Kapten Malaysia, Adib Zainuddin: Pemain Divisi Tiga yang Sukses Mengapteni Negaranya

Kebintangan Adib Zainuddin tiba-tiba meredup. Saat para pesepakbola umumnya mencari liga yang lebih baik, Adib malah sebaliknya. Ia pindah dari klub Malaysia Premier League (MPL) ke klub divisi tiga FAM League.

Banyak yang meragukan apakah ia bakal tetap mampu menembus tim inti Malaysia karena kehadiran Dominic Tan di Johor Darul Ta’zim II tahun lalu, tapi Adib justru bisa mempertahankan posisinya di jantung pertahanan Malaysia U-22 dan ditunjuk sebagai kapten setelah pemain Kelantan, Faris Shah Rosli, mengalami cedera jangka panjang di akhir tahun lalu.

Saya menganggap diri saya sudah siap untuk bermain di MSL dan jika ada tawaran musim depan, saya akan mengambilnya

“Saya ingin mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak jadi saya pindah ke Felcra tahun ini. Saya butuh bermain tiap pekan dan bukan cuma untuk bisa masuk skuat (timnas) U-22, tapi juga untuk berperan penting untuk timnas,” kata Adib kepada FourFourTwo.

“Mendapatkan menit bermain sangat penting dalam tahap ini di karier saya.

“Saya menganggap diri saya sudah siap untuk bermain di MSL dan jika ada tawaran musim depan, saya akan mengambilnya. Tapi untuk saat ini, kualifikasi Piala AFC (Piala Asia) U-23 dan SEA Games adalah ajang untuk menunjukkan kemampuan saya.”

Mantan bek Johor ini bergabung dengan program pembinaan Harimau Muda pada 2014 sebelum bergabung dengan UiTM di tahun berikutnya.

Demi mendapatkan jam terbang lebih, Adib rela bermain satu divisi lebih rendah

Semasa bermain di UiTM, dia memutuskan untuk melanjutkan studinya dan bergabung dengan tim kampusnya di divisi dua. Adib ingin menjadi pemain top dengan otak dan kekuatannya.

“Saya selalu ingin menjadi pesepakbola dan saya sangat bersyukur berada di sini hari ini. Saya juga melengkapinya dengan pendidikan,” kata Adib.

“Saya di tahun terakhir studi Diploma Ilmu Olahraga. Saya ingin unggul dibanding rekan-rekan saya dan meningkatkan pengetahuan saya. Saya pikir ini akan membantu saya dewasa sebagai pemain dan lebih jauh lagi, ilmu olahraga adalah sesuatu yang bisa saya terapkan pada karier saya.”