Jatah Liverpool Tinggal Dua Lagi

The Reds kembali menghidupkan asa untuk masuk empat besar Premier League akhir musim nanti, usai mengalahkan Newcastle 2-0 dini hari tadi. Kini dengan enam laga tersisa mereka hanya punya jatah dua kali kalah.

Mengapa dua?

Setiap tim ingin selalu ada perbaikan di tiap musim begitu pula dengan penghuni Anfield. Bisa bersaing meraih titel musim kemarin hasil dari performa apik tak bisa diteruskan melihat situasi sekarang. Dua kali kalah beruntun dari United dan Arsenal hanya akibatkan mimpi sulit tercapai.

Melihat grafik perolehan poin tahun sebelumnya, pedal gas diinjak dalam ketika paruh musim kedua berjalan. Akhirnya selama rentang dari awal tahun hingga akhir musim mereka menderita empat kali kalah dari semua laga domestik. Termasuk saat kapten fantastik terpleset di kandang sendiri buat Demba Ba leluasa menipu Mignolet.

Menilik apa yang mereka suguhkan kemarin maka jatah untuk kalah hanya tinggal dua kali lagi di sisa kompetisi. Jadwal mereka enam laga ke depan hanya lawatan ke Stamford Bridge dibilang sebagai paling sulit. Sisanya seharusnya bisa mereka kandaskan dengan mudah berturut-turut kubu yang akan dihadapi adalah West Brom, Hull, QPR, Crystal Palace, dan Stoke sebagai penutup.

Walau secara urutan semua ada di bawah namun liga ini menyajikan kejutan-kejutan tak terduga. Sudah kantungi 57 poin selisih empat dari City yang berada di atas mereka, maka secara total (bila kalah dua kali) maka angka terakhir bagi anak asuh Brendan Rodgers adalah 69. Untuk musim lalu itu hanya cukup untuk bertahan di urutan ke-enam dimana mereka nangkring sebagai runner-up setelah mengumpulkan 84 poin.

Kalaupun The Reds hanya kalah satu kali dari Chelsea maka hanya menambah tiga angka saja total 72 hanya layak menghuni urutan lima, sama dengan posisi mereka saat ini.

Harapan agar bisa menembus empat besar hanya tinggal berharap agar City kesulitan mengambil poin di sisa laga. Enam laga juga jatah tersisa ada beberapa pertandingan tricky yang bisa menyandung perolehan poin, disamping suasana ruang ganti kurang mendukung akibat terus melorot dari nomor dua klasemen.

Tottenham, Swansea, serta Southampton jadi laga bisa memperlambat perolehan poin penghuni Etihad Stadium dan Anfield selain harus menjaga konsistensi harus banyak berdoa supaya bisa melewati rival United.

Di akhir sama seperti musim lalu, City dan Liverpool saling berebut tempat guna berlaga di kompetisi regional paling bergengsi. Padahal musim sebelumnya mereka juga saling jegal untuk jadi yang terbaik.

Sumber gambar utama: www.liverpoolecho.co.uk