Inilah Pemain Iran Yang Memiliki Hasrat Bermain Untuk Arsenal

Hamed Momeni menjelaskan kenapa "rising star" asal Iran, Sardar Azmoun disebut-sebut sebagai salah satu pencetak gol terbaik negaranya yang sangat mendambakan sepakbola menyerang.

Kisah 60 Detik

Striker andalan Iran, Sardar Azmoun, memulai karirnya di usia sembilan tahun. Dua tahun kemudian, si penggila olahraga ini dipanggil ke tim nasional Iran U-12. Setahun kemudian Sardar menyerah dengan sepakbola dan malah jadi pemain voli, olahraga yang dekat dengan keluarganya, terutama sang ayah yang merupakan mantan pemain voli tim nasional Iran. Untungnya saat ia masih kecil, keluarganya mendukung keputusannya untuk memilih sepakbola.
 
Setelah itu Sardar ditawari bermain untuk tim lokal oleh seorang pencari bakat. Dimulai dari sana, ia dipanggil ke tim nasional Iran U-17 sebelum menemukan jalan ke tim nasional U-19. Untuk tim U-19, Sardar berpartisipasi di Piala Commonwealth yang diadakan di Rusia pada tahun 2012, di mana ia finis sebagai pencetak gol terbanyak untuk turnamen tersebut setelah mencetak tujuh gol dalam enam pertandingan. Saat itulah ia meraih perhatian pemandu bakat terkemuka Rusia untuk penandatanganan internasional pertamanya dengan Rubin Kazan.
 
Sardar mencetak gol pertamanya untuk klub Rusia di putaran terakhir kualifikasi Liga Europa melawan tim Norwegia Molde FK. Pemain 18 tahun itu masuk sebagai pemain cadangan di menit ke-64 dan dua puluh menit kemudian memasukkan namanya ke papan skor dalam pertandingan keduanya untuk tim senior Rubin Kazan. Ia bergabung dengan pemain-pemain seperti veteran Iran Ali Daei, Mehdi Mahdavikia, dan Javad Nekounam yang pernah mencetak gol di kompetisi antar klub Eropa. Sardar kemudian dipinjamkan ke FK Rostov pada awal 2015 dalam upaya untuk menyelamatkan klub kecil itu dari degradasi.    
 

Mengapa Anda Harus Mengetahui Tentangnya  

Penggemar sepak bola di Iran merindukan sepakbola cepat. Kecepatan dan keindahan dari permainan ini adalah instrumen untuk menggaet penggemar agar mau menonton pertandingan di Iran. Taktik defensif yang membosankan tidak populer di kalangan penggemar Iran, bahkan jika metode permainan seperti itu menghasilkan sesuatu yang mereka kejar (kemenangan). Itulah sebabnya orang-orang seperti Ali Daei atau Ali Karimi membangkitkan penonton dengan kemampuan mereka yang menakjubkan dan merupakan pemain paling populer dan paling banyak ditonton.
 
Setelah pensiun dari karir internasional pada akhir Piala Dunia 2006, Ali Daei, Tim Melli belum belum pernah lagi menghasilkan pemain berbakat di lini serang. Ahli sepakbola di Iran sekarang dengan suara bulat berpendapat bahwa Sardar Azmoun adalah satu-satunya striker yang memiliki potensi untuk menggantikan Ali Daei.
 
Kepindahan dini Sardar ke sepakbola Eropa di usia 18 adalah indikasi dari masa depan yang cerah yang ada di depannya. Selain itu, mencetak gol melawan Korea Selatan, Irak dan Qatar dalam pertandingan persahabatan internasional, dan Piala Asia 2015 di Australia, menunjukkan keterampilan mencetak gol yang kuat dan masa depan yang menjanjikan.

Kekuatan

Meskipun baru berusia 20 tahun, ada  banyaksifat positif dalam dirinya, baik di dalam dan luar lapangan. Di Iran, Sardar sering dibandingkan dengan bintang Argentina, Lionel Messi. Kemampuan dribbling yang luar biasa, kemampuan membaca permainan, kontrol yang menakjubkan saat menguasai bola, visi yang luar biasa untuk mencetak gol dan penyelesaian akhir yang hebat adalah atribut utamanya. Di luar lapangan, dia adalah orang muda yang berkepribadian rendah hati yang selalu berusaha untuk mempelajari pelajaran baru dari pelatih-nya.

