Kegagalan Martin Odegaard Dalam Musim Pertamanya di Real Madrid

Media Spanyol menggambarkan kisah yang mengecewakan dari pemain Norwegia 16 tahun di musim pertamanya di Bernabeu, tapi Thore Haugstad - yang telah mengikuti perkembangan si remaja ini dari dekat, menyaksikan segalanya kecuali satu dari penampilannya - mengatakan itu gambaran yang tidak adil dalam musim perdananya yang sulit...

Anda mungkin pernah membaca berita ini. Martin Odegaard, pemain ajaib Norwegia berusia 16 tahun yang menuju ke Real Madrid pada Januari, kesulitan beradaptasi di tim cadangan di divisi ketiga, Castilla. Skuat lebih baik tanpa dirinya. Setelah debutnya pada bulan Februari, mereka menjadi tim yang awalnya difavoritkan juara menjadi tim medioker papan tengah. Laporan menyebutkan bahwa gaji 80 ribu per pekan dan kesempatan untuk berlatih dengan skuat utama telah memicu kecemburuan di ruang ganti. Kedatangan pemain terkenal ini telah mengganggu keharmonisan skuat. Dia telah menolak permintaan untuk berlatih dengan Castilla lebih dari yang tercantum dalam kontraknya, sehingga mustahil baginya untuk menyatu dengan rekan satu timnya. Sang playmaker telah menjadi beban tim. Untuk Castilla, musim mereka menjadi bencana. Tapi apa yang sebenarnya terjadi? Sementara musim yang mengecewakan bagi Castilla, beberapa klaim tentang Odegaard telah berhasil membuat banyak pihak tidak nyaman. Proses adaptasinya belum semulus yang diharapkan, tetapi laporan tertentu dari Madrid berkontribusi dalam memberikan gambaran yang salah dan kejam dari empat bulan pertamanya di ibukota.

Keberuntungan Pada Pertandingan Ketiga

Beberapa hal terlihat cerah sebelum kedatangannya. Castilla menargetkan segera kembali ke divisi Segunda, dalam musim debut Zinedine Zidane sebagai manajer. Setelah awal yang terjal, termasuk empat kekalahan dalam lima pertandingan dan kurangnya ilmu kepelatihan Zidane, hasil yang diraih Castilla meningkat. Pada saat Odegaard menjalani debutnya, Castilla di puncak klasemen.
 
Penampilan debutnya diwarnai kegugupan. Setelah penampilan biasa-biasa saja selama 20 menit dalam hasil imbang 2-2 di kandang melawan Athletic Club B, dia diganti di babak pertama dalam hasil imbang 1-1 melawan Amorebieta, di pegunungan Basque, di mana hujan deras menciptakan rumput yang berlumpur. Secara taktis, pola permainan sudah terlihat. Di kandang, Zidane memasang Odegaard di belakang striker; dalam laga tandang, ia bermain di sayap kanan.

Pemain muda Norwegia ini belum menunjukkan kemamuan ajaibnya setelah mejadi pemain Real Madrid

Odegaard bisa bermain di kedua posisi tersebut. Fisiknya tetap tidak berkembang, namun kesadaran akan menciptakan ruang, visi dan akurasi umpannya menjadi luar biasa. Tekniknya licin, sentuhan pertamanya halus. Kecepatan yang bagus membuatnya menjadi penggiring bola yang baik. Perbandingan dengan Lionel Messi didasarkan pada kecenderungannya untuk bertumpu dengan kaki kirinya, serta pergerakan khas-nya: tembakan melengkung, umpan satu-dua, serta umpan-umpan yang mematikan.
 
Kualitas-kualitas itu muncul dalam laga ketiga. Dalam kemenangan 4-0 di kandang Barakaldo, Odegaard mencetak gol pembuka dan gelar man of the match dilengkapi dengan sentuhan-sentuhan yang memikat serta umpan yang membelah pertahanan. Kemampuan teknisnya berada pada level yang berbeda. Perayaan golnya menggambarkan sesuatu dengan jelas. Ini dia performa yang melukiskan reputasinya.
 
