Blog

PROFIL: Jadon Sancho, Raja Assist Bundesliga

Bintang muda Inggris ini mencatatkan lebih banyak assist dari Messi dan Ronaldo walau baru satu kali turun sebagai starter.

We are part of The Trust Project What is it?

Rekor tak terkalahkan Borussia Dortmund di awal musim Bundesliga 2018/19 terancam berakhir ketika tertinggal 2-1 dari Bayern Leverkusen dengan 22 menit tersisa. Namun seperti yang telah terjadi sepanjang musim ini, Lucien Favre memiliki kartu as.

Christian Pulisic ditarik keluar untuk memberi tempat pada eks penggawa Manchester City, Jadon Sancho, dan hanya 70 detik kemudian Dortmund menyamakan kedudukan - Sancho dan Marco Reus bertukar umpan di sayap kanan sebelum nama terakhir mengirim bola melewati kiper Leverkusen, Lukas Hradecky.

Sebelum bubaran, Sancho juga mengarsiteki aksi Paco Alcacer, gol keempat Dortmund pada malam itu.

Sancho dan Reus sekarang sudah ambil bagian dalam enam gol musim ini, seiring Dortmund tidak hanya berada di puncak klasemen Bundesliga, tetapi juga jadi klub paling subur. Sancho-lah yang mencuri panggung pada Sabtu itu, dan yang diprediksi bakal bersaing dengan nama-nama elit di sepakbola.

Hebatnya, Sancho cuma satu kali tampil sebagai starter di Bundesliga musim ini, namun memiliki lebih banyak assist (enam) daripada Cristiano Ronaldo (dua) dan Lionel Messi (empat).

Performa gemerlap Sancho telah dibalas dengan kontrak jangka panjang di Westfalenstadion, memastikan pemain sayap berusia 18 tahun itu terikat di klub sampai 2022, sementara Gareth Southgate mencantumkan namanya di skuat Inggris terkini.

"Dia sangat bagus, dia bisa melakukan hal-hal yang jarang saya lihat," kata direktur olahraga Dortmund, Michael Zorc. "Meskipun dia adalah tipe pemain yang berbeda - sejauh mana tindakannya tidak untuk bertahan - dia mengingatkan saya dari Ousmane Dembele."

Hidup bisa menjadi sangat berbeda untuk Sancho jika dia memilih untuk tetap di Etihad musim panas lalu.

Salah satu prospek paling bersinar di Inggris, potensi penyerang ini terlihat jelas selama bertahun-tahun dan City bekerja keras untuk mengamankan kesepakatan dengan Watford, mengungguli klub Liga Primer Inggris lainnya pada 2015.

Seperti banyak talenta muda City, rute Sancho ke tim utama diblokir oleh skuad bertabur bintang Pep Guardiola. Phil Foden dan Brahim Diaz sedikit mencicipi rasanya bermain di lini tengah City, namun transfer Sancho ke klub papan atas Jerman telah menjadi kesuksesan yang tak perlu dipertanyakan.

"Saya sangat senang bahwa saya memutuskan untuk pindah ke Dortmund lebih dari setahun yang lalu, karena semuanya ternyata benar: kota ini hidup seperti kota sepakbola yang lain, dan pemain muda BVB diberi waktu bermain," kata Sancho kepada laman resmi klub. "Di sini saya bisa berkembang dengan sangat baik. Saya benar-benar bahagia dan puas dan bangga menjadi bagian dari tim ini."

Benar saja, perubahan pemandangan mungkin menjadi faktor bagi Sancho untuk beradaptasi dengan kehidupan di lapangan, tetapi kepercayaan untuk mengembangkan pemain muda dan kebebasan penuh untuk bermain adalah alasan di balik peran cameo-nya yang menakjubkan selama setahun terakhir. .

Setiap kali Sancho dibawa ke lapangan oleh Dortmund, nomor tujuh dengan bangga tergores di punggungnya, ada kepercayaan diri yang datang bersamanya, hampir seperti arogansi, seolah-olah Guardiola mengawasi apa yang seharusnya terjadi.

Dan sementara pelatih asal Catalunya itu telah membangun sebuah tim pemecah rekor, pemenang gelar Liga Primer di Manchester, klub itu mungkin merasa seolah-olah mereka telah membiarkan bintang top terlepas dari genggaman mereka.

Sancho saat ini memiliki segalanya untuk menjadi salah satu penyerang terbaik di Eropa. Angka kreativitasnya setara dengan mereka yang bersaing untuk Ballon d'Or dan ia terus disamakan dengan pemain yang bersinar pada usia dini.

Eks penggawa Dortmund dan pemain depan Barcelona saat ini, Dembele, kerap dikaitkan dengannya. Adapun Dan Micciche - yang bekerja dengan skuat muda Inggris U15 dan U16  - percaya bahwa Sancho memiliki potensi untuk menjadi Neymar-nya Inggris, jika dia terus diberi waktu bermain di Jerman .

“Asalkan dia tidak dibatasi, dia bisa menjadi pemain seperti Neymar - dalam hal tidak dapat diprediksi, bermain di sisi kiri. Dia flamboyan, menghibur untuk ditonton. Tapi seperti Neymar, dia juga tampil efektif dengan itu. Di sebagian besar laga, dia akan menciptakan sesuatu - ini bukan kontes kecantikan. Dia tidak berada di atas lapangan untuk melambungkan bola di atas kepala lawan untuk kepentingan itu."

Sancho sekarang setidaknya masih punya empat tahun di Dortmund untuk membuktikan mengapa namanya layak disebut bersama dengan para bintang yang ada di sepakbola sejauh ini.