Jean Michael Seri: Playmaker Nice yang Membuat London Utara 'Berperang'

Jean Michael Seri

Michael Yokhin memberikan ulasannya mengenai gelandang menyenangkan milik Nice yang mendapatkan perhatian lebih dari klub-klub Premier League setelah penampilan hebatnya di Ligue 1 musim lalu.

Cerita 60 detik

Arsenal dan Tottenham dikabarkan tertarik dengan bintang lini tengah Nice, Jean Michael Seri, pada bursa transfer musim panas ini – dan mereka tentu saja tidak sendirian. Everton, Leicester,  dan Southampton juga digosipkan tertarik, dan tidak sulit untuk menemukan alasannya. Pemain Pantai Gading berusia 25 tahun ini sudah menjadi jantung permainan tim yang menjadi bahan pembicaraan di Ligue 1 dan berhasil lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya.

Nice memainkan sepakbola menyerang, dan hasil-hasil spektakuler yang mereka dapatkan salah duanya adalah menghancurkan sang juara, Monaco, dengan skor 4-0 dan juga kemenangan 3-1 atas klub multimiliuner: PSG. Seri, yang nyaris selalu ada di starting line up, membuat tim ini menyatu dengan sempurna.

Hanya Morgan Sanson-nya Marseille yang menciptakan lebih banyak assist dari sembilan assist yang dicatat Seri, dan orang Pantai Gading ini juga menyumbangkan enam gol. Namun kontribusi sepenuhnya pemain ini ada di luar statistik. Seri adalah bintang sebenarnya dan ia siap untuk sebuah kepindahan besar.

Mengapa Anda Perlu Mengenalnya

Seri adalah seorang pemain tengah serba-bisa yang berdedikasi tinggi, pekerja keras, rendah hati, dan selalu mau untuk belajar. “Saya mendengarkan kritikan lebih dari pujian, karena itu adalah cara untuk berkembang. Anda tidak akan bisa berkembang jika hanya fokus pada segalanya yang Anda lakukan dengan benar,” ucapnya ke Sportif 225 di tanah airnya.

Sifat seperti ini adalah alasan di balik meningkat pesatnya bakat yang ia miliki. Seri bahkan dulu bukan pilihan utama di klub Pantai Gading, ASEC Mimosas, namun akhirnya bisa mencuri hati sang pelatih, Sebastien Desabre, yang menyebut, “Ia adalah seorang pendengar yang sangat baik.” ‘Mika’, begitu ia biasa dipanggil, meledak di musim keduanya di klub ini dan mendapatkan perhatian dari para pemandu bakat asal Portugal.

Porto mendatangkan Seri di tahun 2012, tapi hanya menggunakannya di tim cadangan tanpa memberikannya kesempatan di tim utama. Ia sama sekali tidak protes. Ia kemudian pindah ke klub yang lebih kecil di Portugal, Pacos de Ferrera, dan perlahan membuktikan diri. Seri dipilih menjadi pemain terbaik di tim ini pada musim 2014/15 dan Nice – yang memiliki jaringan pemandu bakat yang cukup bagus untuk menemukan pemain-pemain jenius tak terdeteksi – dengan cepat membelinya dengan harga hanya €1 juta.

Angel Di Maria

Seri menahan Angel Di Maria dalam laga yang berakhir imbang 2-2 pada Desember lalu

Seluruh negeri menyaksikan saat Seri menjadi pemain kunci sebagai playmaker utama dalam kemenangan 3-0 atas Lyon, dan sudah tidak ada lagi yang meragukan kemampuannya semenjak itu

Fans Eaglets yang skeptis sama sekali tidak tahu apa-apa soal pemain baru mereka ini, tapi Seri langsung memukau mereka hanya dalam beberapa pekan. Staminanya yang luar biasa dan umpan-umpan akurat yang ia lakukan membuatnya menjadi kunci di rencana besar Claude Puel pada musim 2015/16, di mana Nice mengejutkan Perancis dan bertarung untuk lolos ke Liga Champions. Seluruh negeri menyaksikan saat Seri menjadi pemain kunci sebagai playmaker utama dalam kemenangan 3-0 atas Lyon, dan sudah tidak ada lagi yang meragukan kemampuannya semenjak itu.