Namun hari-hari gelap mendekat. Castilla kalah dalam laga tandang dari Leioa (0-1), di kandang melawan Socuellamos (0-2), tandang melawan Huesca (0-2) dan tandang kontra Rayo Vallecano B (1-2). Saat menghadapi Leioa, Odegaard bersinar sekali lagi, mendominasi babak pertama dengan kemahiran menggiring bola dan kombinasi permainan di kanan. Saat melawan, ia hanya bermain di 30 menit terakhir.

Tidak ada tekanan saat diperkenalkan pertama kali sebagai pemain Real Madrid pada bulan Januari

Tapi dua performa berikutnya begitu mengecewakan. Dia tampak terisolasi, tidak terlihat kontribusinya, dan tidak menerima banyak umpan. Castilla secara keseluruhan juga tampil buruk. Ada kesalahan dalam pertahanan, kartu merah di awal pertandingan, kurangnya kreativitas dan umpan-umpan yang gagal sampai ke lini depan. Sebuah identitas yang jelas sulit untuk  dianalisa.

Performa Menurun Dan Menjadi Cadangan

Sekarang, beberapa pers sekutu Madrid - yaitu koran olahraga Diario AS - telah mencatat performa inkonsisten tim hasil sejak kedatangan Odegaard ini. Pada kenyataannya ia bermain bagus di dua pertandingan, btak banyak berkontribusi di dua laga lainnya, dan bermain 45 menit atau kurang di laga-laga lainnya. Tidak peduli.
 
Saat Odegaard memperkuat skuat Kroasia untuk kualifikasi Euro 2016,  surat kabar itu menulis bahwa kedatangannya telah menyebabkan kecemburuan dan mengganggu keseimbangan skuat. Odegaard yang merasa terkejut menjawab bahwa ia tidak menyadari kondisinya seperti itu sama sekali, dan menjelaskan bahwa rekan-rekan satu timnya sebagai sekelompok pemain yang menyenangkan.
 
Saat Odegaard absen, Castilla mengalahkan Las Palmas B 5-1 di kandang. Akhir pekan berikutnya, Odegaard adalah pemain pengganti yang tidak digunakan dalam kemenangan 2-0 di Conquense. Beberapa hari kemudian, AS menulis bahwa pemain remaja ini telah menolak permintaan untuk berlatih lebih sering dengan Castilla, lebih memilih untuk bersama dengan skuat utama, dan inilah yang menyebabkan kurangnya pemahaman antara dia dan rekan satu timnya. Oleh karena itu ia dibangkucadangkan.
 
Kesan bahwa Castilla bermain lebih baik tanpa Odegaard adalah berlebihan. Masalah kolektif mengenai mentalitas, taktik dan identitas adalah sesuatu yang lebih berpengaruh. Selain itu, Las Palmas B dan Conquense adalah tim yang berjuang menghindari zona degradasi.
 
Namun kurangnya pemahaman antara satu pemain dengan pemain adalah sebuah masalah. Sebelum pertandingan berikutnya, di kandang Tudelano, AS mengatakan Odegaard dan ayahnya, Hans Erik, telah mengadakan pembicaraan positif dengan klub, dan bahwa sikap mereka telah berubah. Ia menambahkan bahwa Odegaard akan menjadi starter di pertandingan berikutnya.

Odegaard lebih sering berlatih dengan tim utama

Dia menjadi starter, dan sekarang permainannya berbeda. Sebelumnya, ia sudah sering mencoba umpan spektakuler dan bergerak dengan ambisius. Di sini ia bermain lebih sederhana, memainkan umpan yang lebih aman dan lebih pendek, sering memberikan bola ke rekan satu timnya. Itu membuat dirinya tak lagi menjadi ancaman, itu juga membuatnya terlihat menjadi bagian yang alami dalam tim.
 
