Januari atau Juni: Lebih Baik Beli Pemain Sekarang Atau Nanti?

Saat ini adalah masa-masa menentukan bagi setiap keputusan yang di ambil oleh klub pada bursa transfer musim dingin, apakah mereka membeli pemain sekarang atau menunggu hingga bursa transfer musim panas nanti, Louis Massarella memberikan sebuah analisis bagaimana pembelian dan penjualan pemain enam bulan lebih cepat bisa mempengaruhi klub Anda...

Peringatan: Apa yang akan kamu baca bisa mempercepat bulan Januari dan tidak ada artinya. Mungkin tidak semuanya buang-buang waktu, namun berubah jadi perjudian karena hasil riset terakhir menyarankan tidak ada kaitan antara transfer musim dingin dengan peringkat akhir Premier League.
 
Aneh namun begitu adanya seperti Portsmouth ditangan Harry Redknapp. 2006 mereka berhasil bertahan setelah kedatangan tujuh pemain (meskipun siapa tidak menyangka perbedaan satu tingkat terjadi semenjak bulan Januari hingga Mei.)
 
Mendatangkan delapan pemain tidak bisa menyelamatkan Cardiff musim lalu, pada 31 Desember musim lalu klub yang berasal dari Wales berada di luar zona degradasi.
 
Para klub dalam satu dekade membuktikan bahwa semakin dekat dengan dasar klasemen maka berbanding lurus dengan belanja pemain di bulan Januari. Hampir menyentuh angka lima kali dari normal ini faktanya.
 
Pengecualian datang untuk Chelsea. Klub London ini seperti disfungsional karena kerap belanja besar-besaran di bulan sekarang. Dikarenakan Roman Abramovich senang membeli pemain dengan nama besar, ketika klub lain menekankan pada nilai maka tidak bagi mereka.
 
“Bursa transfer merupakan saat yang sulit untuk dilewati,” jelas Manager Leicester Nigel Pearson baru-baru ini. “Ketika kamu membangun sebuah kekuatan lebih baik dilaksanakan pada musim panas. Bulan Januari adalah saat dimana inflasi terjadi, karena semua tahu tingkat kebutuhan meningkat, sehingga memaksa pasar mengikuti.”
 
Dalam kata lain, musim tidak jalan sesuai rencana dan perubahan harus segera dilaksanakan. Dan semua orang mengerti akan hal itu.

Tetap atau Berubah?

Dalam sebuah keadaan sangat sulit bagi klub bisa menggabungkan kepentingan klub dan finansial.
 
Satu pengecualian bulan ini bagi Winston Reid, yang pada saat tulisan ini dikerjakan tengah dihubungkan dengan Arsenal dari West Ham. Seperti kebanyakan pemain yang pindah di tengah musim bek tengah asal Kiwi akan habis kontraknya, kepindahan dirinya ditaksir mencapai tiga juta poundsterling, akan saling menguntungkan dua belah pihak.
 
Andai kata The Hammers berhasil ke Europa League atau gagal, uang yang akan mereka dapatkan sekitar dua juta, sementara perbedaan hadiah dan hak siar berada di urutan enam atau tujuh Premier League juga berada di angka yang sama.

Allardyce dan Direksi Memegang Penuh Masa Depan Reid

Allardyce dan Direksi Memegang Penuh Masa Depan Reid

West Ham akan rugi sekitar satu juta. Mereka akan mendapat tambahan dari pemain yang akan habis kontraknya di akhir musim. Seperti ketika Sam Allardyce dengan Tal Ben Haim ketika menjualnya dari Bolton ke Chelsea di Januari 2007.
 
Akan menjadi hal berbeda apabila anak asuh Allardyce mengincar lolos ke Champions League seperti halnya Arsenal. Dengan minimnya cadangan Arsene Wenger di posisi bek tengah, posisi empat besar akan menjadi pertaruhan besar. Selain pembelian musim panas Mathieu Debuchy, Callum Chambers, harga tiga juta bukanlah masalah, dibanding dengan kerugian besar apabila gagal lolos ke kompetisi regional.

