Kekalahan-Kekalahan Paling Memalukan Dalam Dua Dekade Terakhir

Kekalahan adalah hal yang biasa dalam dunia olahraga, termasuk sepak bola. Namun kadang, ada kekalahan yang benar-benar terasa memalukan, terasa menohok, dan tak masuk di akal. Siapa saja yang pernah melakukan dan mengalaminya? Kami berikan 10 kekalahan paling memalukan sepanjang sejarah...

Manchester United 1-6 Manchester City (Premier League 2011/12)

Ini laga Derby Manchester terburuk bagi Manchester United dan Sir Alex Ferguson. Dan rasanya, ini adalah kekalahan paling memalukan yang pernah diraih Sir Alex yang melegenda itu. Laga ini terjadi di bulan Oktober 2011.

Mario Balotelli dan Edin Dzeko mencetak dua gol pada laga ini. Sementara Sergio Aguero dan David Silva mencetak satu gol. Sedangkan gol balasan Manchester United hanya mampu diciptakan Darren Fletcher. 6-1 Manchester City menang.

Selain terdapat momen ikonik "Why always me?" dari Balotelli, laga ini juga membuat City unggul lima poin dari United. Dan di akhir musim, The Citizens mampu menjadi kampiun Premier League dengan unggul selisih gol atas rival sekotanya itu.

Jerman 1-5 Inggris (Kualifikasi Piala Dunia 2002)

Jerman, kampiun Piala Dunia dan Piala Eropa tiga kali, dibabat Inggris di kandang sendiri dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2002. Tak tanggung-tanggung, dalam laga yang digelar 1 September 2001 di Olympiastadion Muenchen, Jerman takluk 1-5.

Jerman sebenarnya mampu unggul terlebih dulu melalui Carsten Jancker pada menit keenam. Tapi setelah itu, Inggris mengamuk. Michael Owen mampu membukukan tiga gol dan Steven Gerrard serta Emile Heskey masing-masing mencetak satu gol.

Ini adalah kekalahan paling memalukan Jerman dalam dua dekade terakhir. Kendati mampu melaju sampai partai final Piala Dunia 2002, laga ini membuat Jerman tersadar dan melakukan revolusi terhadap sepak bola mereka.

Manchester United 7-1 AS Roma (Liga Champions 2006/07)

AS Roma menang 2-1 di Stadion Olimpico pada leg pertama perempat final Liga Champions musim 2006/07. Kemenangan membuat mereka datang ke Old Tafford dengan asa yang cukup besar untuk bisa melaju ke semifinal. Namun apa daya, sejarah berkata lain.

Michael Carrick, Alan Smith, Wayne Rooney, dan Christiano Ronaldo sudah membuat United unggul 4-0 di babak pertama. Ronaldo menambah sebiji gol lagi di babak kedua. De Rossi memperkecil ketertinggalan tapi di menit 81, Patrick Evra menutup kemenangan United dengan skor fantastis 7-1.

Francesco Totti dan kawan-kawan pulang ke Italia dengan menanggung malu. Hingga kini, kekalahan itu masih menjadi salah satu kekalahan terbesar yang pernah terjadi di perempat final Liga Champions.