Dia diganti di babak kedua dengan Castilla tertinggal 1-0. Pertandingan berakhir 1-1. AS menyia-nyiakan waktu dengan menulis bahwa gol penyeimbang tercipta tanpa kehadiran Odegaard, dan memberinya nilai nol.
 
Itu penilaian yang kejam - Odegaard tidak bermain spektakuler, tapi tidak lebih buruk daripada banyak pemain lainnya - dan itu menjadi bahan pembicaraan di beberapa media internasional.

Kambing Hitam

Rusuk memar memaksa Odegaard absen di dua laga berikutnya. Castilla kalah 2-3 di kandang Real Union dan bermain imbang 2-2 di kandang Sestao River. Kembali beraksi dalam laga tandang Real Sociedad B, ia memberikan performa yang bagus, mengombinasikan umpan pendek dengan umpan-umpan progresif ke rekan-rekannya. Rasa saling percaya tampaknya terbangun. Namun Castilla masih kalah 0-1.
 
Penampilan berikutnya adalah penampilan terbaik-nya di Spanyol. Di kandang menghadapi Guadalajara, Odegaard menciptakan peluang untuk rekan-rekannya mencetak gol, tendangan bebas melengkung, dan memulai serangkaian serangan. Namun menyia-nyiakan peluang dan pertahanan yang longgar menyebabkan hasil imbang 1-1 dan harapan untuk promosi pun hancur. Itu berarti kemenangan 1-0 di pertandingan terakhir mereka di Toledo, di mana Odegaard bermain dengan baik di awal sebelum menurun di menit-menit berikutnya, tidak berarti apapun.
 
Serangan pers sudah dimulai. Setelah pertandingan kontra Guadalajara, Marca fokus pada Zidane, sementara AS  mengarahkan sorotan kembali ke Odegaard. Beberapa pers lainnya berada di pihak mereka. Dalam delapan pertandingan sebelum debut Odegaard ini, Castilla telah memenangkan enam laga dan imbang dua kali. Setelah kedatangan Odegaard, mereka memainkan 14 pertandingan, menang empat kali, imbang empat kali dan kalah enam kali.

Beberapa laporan dari Spanyol menyebutkan bahwa rekan-rekannya di tim B iri terhadap gaji besarnya

Namun, mendasarkan hasil pertandingan untuk menilai Odegaard adalah hal yang mudah. Itu mengabaikan kepemimpinan Zidane, taktik, pemilihan tim, mentalitas kamar ganti, dan tingkat kinerja setiap pemain lainnya. Satu orang akan berpikir bahwa faktor-faktor itulah yang lebih berpengaruh daripada performa buruk bocah 16 tahun. Zidane tidak berbicara kepada pers sepanjang musim.
 
Memang, argumen sebaliknya akan berlaku untuk memberikan pujian kepada David Ospina atas performa bagus Arsenal di paruh kedua musim ini dan mengabaikan taktik pragmatis baru Wenger, kebangkitan Alexis Sanchez, performa bagus Mesut Ozil dan kembalinya Francis Coquelin. Ini adalah penyederhanaan. Dan jika gaji Odegaard telah memicu kecemburuan adalah benar adanya, maka seharusnya profesionalisme seluruh anggota skuat yang harus dipertanyakan daripada hanya dibebankan pada Odegaard.
 
Ke depan, masih harus dilihat apakah Odegaard akan bertahan dengan Castilla atau bergabung dengan klub di Divisi Segunda sebagai pemain pinjaman. Keduanya bukan pilihan yang ideal, dan, di Norwegia, perdebatan tentang apakah Real adalah pilihan yang tepat belum berakhir. Untuk saat ini, pemain ini dapat mendapatkan kepercayaan diri dari mengakhiri musim yang sulit dengan catatan positif.

Artikel mendalam lainnya seperti ini setiap hari di FFT.com