Wawancara

Jack Wilshere: "Saya Menonton Piala Dunia Seperti Seorang Suporter"

Jack Wilshere

Mantan gelandang Arsenal berbicara dengan jurnalis FFT Chris Flanagan dia tidak berhenti memberikan dukungan untuk negaranya meski didepak Gareth Southgate dari skuat tim nasional Inggris...

We are part of The Trust Project What is it?

Sudah enam tahun sejak terakhir Jack Wilshere menyaksikan turnamen besar dari rumahnya - tetapi itu tidak akan menghentikannya mendukung Inggris di Piala Dunia.

Dia adalah anggota skuat timnas Inggris untuk Piala Dunia 2014 dan Euro 2016, tapi Wilshere tidak berhasil masuk dalam daftar 23 pemain yang diupilih Gareth Sotuhgate untuk turnamen musim panas ini. Sebagai gantinya, dia pergi ke pub di London untuk mendukung teman-temannya dari jauh.

“Secara pribadi, saya pikir mereka punya bakat dan kemampuan untuk  melajujauh,” katanya kepada FourFourTwo.

"Pada awalnya saya pikir mungkin cukup sulit untuk menonton turnamen ini, tapi saya menonton setiap pertandingan seperti seorang suporter sekarang," kata Wilshere. "Saya duduk di tepi kursi saya, memberi tahu anak-anak saya untuk diam karena saya mencoba untuk menonton pertandingan. Saya berada di Ibiza saat  pertandingan pertama dengan istri dan anak-anak saya - kami menemukan bar kecil, karena saya merasa seperti saya harus menontonnya."

Jack Wilshere, Jamie Vardy

Suasana yang Kondusif

Wilshere jelas lebih memilih berada di Rusia bersama skuat, tetapi dia merasa terkesan oleh apa yang dilihatnya dari tim Inggris sejauh ini - dan dia juga mendengar hal-hal baik dari dalam skuat.

"Formasi tampaknya bekerja cukup baik," katanya. "Saya telah berbicara sedikit dengan Danny Welbeck dan itu berbeda dengan bagaimana hal itu terjadi di masa lalu; dia mengatakan kepada saya dia menikmati suasana kamp latihan. Mereka tahu apa yang mereka lakukan pada hari libur, mereka memiliki beberapa hari, dan mereka menikmatinya. "

Wilshere adalah salah satu pemain yang meraskaan pahitnya kekalahan di babak 16 besar melawan Islandia dua tahun lalu - bermain sebagai pemain pengganti saat pasukan Roy Hodgson tidak dapat mencetak gol penyama kedudukan. 

"Saya pikir mereka ingin melakukan seuatu dengan tepat, bukan hanya pertandingan Islandia tetapi sudah 12 tahun sejak Inggris memenangi pertandingan fase gugur," kata Wilshere. "Anda melihat beberapa pemain yang dimiliki Inggris selama 12 tahun terakhir dan itu tidak terasa benar, seharusnya tidak terjadi. Itu akan menjadi target terbesar: untuk memenangi pertandingan fase gugur."

"Kolumbia adalah pertandingan yang sulit - setiap pertandingan di Piala Dunia akan  sulit. Sudah ada banyak pembicaraan tentang tim-tim yang bisa Inggris hadapi (di fase gugur). Sebagai pemain dan staf, mereka akan bahagia, tetapi pada saat yang sama mereka tahu ini adalah pertandingan yang sulit. Kolombia adalah tim dengan pemain berbahaya."

Inggris adalah finalis Piala Dunia paling akhir yang berada di bagian bawah bagan undian - tidak ada negara lain yang masih terlibat yang mencapai final sejak 1966. Namun, setelah berada di skuat dalam turnamen sebelumnya, Wilshere mengatakan para pemain tidak akan membiarkan diri mereka berpikir tentang mencapai final sekarang.