Kekalahan-Kekalahan Terburuk yang Pernah Dialami Real Madrid

Real Madrid adalah salah satu klub terbaik di dunia saat ini. Lebih dari itu, mereka adalah klub dengan gelar Liga Champions dan La Liga terbanyak sepanjang sejarah. Kedigdayaan Los Blancos memang sulit terbantahkan.

Namun siapa sangka, sebagai klub besar mereka juga pernah terhempas dengan kencang ke tanah lewat kekalahan-kekalahan terbesar dan terburuk. Berikut ini merupakan delapan kekalahan terbesar sekaligus terburuk untuk Madrid sepanjang sejarah mereka...

Espanyol 8-1 Real Madrid (La Liga 1929/30)

Sebenarnya, duel ini adalah duel yang cukup ketat. Pasalnya baik Madrid dan Espanyol pada musim 1929 itu adalah tim papan tengah La Liga yang juga saling berusaha untuk bisa merangsek ke papan atas. Tapi dalam laga pekan ke-14 yang berlangsung 5 Maret 1930 di Estadio de Sarria itu, Madrid terlihat seolah-olah mereka adalah tim semenjana.

Pasalnya, tak tanggung-tanggung, tuan rumah Espanyol menang dengan skor yang sangat telak, 8-1. Skor yang tentu akan sulit untuk mereka ulangi saat ini. Kala itu, delapan gol Espanyol dicetak oleh Gallart, Sole, Bosch, Alamo, serta Padron dan Ventolra yang masing-masing mencetak dua gol. Sementara satu-satunya gol Madrid dicetak oleh Gaspar Rubio.

Kekalahan itu sendiri merupakan kekalahan terbesar sepanjang sejarah Madrid di semua kompetisi. Di akhir musim sendiri, Espanyol finis di urutan keempat dengan raihan 20 poin. Sementara Madrid berada persis satu tingkat di bawahnya dengan berselisih tiga poin.

Real Madrid 0-6 Athletic Bilbao (La Liga 1930/31)

Satu musim setelah kekalahan telak atas Espanyol, Madrid kembali menelan kekalahan besar. Kali ini dari Athletic Bilbao dalam laga pekan ke-7 La Liga musim 1930/31. Bilbao kala itu merupakan raksasa Spanyol dan La Liga. Kebetulan, mereka juga berstatus sebagai juara bertahan.

Berlaga di Stadion Chamartin – kandang Madrid sebelum Santiago Bernabeu – Bilbao menang dengan skor sangat telak 6-0. Madrid terkapar di kandangnya sendiri. Kekalahan itu merupakan kekalahan kandang terbesar sepanjang sejarah Madrid di seluruh kompetisi.

Di akhir musim itu, Madrid mengakhiri musim di peringkat keenam dengan raihan 18 poin, sementara Athletic Bilbao kembali menjadi kampiun La Liga dengan kala itu mampu mengemas 22 angka.

Pages