Kehidupan Para Mantan Bintang Sepakbola Asia Saat Ini

Masih ingat dengan mereka? Mereka adalah para bintang sepakbola Asia di masa lalu yang pernah mengharumkan nama negaranya masing-masing di pentas internasional. Apa yang mereka lakukan di tahun 2015 ini? Masihkah mereka berkarier di dunia sepakbola, atau sudah banting setir ke bidang lain?

Penulis: M. Rezky Agustyananto, Nanda Febriana, Renalto Setiawan, Yudha Prastianto, Erie Setiawan, dan Muhajjir Esyaputra

SEBELUMNYA Kehidupan 10 Mantan Bintang Sepak Bola Asia Saat Ini

BIMA SAKTI

Bima Sakti memulai karier sepakbolanya bersama PKT Bontang pada tahun 1994 lalu. Bakat hebatnya kemudian membuatnya tergabung dalam PSSI Primavera yang menimba ilmu di Negeri Pizza, Italia. Di sana, Bima adalah salah satu pemain yang menonjol, membuatnya dilirik oleh klub asal Swedia, Helsingborgs IF. Setelah sekitar satu musim mencicipi ganasnya liga Eropa, dia pun kembali ke Indonesia. Dan dari sinilah perjalanannya menjadi salah satu legenda sepakbola Indonesia dimulai.

Hingga akhir tahun 1990-an, Bima nyaris tak pernah absen mengisi lapangan tengah timnas Indonesia di kejuaraan besar. Ban kapten timnas Indonesia sering melingkar di lengannya. Meski bersamanya timnas tidak pernah berprestasi, Bima Sakti tetap dicintai oleh publik sepakbola Indonesia. Tercatat, pemain yang terkenal karena tendangan geledeknya tersebut tampil sebanyak 56 kali bersama timnas dengan torehan 11 gol.

Di level klub, prestasi terbaik Bima adalah membawa PSM Makassar menjadi juara Liga Indonesia pada musim 1999/2000. Saat itu, PSM Makassar hanya menuai dua kali kekalahan sepanjang kompetisi.

Pada tahun 2002, saat dia memperkuat Petrokimia Putra (kini Gresik United) dalam gelaran Piala Ho Chi Minh City di Vietnam, Bima mendapatkan tekel keras dari Baichung Bhutia, pemain asal India. Tulang keringnya patah dan engkelnya mengalami pergerseran. Bima harus istirahat lama, dan kariernya terancam berakhir. Namun, Bima tidak menyerah. Dia terus berjuang untuk menyelamatkan kariernya.

Kini, 14 tahun setelah kejadian tersebut, Bima Sakti masih sibuk memimpin lini tengah Gresik United – terakhir di ajang Piala Jenderal Sudirman 2015. Pemain yang pernah menjadi mentor Ahmad Bustomi, pemain terbaik timnas Indonesia pada Piala AFF 2010, tersebut sepertinya belum mau berhenti bermain. Dan dari 20 pemain yang tergabung dalam PSSI Primavera sekitar 20 tahun silam, hanya Bima yang belum gantung sepatu. Selain itu, dia juga menjadi anggota Komite Eksekutif APPI (Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia). Luar biasa! - Renalto Setiawan

Foto: Bolaindo.com

Pages