oleh Luis Suarez dan Daniel Sturridge yang kerap cedera. Dia sangat cocok dengan formasi 3-4-3 dan juga sukses bermain di posisi depan saat melawan Newcastle United.

Mantan pemain FC Internazionale ini memiliki pergerakan yang pintar dan umpan terobosan yang sempurna, dirinya hanya butuh lebih efisien saja di lini ketiga pertahanan lawan, rekornya saat ini adalah 4 gol dan 4 assist, sebuah rekor yang bisa di bilang tidak bisa terlalu buruk, tetapi belum begitu sesuai dengan standar PFA Player of the Year.

Eden Hazard (Chelsea)

Pemain Belgia ini sudah dipastikan masuk ke dalam tim terbaik tahun ini versi PFA untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Walaupun penampilan rekan setimnya menurun tajam dalam beberapa pekan terakhir, Hazard sukses melanjutkan penampilan bagusnya dan bisa jadi dia adalah penyerang serba bisa terbaik Liga Inggris musim ini.

Dia menciptakan peluang lebih banyak dari Fabregas, memiliki presentase tembakan lebih baik dari Sergio Aguero dan memiliki complete dribble yang lebih baik dari pemain manapun di divisi teratas Inggris ini. 12 golnya diciptakan di 12 pertandingan yang berbeda, hal ini menyimpulkan permainannya sangatlah solid dan konsisten.

Eden Hazerd memang belum menciptakan gol spektakuler seperti yang dilakukan oleh Gareth Bale dua tahun yang lalu atau menampilkan penampilan individu yang gemilang seperti Luis Suarez musim lalu, tetapi Hazard sangat pantas untuk menerima gelar PFA Player of the Year.

Alexis Sanchez (Arsenal)

Teknik yang luar biasa dengan determinasi tinggi dan daya juang menjadikan Sanchez sangat dinamis dan sempurna untuk sepakbola Inggris. Dia menjadi pemain penting Arsenal saat menyerang.

Memiliki kemampuan mencetak gol, mengirimkan umpan dan rajin membantu pertahanan, Sanchez telah bermain di berbagai posisi bagi Arsenal musim ini dan telah beramain di empat posisi yang berbeda dari formasi 4-2-3-1 Arsenal musim ini. 14 gol dan 8 assist dibukukannya pada musim pertamanya di sepakbola Inggris, dan dengan sisa sebulan kompetisi, bukan tidak mungkin dirinya menjadi figur penting Arsenal dalam mengejar poin Chelsea musim ini.

Diego Costa (Chelsea)

Tipikal penyerang kesukaan Jose Mourinho, Costa memiliki kapasitas untuk bergerak memotong pertahanan dan mendekati arah akhir dari umpan silang yang dikirimkan kepadanya. Penyerang kelahiran Brazil ini bisa langsung melepaskan tembakan atau sundulan keras ke gawang karena keunggulannya kemampuan tekniknya.

Presentase dirinya dalam mengkonversi kesempatan menjadi sebuah gol sebesar 33%, angka ini termasuk tinggi dari pemain lainnya di liga, hal ini menegaskan bahwa mantan pemain Atletico Madrid ini bukanlah pemain yang suka terlibat dengan rekan-rekannya dalam menciptakan peluang dibandingkan dengan penyerang lain. Walaupun begitu, rasio golnya per-menit lebih banyak dari Aguero ataupun Kane. Hanya masalah kebugaran dan dispilinnya yang bisa membuatnya gagal.

Harry Kane (Tottenham)

Kane mencetak gol dengan cara yang sangat simple, membuat kita berharap melihat dirinya mencetak gol terus-menerus dan debutnya di tim nasional Inggris datang dengan kejutan yaitu mencetak gol saat debutnya. Yang paling kita ingat saat awal musim adalah, bursa taruhan menempatkan 1000/1 baginya untuk menjadi top skorer, sekarang? Bisa jadi yang memasang taruhan padanya bukan tidak mungkin akan menjadi kaya raya.

Tidak banyak pihak yang mengetahui dengan pasti seberapa bagusnya Harry Kane atau berapa lama penampilan gemilangnya akan bertahan. Ketika Spurs menguasai bola, Kane dengan konsisten akan mencari jalan keluar dari penjagaan pemain lawan terhadap dirinya, entah itu dengan kembali ke belakang untuk membantu menciptakan peluang atau bergerak untuk memotong pertahanan lawan. Satu yang pasti, sentuhannya sangat baik, penempatan posisinya juga pintar yang mana hal ini bukanlah sesuatu yang bisa kita ajarkan kepadanya, semua itu dilengkapi dengan penyelesaian akhirnya yang sangat baik. Akan menjadi sebuah kejutan apabila dirinya tidak mendapatkan gelar pemain muda terbaik versi PFA.