Menurut Sardar, dirinya sangat beruntung memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan mantan pelatih Real Madrid dan tim nasional Portugal, Carlos Queiroz. Meskipun tidak masuk skuad untuk Piala Dunia 2014 di Brasil, Sardar memuji kemampuan teknis dan manajerial Queiroz dan mengakui ada banyak pelajaran yang dipetiknya dari manajer asal Portugal itu.

Kelemahan

Sardar mengaku bahwa Liga Primer Rusia memiliki pemain yang secara fisik kuat. Namun, tubuh ramping Sardar tidak memungkinkan dia untuk berhadapan satu lawan satu, terutama dengan pemain kuat. Untuk alasan yang sama, ia dapat dengan mudah tersandung atau terjatuh jika bertabrakan dengan pemain lain. Namun, mengingat usianya yang masih muda menjadi pertimbangan, Sardar dapat dengan mudah mengatasi kelemahan tersebut dengan latihan mengasah kebugaran dan pengkondisian yang memadai.

Apa Kata Mereka

Carlos Queiroz telah bekerja dengan beberapa pemain depan terbaik di dunia, termasuk Cristiano Ronaldo pastinya. Jadi, ketika pelatih Iran menjelaskan bahwa gol kemenangan Azmoun melawan Qatar sebagai gol brilian yang akan menbuat banyak striker top merasa bangga, orang-orang pun mencari tahu. "Itu pergerakan spesial dari seorang penyerang tengah," katanya. "Cara dia menggerakkan bola benar-benar brilian. Untuk pemain muda ia memiliki masa depan yang luar biasa di hadapannya."

Tahukah Anda?

Sardar berasal dari provinsi Golestan di timur laut Iran. Orang-orang dari kotanya cukup gembira melihat Sardar mewakili kota kecil tercinta mereka di Tim Melli dan luar negeri di Eropa.
 
"Ketika saya mencetak gol melawan tim Norwegia, Molde FK, semua orang di kota asal saya merayakan gol saya setelah pertandingan dan senang melihat gol pertama saya di turnamen Eropa," kata Sardar.
 
Striker berbakat 20 tahun juga mencintai sesama warga dan kampungnya di mana pelat nomor mobil memiliki jumlah 69. Oleh karena itu mengapa Sardar memakai seragam nomor 69 hanya untuk menunjukkan sedikit kebanggaan akan kota kelahiran dan masyarakatnya.

Apa Selanjutnya?

Meskipun Tim Melli tersingkir dini dari Piala Asia pada bulan Januari, performa Sardar yang menarik perhatian selama debutnya di turnamen telah mendorong pencari bakat untuk mengawasi anak muda Iran ini.
 
"Sebagai pemain salah satu ambisi saya adalah untuk bermain di Liga Primer Inggris," kata Sardar kepada FourFourTwo secara eksklusif.
 
"Saya selalu memimpikan untuk bermain bersama Arsenal di bawah arahan Arsena Wenger. Pelatih The Gunners asal Perancis sangat terkenal untuk mempercayai pemain muda dan memberikan mereka kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan kemampuannya.
 
"Itu adalah momen yang membuat para pemain muda yang tidak berpengalaman menjadi pemain besar dan masa depan yang cerah menunggu pemain muda yang bertalenta tersebut. Saya mungkin terlihat ambisius, tetapi itu adalah hal yang normal bagi pemain. Harapan terbesar saya adalah suatu hari nanti saya bisa mengangkat trofi yang sangat didambakan banyak pemain, Liga Champions."
 
Simak yang lain di #FFTAsia50
 
FourFourTwo 50 Pesepakbola Asia Terbaik bekerjasama dengan Samsung SportsFlow - memberikan Anda liputan olahraga terlengkap dalam satu aplikasi. Unduh dan temukan lebih banyak lagi di www.sportsflow.me