Blog

Joko Driyono: PSSI Tidak Bisa Menghukum Bandar Judi

Di sisi lain, Haruna Soemitro menjanjikan hadiah mobil Alphard bila ada yang bisa membuktikan Madura United terlibat match-fixing.

We are part of The Trust Project What is it?

Wakil ketua umum PSSI, Joko Driyono, menyebut bila federasi melalui komisi disiplin tidak bisa menghukum Vigit Waluyo. Nama tersebut memang berulang kali disebut-sebut sebagai salah satu otak dari pengaturan skor di sepakbola Indonesia.

"Struktur organisasi FIFA, AFC, dan PSSI menyiapkan tools yang namanya kode disiplin, tetapi hanya bisa menghukum mereka yang punya atribut football family (keluarga sepakbola). Jadi kita tidak bisa menghukum yang namanya bandar (judi) atau runner," kata Joko, dalam sebuah diskusi yang digelar salah satu media nasional di Surabaya, Senin (17/12).

"Termasuk misalkan secara kasat mata tokoh daerah yang melanggar garis disiplin, PSSI tetap tidak bisa melakukan itu. Baru bisa (memberikan hukuman), apabila kejadian tadi masuk dalam yurisdiksi lain di luar PSSI misalkan yurisdiksi negara," tambahnya.

Meski begitu, pria asal Ngawi tersebut menarik sisi positif dengan maraknya isu liar yang berkembang tentang pengaturan skor. Hal tersebut disebut Joko sebagai langkah yang tepat untuk saat ini.

"Sepakbola itu menjadi sangat rentan akan hal-hal yang gelap jika pengawasan secara kolektif itu tergerus. Liga 1 yang 75% dari total pertandingan disiarkan langsung menyebabkan kompetisi ini berada di posisi yang diawasi secara kolektif," jelasnya.

"Isu yang disebutkan (pengaturan skor), sering ada di Liga 2. Karenanya itu kita tandai, bahwa lebih tepat kita mengurus internal di dalam profil pengelolaan sepakbola ini. Salah satu caranya bagaimana? Dengan membuat tontonan ini diawasi secara kolektif," tutur mantan CEO PT Liga Indonesia ini.

Di sisi lain, manajer Madura United, Haruna Soemitro, menegaskan Laskar Sape Kerrab tidak terlibat dalam pengaturan skor. Bahkan dirinya menyediakan sebuah mobil mewah sebagai hadiah, jika ada yang bisa membuktikan hal tersebut.

Madura United sempat diisukan melakukan pengaturan skor saat ditumbangkan Persebaya Surabaya dengan skor telak 4-0, pada putaran kedua Liga 1 lalu.

"Saya merasa tidak ada pemain saya bermain-main atau berhubungan dengan itu (pengaturan skor). Pelatih juga saya kira tidak ada. Tetapi kalau ada bukti saya justru senang. Kalau ada orang yang bisa buktikan kepada saya, saya siapkan Alphard baru saya untuk dijadikan hadiah bagi siapa-siapa saja yang bisa membuktikan Madura terlibat pengaturan skor," tegas Haruna.