Karir Peter Crouch di Dulwich: Bintang Masa Depan Inggris yang Jangkung di Divisi Tujuh

Bagaimana pemain muda Spurs bisa berakhir dalam masa peminjaman di divisi ketujuh... 

"Bola keluar lapangan dan mengarah ke dekat saya, di balik pagar. Saya mengambilnya dan berniat meleparnya kembali saat saya dikejutkan oleh sosok tinggi yang bersandar di pagar, menunggu untuk bola lempara. Dia sangat menjulang tinggi di atas saya."
 
Peter Crouch adalah seorang pria tinggi. Dan, seperti yang diketahui oleh suporter Dulwich Hamlet, Jack McInroy, pada tahun 2000, dia adalah seorang remaja yang tinggi. Crouch telah bergabung dengan klub Premier Isthmian, satu tingkat di bawah Konferensi, pinjaman dari Tottenham dan segera meneror pertahanan tim-tim non-liga asal London selatan.
 
Meskipun ada selisih enam kaki, otak dan kaki Crouch memiliki koneksi yang bagus. "Anda bisa melihat dia seorang pemain yang cerdas," ujar Richard Watss, seorang suporter Dulwich Hamlet selama 35 tahun. "Begitu dia mendapatkan bola, dia tahu apa yang diinginkan dan harus dilakukannya. Dan dia memliki sentuhan pertama yang bagus."
 
Tapi Crouch sepertinya tidak akan cukup bagus. Setelah mencetak gol debut melawan Bilericay Town, Crouch tidak mencetak gol lagi. "Dia lebih mudah mencetak gol untuk Inggris daripada untuk Dulwich," ujar John Lawrence sambil tertawa, editor program selama empat dekade ini. Sementara rekan strikernya, Jermain Defoe, menjadi pahlawan legendaris di Bournemouth, Crouch gagal tampil mengesankan di tiga divisi lebih rendah.
 
"Kami pikir dia akan mampu melakukan sesuatu yang bagus bersama kami tapi tak akan pernah berhasil bersama Spurs," kata Watts. "Dia sepertinya mungkin menjadi pemain Konferensi, atau paling bagus di divisi ketiga atau keempat."

"Anda Kenapa?"

"Anda Kenapa?"

Tidak mengejutkan jika fisik Crouch jadi masalah. Dalam sepakbola, terutama non liga, tinggi badan tak berarti tanpa kekuatan. Sebagai seorang striker saja, ia pasti babak belur tiap pekan.
 
"Dia tampak ringan. Bayangkan dia sekarang, tapi dua batu yang lebih ringan," kata Watts. "Tinggi, kurus bahkan lebih kurus dari sekarang. Dia benar-benar terlihat seperti belalang."
 
Seekor belalang bisa melompat. Crouch berdiri dengan tinggi enam kaki dan bisa melompat setinggi di bawah lima kaki di udara. Paul Griffin menyatakan, "Sebagai suporter Dulwich, setiap saat kami melihatnya di tempat lain, terutama di (Aston) Villa - di mana mereka menendang bola melambung ke arahnya, kami selalu berkata, 'Jangan, jangan, dia tidak bagus di udara'."
 
Crouch membutuhkan jalan yang panjang dari Dulwich ke Aston Villa di Premier League, lewat klub divisi tiga Swedia, QPR dan Portsmouth. Tapi dia berhasil akhirnya, tak seperti pemain yang ia gantikan, untuk sementara, di Champion Hill.
 
Tottenham menandatangani penyerang Dave McEwen dari Dulwich Hamlet tak lama sebelumnya, dan tidak berkewajiban untuk membayar uang sepeser pun pada Dulwich, Spurs memberikan Crouch sebagai pemain pinjaman untuk mengucapkan terima kasih. "Kami pikir McEwen memiliki prospek yang sangat cerah, tapi dia bermain sekitar dua pertandingan untuk Spurs," kata Watts. "Saya ingat melihat dia di Match of the Day: ia datang sebagai pemain pengganti dan kehilangan peluangnya. Karir profesionalnya melempem setelah itu."
 
Sementara Crouch, yang dijuluki 'ayam 20 kaki' oleh sekelompok penggemar tim non-liga, melihat karirnya melesat tak lama setelah itu, bermain di dua Piala Dunia dengan Inggris dan final Liga Champions dengan Liverpool, juga bermain Portsmouth dan Southampton di divisi teratas. Tidak buruk untuk ayam jantan raksasa.

BACA JUGA