Ketika Atletico Merajai Santiago Bernabeu Lagi: 5 Hal Penting dari Kekalahan Madrid di Derby

Thore Haugstad berada di tribun pers Santiago Bernabeu untuk menganalisis kesuksesan terbaru Los Rojiblancos atas rival sekotanya menggunakan Stats Zone - GRATIS di iOS dan Android...

Ini adalah sebuah penampilan khas Los Colchoneros, dengan mengandalkan pertahanan setangguh batu karang, striker pekerja keras, dan kemampuan hebat untuk mengganggu dan membuat lawan frustasi

1) Atletico menekan dari wilayah lawan

Jika kita ingin menunjukkan taktik yang berhasil digunakan dengan sempurna oleh Atletico Madrid di bawah Diego Simeone, kemenangan 1-0 di Santiago Bernabeu ini bisa menjadi satu contoh yang bagus. Ini adalah sebuah penampilan khas Los Colchoneros, dengan mengandalkan pertahanan setangguh batu karang, striker pekerja keras, dan kemampuan hebat untuk mengganggu dan membuat lawan frustasi. Real Madrid menciptakan 33 gol di enam pertandingan terakhir mereka di kandang, tapi justru Atletico lah yang menunjukkan mengapa mereka hanya kebobolan dua gol di enam laga terakhir.

Menghadapi 4-3-3 ala Zinedine Zidane, Simeone meluncurkan formasi 4-4-2 dengan pressing yang agresif. Striker Atleti, Antoine Griezmann dan Fernando Torres, menekan Sergio Ramos dan Raphael Varane, di belakangnya, dua sayap: Koke dan Saul merapat untuk membantu Gabi dan Augusto Fernandez di tengah menekan trio Toni Kroos, Luka Modric, dan Isco. Mereka menekan tinggi di lapangan, dan bahkan Keylor Navas pun ikut terkena tekanan dan terpaksa melakukan banyak tendangan jauh.

Gabi dan Augusto yang maju cukup jauh menyisakan jarak yang cukup besar antara lini belakang dan lini tengah, tapi Simeone tahu pasti Madrid akan kesulitan memanfaatkan kondisi ini jika mereka diletakkan di bawah tekanan, dan ia terbukti benar di nyaris sepanjang pertandingan. Terutama di babak pertama, Madrid terlihat kesulitan untuk menemukan jalan keluar dari tekanan, dengan semua opsi di lini tengah mereka dijaga ketat. Ini menyisakan trio penyerang Real sebagai pilihan terbaik, tapi saat bola berhasil mencapai kaki-kaki mereka, bek Atletico jarang sekali bisa dilewati. Jika trio penyerang ini berhasil menahan bola dan mencoba memulai serangan balik, Gabi dan Augusto dengan cepat kembali ke posisi mereka.

Pressing ini bukan hanya sebuah strategi pembuka. Atletico terus melakukannya berkali-kali sepanjang pertandingan, bahkan hingga menit ke 85, mereka melepaskan beberapa pemain untuk mendekati kotak penalti Madrid dan memaksa Navas menendang sejauh-jauhnya. Salah satu dari pemain ini adalah Gabi, menunjukkan bahwa Simeone dengan senang hati membiarkan pemain bertahan dengan kemampuan merebut bola miliknya berada jauh di depan.

2) Griezmann dan Torres membantu lini tengah

Tapi pressing hanyalah bagian dari rencana defensif secara keseluruhan. Melakukannya terus-terusan sepanjang pertandingan adalah hal yang mustahil, dan Atletico bertahan untuk waktu yang lama saat Madrid mencoba mencari celah untuk gol pembuka.

Kunci untuk menjaga kondisi mereka tetap solid adalah kerja dari Griezmann dan Torres. Saat Madrid menguasai bola, duet penyerang ini mundur sejauh 30 yards untuk menutupi ruang di depan empat pemain tengah mereka, dan dua orang ini bahkan beberapa kali sukses membuat Isco, Modric, dan Kroos frustasi saat berusaha menciptakan peluang untuk tuan rumah.

Griezmann khususnya membuat beberapa tackle penting dan merebut bola di bagian lapangannya sendiri, dan saat orang Perancis ini berkolaborasi dengan Felipe Luis untuk menciptakan gol satu-satunya di pertandingan pada menit ke 53 –sekaligus mengakhiri puasa 5 pertandingannya, ia melengkapi penampilan hebatnya yang, tanpa gol sekalipun, sudah layak untuk mendapatkan pujian tinggi.

