Kejutan-Kejutan Yang Terjadi di Copa America 2015

Apa yang terjadi di Copa America 2015? Kami, FourFourTwo Indonesia memberikan ringkasan cerita yang terjadi di Chile..

Sembari menunggu jendela transfer resmi dibuka dan musim kompetisi liga-liga besar Eropa kembali bergulir, ada beberapa turnamen internasional mengisi kekosongan jadwal seperti Euro U-21 kemudian Piala Dunia wanita di Kanada, serta terakhir Copa America 2015 berlangsung di Cile.

Turnamen yang jaraknya bisa sampai ribuan mil dari tempat kita sekarang bisa menemani rekan-rekan yang tengah menjalani puasa lantaran waktu yang tidak jauh berbeda dengan waktu bersantap sahur.

12 kontestan Amerika Latin termasuk dua negara undangan yakni Meksiko serta Jamaika dipecah dalam tiga grup masing-masing berisi empat peserta. Juara serta runner up tiap grup boleh mengambil tiket ke perempat final sementara sisanya diikuti oleh dua negara peringkat ketiga terbaik, aneh atau tidak biasa memang begitu aturan main sepak bola CONMEBOL.

Perjuangan untuk mencapai fase selanjutnya tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Belum ada satupun negara termasuk sang juara bertahan Uruguay, setelah jalani dua laga pada babak ini. Kejutan terjadi seakan menandakan bahwa turnamen ini bisa membuat penggila bola di belahan bumi manapun bisa memalingkan perhatian pada ajang satu ini.

Khususnya usai semua negara menjalani match day kedua, rasa heran, kejutan bercampur dengan persaingan sengit.

Grup A

Bertindak sebagai tuan rumah, dukungan tidak pernah berhenti diterima oleh tim nasional Cile. Seisi stadion selalu penuh dengan warna merah sama seperti jersey kandang mereka. Cara ini berhasil ketika bertemu Ekuador, tapi di tempat yang sama saat bertemu dengan Meksiko, semua mendadak terdiam ketika Vuoso sukses menjebol gawang Bravo.

Tidak hanya sekali, dalam 90 menit pertandingan, namun tiga kali, yang membuat penjaga gawang Barcelona itu memungut bola dari dalam gawangnya tiga kali. Beruntung ada Vidal serta serta Vargas yang bisa menyelamatkan muka tuan rumah serta mendapatkan poin.

Dengan mudahnya Meksiko menciptakan gol menjadi pekerjaan tambahan bagi Jorge Sampaoli sang arsitek tuan rumah. Sebelum laga mereka begitu percaya diri bisa meraup tiga angka setelah Meksiko hanya bermain imbang 0-0 kontra Bolivia yang secara kualitas ada di bawah.

Grup B

Pada laga perdana dua kontestan saling mendapat hasil berbeda. Uruguay mendapat kejutan dari Jamaika hanya bisa menang 1-0, di tempat lain Argentina harus berbagi angka walau sudah unggul dua gol atas Paraguay.

Saat dua rival ini bertemu kembali akhirnya sang juara bertahanlah harus berjuang lebih di perandingan akhir. Gol dari Sergio Aguero sudah cukup jadi pembeda dan langkah untuk mempertahankan apa yang diraih empat tahun lalu kini dalam pertanyaan. Gigitan bagi Chiellini serta pensiunnya Forlan hanya membuat kepala Oscar Tabarez semakin pusing.

Grup C

Seakan tidak mau ketinggalan keseruan di grup sebelah, empat negara disini juga menyajikan twist setelah masing-masing kini mengumpulkan tiga poin. Match day terakhir menjadi menarik karena hanya kemenangan jadi satu hal pasti bagi mereka guna terus berlaga di turnamen ini.

Match day kedua antara Brazil kontra Kolombia juga jadi salah satu highlights lantaran usai wasit meniup peluit panjang tingkah absurd dari Neymar membuahkan kartu merah begitu juga bagi Carlos Bacca yang terpancing emosi karena tindakan bintang Blaugrana. Mampu tampil apik tanpa Neymar, Selecao?

Sumber gambar utama: footyheadlines.com