Kenapa Masa Depan Messi Adalah Sebagai Mentor Bukan Sebagai "Master"

Messi tergelincir satu posisi ke peringkat 3 dalam daftar 100 pemain terbaik FourFour Two, namun Tim Stannard mengatakan memburu penghargaan pribadi bukanlah yang dibutuhkan oleh pemain Argentina itu lagi...

Messi tergelincir satu posisi ke peringkat 3 dalam daftar 100 pemain terbaik FourFour Two, namun Tim Stannard mengatakan memburu penghargaan pribadi bukanlah yang dibutuhkan oleh pemain Argentina itu lagi...

Meskipun menjadi idola terbesar di dunia sering dianggap sebagai kesatuan yang sama dalam paket yang berbeda, persamaan itu hilang saat seorang aktor penting dihilangkan dalam satu bagian.

Jika saja Robert De Niro saat belum terkenal telah membintangi film Michael Bay, dunia tidak akan mencap dirinya sebagai bintang film yang terus mengalami kemunduran, siap untuk berakhir di layar besar Brookside.If Robert De Niro in his pre-sucking phase had starred in a Michael Bay film, the world would not have branded him as a washed-up has-been on a steady decline, ready to end up on a big screen reboot of Brookside.

Sebaliknya, cerita rakyat bertema cinta telah menghiasi karir sang aktor.

Kehidupan pesepakbola jauh, jauh berbeda. Satu musim yang standarnya tak setinggi musim sebelumnya membuat semua orang siap untuk melupakan nama sang pemain selamanya. Bukan berarti Lionel Messi memiliki tahun 2014 yang. Jauh dari itu. Pemain Argentina selangkah lagi akan memenangkan Piala Dunia, itu bukan merupakan prestasi yang mengerikan, dan masih mencetak 28 gol di La Liga.

Masalahnya adalah Messi biasanya mencetak kurang lebih 50 gol dan memenangkan banyak gelar. Sayangnya untuk pemain Barca pada tahun 2014, banyak sekali berita yang menyangkut ucapan Messi di muka publik bahwa ia tak yakin dengan masa depannya di klub dan masalah hukum pajak yang membelitnya.

Messi menerima sepatu emas dengan muka kecewa

Jadilah Seperti McConaughey

Cristiano Ronaldo, sebagai perbandingan, tampak memiliki tahun menakjubkan yang mengubur prestasi Messi. Namun, sebenarnya itu kabur dan sama saja. Langkah Portugal di Piala Dunia 2014 sangat berantakan, Real Madrid kalah dari Atletico Madrid dalam perburuan gelar dan pemain El Real ini tampak 'menghilang' di final Liga Champions, yang tinggal beberapa detik lagi akan direngkuh  tim Rojiblancos yang perkasa.

Namun, Ronaldo memiliki pemberitaan yang jauh lebih baik (sebagian besar karena Madrid), yang agak dikeluhkan Messi, yang merasa bahwa Barca bisa melakukan lebih banyak hal untuk mendukungnya di dalam dan di luar lapangan.

Mungkin cara yang lebih baik untuk melihat tahun 2014 Messi adalah dengan memikirkan seorang legenda akting yang memberikan segalanya dalam film, tapi memiliki sutradara yang tidak memberikan arahan jelas, skrip yang melelahkan dan peran pendukung yang tidak profesional. Gerard Pique tentu saja tidak berada di zona Philip Seymour Hoffman akhir-akhir ini.

Tahun berikutnya akan menjadi masa transisi. Messi bisa melihat karir sepakbolanya dengan kisah komedi romantis atau terus merasa tidak tenang dalam tampilan baru Barcelona.

Sang pesepakbola mungkin harus melihat ke Matthew McConaughey, yang berhasil membangun kembali karirnya yang tampak telah mati untuk berperan sebagai idiot yang dicintai bersama Jennifer Aniston. Daripada mencoba untuk menjadi pemain yang memimpin serangan dan bersaing bersama Luis Suárez dan Neymar, para pemain berharap yang berharap bisa mendekati kejeniusan Messi, Leo harus menemukan dirinya kembali sebagai seorang pemain

Tapi, harus dikatakan, kehilangan 60 Pounds, menjadi koboi dan detektif dalam stasiun HBO mungkin agak sedikit berlebihan.

Pemain Argentina ini mencatat rekor sebagai top skor La Liga sepanjang masa saat mencetak hat-trick kala melawan Sevilla

Menjauh Dari Pusat Perhatian

Beberapa perubahan sudah mulai terjadi. Messi tampaknya lebih bahagia untuk dimainkan lebih dalam dari area penalti lawan untuk menjadi pemberi umpan. Dia tampaknya lebih sering melakukan tendangan sebuah umpan daripada mencetak gol. Daripada mencoba untuk tetap menjadi sang penguasa dari Camp Nou, pemain berusia 27 tahun seharusnya menjadi pemberi dukungan. Mengejar penghargaan dan pernak-perniknya harus diserahkan kepada beberapa anggota skuad Real Madrid.

Messi seharusnya tidak lagi peduli apakah ia adalah pemain nomor satu di dunia, bisa memenangkan Ballon d'Or lagi, atau berada di puncak jajak pendapat. Sang pemain telah, masih dan selamanya akan menjadi penguasa dari keahliannya. Apa yang dianggap sebagai sebuah tahun yang buruk tak akan mengubah hal itu.

Lainnya di #FFT100