Judas Sepakbola: Para Pemain yang 'Berkhianat' dan Pindah ke Klub Rival

Di era sepakbola modern, loyalitas sudah jadi sifat langka. Tak jarang seorang pemain pindah ke klub rival demi uang, trofi, atau nama besar. Taufik Nur Shiddiq menceritakan delapan kisah 'pengkhianatan' yang pernah dilakukan para pesepakbola top dunia...

Luis Figo

Tujuh belas pemain sudah menyberang ke Santiago Bernabeu dari Camp Nou. Tak satu pun memicu reaksi berlebihan. Kemudian Luis Figo menjadi pemain ke-18 di jalan yang sama.

Kesepakatan antara Real Madrid dan Figo sudah terjalin sebelum sang pemain secara resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Los Blancos. Untuk menenangkan situasi Figo berujar, kepada Sport, pada 9 Juli 2000: “Aku ingin memastikan kepada para pendukung bahwa Luis Figo, dengan sangat pasti, akan berada di Camp Nou pada 24 Juli untuk memulai musim baru.” Nyatanya, pada tanggal yang ia janjikan, alih-alih berada di Barcelona, Figo diperkenalkan sebagai pemain baru Madrid.

Para pendukung Barcelona tidak terima. Figo menjadi musuh bersama. Yang paling dikenang dari seluruh pernyataan sikap para pendukung Barcelona terjadi pada 23 November 2002, ketika Figo dan Madrid bertandang ke Barcelona. Pertandingan dihentikan selama 12 menit karena Figo menjadi sasaran pelemparan; bersama koin dan botol, kepala babi adalah salah satu benda yang dilempar ke arahnya.

Roberto Baggio

Cedera lutut parah mengancam karier Roberto Baggio. Untung baginya, Fiorentina datang menyelamatkan. Baggio mendapatkan perawatan dan semua hal yang ia butuhkan untuk kembali ke bentuk permainan terbaik. Pada 1990, ia pindah ke Juventus – klub yang paling dibenci oleh para pendukung Fiorentina. Para pendukung Fiorentina turun ke jalan. Markas klub menjadi sasaran. Selama protes yang berlangsung hingga tiga hari, 50 orang luka-luka.

Baggio pindah ke Juventus bukan karena keinginannya. Keluarga Pontello yang memaksa Baggio menerima pinangan Juventus agar Fiorentina mendapat keuntungan terbesar dari penjualan Baggio. Sang pemain menunjukkan kecintaannya kepada klub lamanya dengan menolak menjadi eksekutor tendangan penalti dalam sebuah laga antara Fiorentina dan Juventus. Begitu ditarik keluar dari permainan, Baggio melingkarkan scarf Fiorentina di lehernya.

Pages