Kisah

Karier Singkat Henrik Larsson di Manchester United: Bagaimana Pemain Tua Ini Membuat Perbedaan Besar Selama 10 Minggu di Old Trafford

Henrik Larsson Manchester United

The Reds dikaitkan dengan berita mengenai perekrutan bek tengah Swedia Andreas Granqvist di bulan Januari – yang bukan pertama kalinya mereka menandatangani pemain jangka pendek dari Helsingborgs. Richard Jolly mengenang kesuksesan jangka pendek rekrutan United di tahun 2007...

We are part of The Trust Project What is it?

Rasanya seperti mengabsen bek tengah terbaik di Piala Dunia 2018 lalu: Raphael Varane, Diego Godin, Harry Maguire, Toby Alderweireld. Pencarian musim panas Manchester United untuk bek tengah juga sempat menyasar salah satu pemain terburuk yang ikut bermain di Rusia, Jerome Boateng.

Tapi, rasanya tidak mungkin jika mereka akhirnya akan puas dengan rekrutan yang paling kurang dikenal dari daftar bek terbaik tersebut, Andreas Granqvist telah mengonfirmasi dia telah dihubungi pihak Old Trafford tentang kemungkinan bergabung di bulan Januari. Jika benar terjadi, CV-nya akan bertuliskan daftar klub ini: Wigan, Groningen, Krasnodar, Helsingborg dan... Manchester United.

Namun Granqvist sebenarnya bukan satu-satunya pemain berusia tua yang bergabung dengan United: Old Trafford telah melihat pemain yang umurnya hampir sama seperti pemain Swedia tersebut bergabung di dalam klub. Ada Zlatan Ibrahimovic yang akhirnya merumput di Inggris juga, dan dirinya bahkan masih berencana untuk mengulangi perannya sebagai sekutu terdekat Jose Mourinho ketika ia berusia 37 tahun nanti. Dan, pada selusin musim yang lalu, ada pemain terakhir yang United datangkan dari Helsingborg, dan ia datang dalam usia yang tak muda juga: Henrik Larsson. 

Henrik Larsson training

PENYESALAN

Ronaldinho selalu memanggil pemain ini dengan sebutan ‘idolo’; pemain yang menginspirasi Barcelona pada final Liga Champions 2006; dan satu dari hanya dua pemenang Sepatu Emas Eropa yang pernah membela United (Ya betul, yang satu lagi adalah Cristiano Ronaldo). Ia telah berusia 35 tahun ketika dia menandatangani kontrak dengan United, dan pada akhirnya ia hengkang hanya dua bulan kemudian.

“Itulah satu-satunya penyesalan yang saya miliki dalam karier saya,” kata Larsson kepada FourFourTwo tahun lalu. “Saya seharusnya tetap bertahan, dan saya semestinya bisa tinggal untuk satu musim lagi.” Namun, dia menghormati kontraknya dengan Helsingborg dan janjinya kepada keluarganya, dan kembali ke tanah airnya ketika masa pinjamannya berakhir.

Statistik selama karier singkatnya di MU terlihat seperti ini: tiga gol dalam 13 pertandingan. Perlu dicatat, ia adalah pemain yang telah mencetak 242 kali dalam 313 pertandingan untuk Celtic – statistik tadi menjadi sangat tidak istimewa. Namun hasil yang diberikan - 10 kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan - menunjukkan kedatangannya di bulan Januari memberikan hasil yang lumayan. Bahkan satu kekalahan yang didapat United pun bukan kesalahannya: United tengah memimpin atas Arsenal ketika Larsson digantikan.

Henrik Larsson Manchester United

Ada perasaan yang langsung muncul bahwa kedatangan Larsson adalah sesuatu yang istimewa. Setelah gol debutnya, yang ia lakukan dengan bagian luar kakinya ke gawang Aston Villa, Sir Alex Ferguson melakukan sesuatu yang tidak biasa: dia menyebut-nyebut Eric Cantona. Dia melihat sesosok katalis; sebuah karakter; seorang pemain yang lahir untuk menganugerahi panggung termegah, yang mengingatkannya pada perekrutannya yang paling ikonik itu. "Kami telah merekrut seorang bangsawan sejati," tulis Ferguson dalam otobiografinya yang terbaru. “Dia terlihat seperti pemain Man United yang alami dengan gerakan dan keberaniannya."