Wawancara

Juninho: "Ketika Saya Tiba di Inggris, Saya Harus Menaruh Koran di Dalam Sepatu karena Sangat Dingin!"

Juninho

Apakah gol Ronaldinho melawan Inggris adalah kebetulan? Apakah memenangkan Piala Liga lebih baik daripada Piala Dunia? Dan bagaimana ia memainkan dua pertandingan dalam satu malam ?! Pertanyaan Anda terjawab pada Agustus 2015...

We are part of The Trust Project What is it?

Foto: Jonne Roriz

Tidak mengherankan jika seluruh superstar eksotis dari seluruh penjuru dunia masuk ke Premier League  musim panas ini. Tetapi ketika pemain Brasil, Juninho tiba di Middlesbrough pada tahun 1995, ia benar-benar membuat lidah bergoyang-goyang. 'The Little Fella' dengan cepat menjadi pahlawan yang dikultuskan di Teesside – dan seterusnya – dan jatuh cinta sangat dalam dengan tim dari timur laut itu, ia bergabung dengan mereka dua kali lagi dalam kariernya.

Salah satu pemain impor paling populer di sepakbola Inggris sekarang menjadi presiden klub lokalnya, Ituano FC – tetapi, saat ia diwawancara FourFourTwo, ia masih memikirkan Boro…

DATA & FAKTA

  • Nama Lengkap: Osvaldo Giroldo Junior
  • Tanggal Lahir: 22/02/1973
  • Tempat Lahir: Sao Paulo, Brazil
  • Tinggi: 5ft 5in
  • Posisi: Attacking midfielder

Anda dikenal karena berbadan kecil, tetapi apakah ukuran Anda membantu atau menghalangi Anda sebagai pemain bola?
Becky Scarrott, Surbiton

Pada awal karier saya, itu adalah kerugian, pastinya. Saya harus bekerja ekstra keras untuk membuktikan bahwa saya siap untuk tim utama. Saya berpikir untuk menyerah beberapa kali karena perlawanan dari para pelatih, yang tidak pernah mempercayai saya karena ukuran saya. Setelah saya menjadi pemain profesional, itu benar-benar berubah: Saya tampak rapuh, tetapi saya memiliki otot yang kuat. Jika Anda melihat karier saya, saya hanya memiliki satu atau dua cedera otot – saya sering bermain dalam tiap pertandingan. Saya kecil, tapi saya tidak lemah.

Benarkah Anda memainkan dua pertandingan dalam satu malam di Sao Paulo? Bagaimana bisa?!
Sean Anderson, via email

Jadwal kompetisi Brasil itu gila di tahun 90-an, jadi untuk bisa bertarung untuk semua gelar, para tim besar memiliki dua tim. Saya berada di tahap di mana saya adalah anggota tim pertama dan cadangan, jadi saya berpindah antar tim sehingga mendapatkan banyak pertandingan.

Jadwal yang gila ini ketika Sao Paulo memiliki dua pertandingan pada malam yang sama. Kami menghadapi Sporting Cristal pada pukul 8 malam untuk CONMEBOL Cup [pendahulu untuk Copa Sudamericana, kompetisi Amerika Selatan yang setara dengan Europa League] – saya mencetak gol dan kami menang 3-1. Kemudian setelah selesai, saya pergi ke ruang ganti, berganti jersey dan langsung kembali pada jam 10 malam untuk pertandingan liga melawan Gremio. Kami menang 3-1 lagi. Saya berbicara dengan Guinness Book of Records tentang hal itu, tetapi saya tidak berhasil masuk ke sana.

Bagaimana Anda mendapatkan julukan ‘Chucky’ di Sao Paulo?
Marcia, via Twitter

Bagaimana Anda tahu tentang ini?! Itu adalah keisengan Cafu! Ia menikmati untuk membuat nama panggilan bagi semua orang – ia masih memanggilku Chucky sampai hari ini. Ia pikir saya terlihat seperti boneka dari film Child’s Play, tapi saya pikir saya lebih ganteng darinya!

