Inilah Pemain-Pemain Muda yang Sukses Mencuri Perhatian di Piala Presiden 2017

Regulasi pemain muda yang mulai diterapkan PSSI sejak Piala Presiden 2017 mulai memberikan hasilnya. Beberapa pemain muda potensial sukses merebut perhatian karena memaksimalkan kesempatan yang diberikan. Siapa saja?

Febri Hariyadi (Persib Bandung)

Febri Hariyadi terus mempertahankan sinarnya di Persib Bandung. Pada Piala Presiden 2017, pemain yang bisa bergerak sebagai gelandang, sayap, dan bahkan penyerang jika dibutuhkan ini punya catatan yang bagus. Menurut Labbola, Febri tercatat melakukan 13 dribel sukses dalam tujuh penampilan di turnamen ini. Ini adalah jumlah tertinggi di Piala Presiden 2017.

Total pemain yang dipanggil Bow ini juga menciptakan tiga assist dan satu gol. Satu golnya itu ia ciptakan ke gawang PSM Makassar dalam laga kedua fase grup di Stadion Si Jalak Harupat.

Terbukti ia kembali ‘berulah’ dengan menciptakan assist kepada Sergio van Dijk saat berhadapan dengan Persela Lamongan. Bahkan Febri dalam laga tersebut bisa dibilang menjadi pemain yang cukup licin. Tak jarang para pemain belakang Persela, tak mampu mengejar pemain yang juga mendapat julukan ‘RX-King’ karena larinya yang sulit dikejar ini.

Tak mengherankan jika ia terpilih mengikuti seleksi timnas Indonesia U-22 di bawah asuhan Luis Milla dan di akhir turnamen dianugerahi predikat pemain muda terbaik di Piala Presiden 2017.

Nasir (Arema FC)

Dari segi nama, pemain yang satu ini memang kalah tenar jika dibandingkan Bagas Adi Nugroho dan Hanif Sjahbandi, dua rekannya di Arema yang pernah menjadi buah bibir berkat sepak terjang mereka di tim nasional U-19 dan di level klub. Kedua pemain itu bahkan sempat menjalani trial dengan klub Jepang, yang membuat nama mereka kian dikenal oleh para pecinta sepakbola nasional.

Meski begitu, performa apik Nasir di sisi kiri penyerangan Arema sukses mencuri perhatian. Dalam laga final Piala Presiden 2017 hari Minggu (12/3) kemarin, dia adalah pemain Arema pertama yang mencatatkan tendangan ke gawang Pusamania Borneo FC. Sayang keikutsertaannya di laga puncak itu hanya selama 45 menit saja, karena ia mengalami cedera kepala ringan pasca bertabrakan dengan bek PBFC, Kunihiro Yamashita.

Nasir memang tak mencetak gol di sepanjang gelaran turnamen ini, tetapi lompatannya besarnya dari seorang pemain muda eks Persatu Tuban yang tak dikenal di awal tahun ini menjadi salah satu pemain muda yang menonjol di Arema, yang membuatnya dipanggil seleksi tim nasional U-22, membuktikan bahwa ia berhasil memanfaatkan Piala Presiden 2017 untuk mengembangkan namanya.