Mengambil Resiko dan Menghasilkan

Bagi penjual dan pembeli apapun level mereka setiap transaksi di Januari akan ada elemen perjudian. Belajar dari pengalaman lima tahun sebelumnya, Bolton membiarkan Gary Cahill pindah ke Chelsea dengan harga tujuh juta poundsterling di 2012 ketimbang mempertahankan hingga kontraknya habis. Untung bagi The Trotters karena enam bulan kemudian sang pemain bisa pindah dengan gratis.
 
Bagi Chelsea angka tersebut bukanlah hal besar, namun pembelian bek berusia 26 tahun yang belum teruji di Eropa dan ajang internasional menjadi ajang perjudian. Setelahnya pemain tersebut berhasil membuktikan kualitasnya dengan menjadi bagian sukses juara Champions League dan FA begitu pula di tim nasional Inggris. Semua berjalan sesuai rencana namun tidak bagi Bolton karena harus turun kasta akibat selisih gol.

Bolton menjual Cahill £7 juta, tetapi mereka terdegradasi tanpanya

Bolton menjual Cahill £7 juta, tetapi mereka terdegradasi tanpanya

Jika saja Bolton seperti Chelsea, hal tersebut akan sulit karena bagaimanapun menahan pemain yang sudah ingin pindah bukanlah opsi terbaik meskipun di tengah musim. Seperti yang sudah dikatakan oleh Peter Ridsdale, yang melihat gejolak harga mahal bagi pemain kurang terkenal, sebelum bertugas di Cardiff, Plymouth, Barnsley dan Preston.
 
“Jika pemain sudah tidak ingin bermain untukmu, paling benar adalah mencari apa yang terbaik bagi klub,” kata Ridsdale Januari lalu, menjelaskan  apa yang ia bilang “permainan tikus dan kucing” dalam bursa musim dingin.

Waktu Sempit, Tekanan Besar

Sebelum dua klub mencapai sebuah kesepakatan, ada satu hal yang sering dilupakan yaitu sang pemain. “Dari kacamata pemain, saya rasa kebanyakan lebih baik pindah pada musim panas,” kata legenda Sunderland Michael Gray di 2010.
 
“Ketika pindah di Januari, pemain akan mulai lagi dari awal. Apakah itu mereka dibeli untuk membantu the winning team atau menyelamatkan klub yang tengah di jurang degradasi. Apapun alasannya tekanan ada di mereka. Mungkin akan mendapatkan dua atau tiga hari sebelum menciptakan sebuah keajaiban.”
 
“Pelatih sudah tahu kemampuan pemain sebelum mereka datang, namun apakah kondisi mental pemain bisa diketahui juga? Apa bisa langsung bermain? Karena itulah mereka didatangkan. Akankah ia memberikan dampak yang diharapkan? Bagaimana reaksi jika tidak sesuai harapan?”
 
“Tadi adalah beberapa pertanyaan relevan di bulan Januari. Tanpa diragukan, pemain yang dibeli musim dingin akan menerima tekanan lebih besar ketimbang musim panas.”

Mmm... Kita Semua Tahu Bagaimana Karir Pemain ini di Chelsea

Mmm... Kita Semua Tahu Bagaimana Karir Pemain ini di Chelsea

Terlebih bagi pemain depan. Dalam lima transfer musim dingin, lebih dari separuh yang berpindah klub adalah pemain tengah atau depan dengan karakter menyerang, alasannya sederhana karena mereka lebih bisa memberikan kontribusi langsung.
 
Coba dipikir kembali, berapa banyak pemain belakang yang pindah di bulan ini dan mendapat label pahlawan pada akhir musim? Bermain di posisi seperti ini mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk adaptasi. Ketika ada pemain yang berhasil, kredit akan tetap diberikan bagi rekannya yang berada di depan.
 
Faktanya, banyak pemain membutuhkan waktu di lingkungan baru. Butuh waktu lama untuk membuktikan kualitas aslinya dan ingat untuk Daniel Sturridge (kerja bagus Liverpool!), ada dua Fernando Torres (kerja bagus Liverpool!) atau Andy Carroll (kurang beruntung Liverpool!), beli mahal karena panik tidak mampu memberikan tambahan kekuatan atau berhentikan masalah.
 
Statistik tidak berbohong, pembelian Januari atau tujuh mungkin bisa menyelamatkan musim namun jangan berharap banyak.