Tampaknya tidak biasa dan tidak mungkin bagi pemain Brasil seperti Anda untuk datang ke Premier League pada tahun 1995. Apa yang membuat Anda memilih Inggris? Pernahkah Anda mendengar tentang Middlesbrough sebelum Anda pindah ke sana? Apakah Anda mendapat tawaran dari klub lain?
Christian Ionica, via Facebook

Saya mendengar bahwa ada pembicaraan dengan Arsenal, tetapi saya tidak pernah mendapatkan tawaran dari mereka. Saya masih terikat kontrak di Sao Paulo, tetapi itu sudah habis dan ada perbedaan besar antara apa yang saya inginkan dan apa yang ingin mereka tawarkan kepada saya. Saat itulah Middlesbrough menghubungi dan Bryan Robson serta chief executive, Keith Lamb, datang ke Sao Paulo.

Premier League belum disiarkan di Brasil saat itu dan kami hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang itu; tentu saja saya sadar betapa besar nama Bryan Robson di Inggris, dan saya pernah mendengar tentang Middlesbrough, tapi hanya itu saja. Sebelum kesepakatan terjadi, saya mulai menonton pertandingan dan saya ingat sedikit takut dengan semua umpan panjang dan permainan fisik! Tetapi saya belum pernah lari dari apa pun sebelumnya, dan saya pasti tidak akan lari dari ini.

CLUBS AND INTERNATIONAL

  • 1993-95 Sao Paulo 
  • 1995-97 Middlesbrough 
  • 1997-2002 Atletico Madrid
  • 1999-2000 Middlesbrough (pinjaman)
  • 2000-01 Vasco da Gama (pinjaman
  • 2002 Flamengo (pinjaman
  • 2002-04 Middlesbrough
  • 2004-05 Celtic
  • 2005-06 Palmeiras
  • 2007 Flamengo
  • 2007-08 Sydney FC
  • Brazil 50 caps (5 gol)

Saya butuh waktu beberapa bulan untuk menyesuaikan diri. Saya tiba pada bulan Oktober dan cuaca sangat dingin sehingga saya tidak bisa merasakan kaki saya – saya harus menaruh potongan koran di dalam sepatu saya untuk membantu menghangatkan mereka. Saya juga harus mengenakan salah satu topi ninja yang hanya kelihatan mata saja.

Apakah Anda terkejut melihat lebih dari 6.000 penduduk setempat datang untuk perkenalan Anda di Boro?
Simon, via Twitter

Katakanlah itu cara yang tidak biasa untuk menyambut pemain baru! Kami sekarang terbiasa melihat para penggemar berkumpul untuk perkenalan pemain, tetapi itu tidak begitu umum di tahun 90-an. Saya telah bermain di Inggris untuk Brasil di Umbro Cup beberapa bulan sebelum tiba di Middlesbrough, dan saya pikir orang-orang mulai mendengar tentang saya selama turnamen itu. Saya tentu tidak mengharapkan sambutan yang hangat. Bahkan, saya ingat ada keluarga Brasil.

Bagaimana rasanya Anda tiba namun tidak bisa berbicara satu kata pun dalam bahasa Inggrisv?
Anna Watson, Birmingham

Sebenarnya, keluarga Brasil yang saya temui di bandara benar-benar harus membantu saya dalam hal ini, karena saya segera menyadari bahwa penerjemah yang digunakan oleh klub tidak mengerti sepatah kata pun yang saya katakan dan ia menerjemahkan semuanya dari pikirannya sendiri. Keluarga Brasil itu bertanya kepada saya siapa dia dan mengatakan kepada saya bahwa ia tidak menerjemahkan dengan cara yang benar. Namanya Palladino dan ia melakukan hal-hal seperti meminta faisao [burung], bukannya feijao [kacang].

Semua orang ingat pernah melihat Anda berseteru dengan Philippe Albert dari Newcastle. Ia dua kali lebih besar dari Anda – apa yang Anda pikirkan?! Apakah Anda sebenarnya ketakutan?
Guy Maxwell, Gateshead

Orang Belgia itu, kan? Saya sedikit gugup tetapi saya kompetitif – saya sudah mengalami itu dalam karier saya. Saya sangat keras di lapangan karena mereka tidak bisa memukul saya di depan wasit. Saya tidak takut pada siapa pun – saya pikir ia tidak sopan dan saya datang untuk bertanya mengapa ia melakukan itu dan menyuruhnya untuk tidak melakukannya lagi. Itu terjadi sepanjang waktu dalam pertandingan, tetapi jika itu terjadi di jalanan, saya pikir saya akan memanggil namanya, memukulnya dan berlari seperti saya melarikan diri dari kematian.