Real Madrid vs Atletico Madrid 0-1 Griezmann SCORES GOAL 2016 REAL MADRID SUCKS

3) Atletico yang solid membuat Madrid frustasi

Di satu kesempatan, Modric sempat berhasil melepaskan bola ke James, namun masih terlalu di tengah –empat pemain Atletico langsung mengerubunginya dan mengambil bola

Kerja keras Griezmann dan Torres membuat segalanya lebih mudah untuk pemain-pemain di belakang mereka. Dengan keduanya mundur cukup jauh, Simeone semacam memiliki seluruh timnya untuk menutup zona sejauh 15-20 yards dari kotak penalti. Kedua sayap Atleti bergantian mengganggu full-back Madrid, saat di tengah, Diego Godin dan Jose Maria Gimenez menjaga standar tinggi mereka saat berhadapan dengan crossing-crossing dan para pelari cepat.

Kerapatan formasi ini membuat ruang yang seharusnya muncul –lokasi yang biasanya Cristiano Ronaldo, Isco, dan James Rodriguez dengan berbahaya beroperasi. Trio ini berada dalam posisi yang cukup di tengah saat Madrid menyerang, dengan kedua full-back menyediakan opsi melebar, tapi semuanya nyaris setiap saat dihadang lawan dengan ketat.

Torres dan Griezmann juga menghilangkan kesempatan Modric dan Kroos untuk melepaskan umpan yang bagus dengan menyediakan perlindungan tambahan di depan lini tengah Atleti. Di satu kesempatan, Modric sempat berhasil melepaskan bola ke James, namun masih terlalu di tengah –empat pemain Atletico langsung mengerubunginya dan mengambil bola.

Seperti terlihat di grafik ini, Madrid melepaskan umpan nyaris di setiap sudut lapangan. Kecuali di kotak depan para bek lawan. Di sisi lain, Atletico juga melakukan tackle lebih sedikit di area tersebut dibanding lokasi lainnya.

4) Para playmaker Zidane menghilang

Seperti James, Isco juga berusaha untuk bergerak di antara pemain-pemain lawan, tapi Atletico sama sekali tidak membiarkan siapapun lolos. Hasilnya adalah sebuah pertandingan yang sama sekali tidak produktif untuk kedua playmaker; James diganti di menit 57, dan Isco menyusul di menit ke 70

Walaupun strategi lawan memang efisien, Madrid sendiri tidak terlalu terbantu dengan kontribusi playmaker utama mereka.

Dengan Gareth Bale cedera dan Cristiano Ronaldo secara praktis beroperasi sebagai striker utama, tanggung jawab kreatif di sepertiga akhir lapangan jauh pada Isco dan James, tapi keduanya sama sekali tidak terlihat tajam. Dengan Isco beberapa kali terlihat melakukan sentuhan yang nah seperti saat ia kesulitan mengontrol bola di pinggir lapangan, atau melepaskan umpan langsung ke pemain Atletico sebelum menggelengkan kepala tidak percaya.

Seringkali, Isco berlari menuju sisi kiri untuk mencoba mengarahkan serangan ke zona yang lebih dekat ke Ronaldo, tapi Saul mampu melakukan track back dengan rajin dan melakukan tackle bagus di sisi lapangannya sendiri. Madrid juga tampak kehilangan Marcelo, dengan penggantinya Danilo lebih terbiasa bermain di sisi kanan lapangan.

Seperti James, Isco juga berusaha untuk bergerak di antara pemain-pemain lawan, tapi Atletico sama sekali tidak membiarkan siapapun lolos. Hasilnya adalah sebuah pertandingan yang sama sekali tidak produktif untuk kedua playmaker; James diganti di menit 57, dan Isco menyusul di menit ke 70.

5) Cristiano lupa caranya mencetak gol

Meskipun Madrid menciptakan peluang lebih sedikit dari yang mereka harapkan, dan hanya mendapatkan dua corner, mereka tetap menciptakan beberapa kesempatan untuk menciptakan gol. Karim Benzema melepaskan tembakan yang melebar di babak pertama, dan Borja Mayoral, yang menggantikannya saat jeda pertandingan, juga sempat mendapat satu kesempatan bagus di dalam kotak penalti.

Kami Atletico Madrid. Pertandingan ini jelas menunjukkan bagaimana kami secara tim. Ini mewakili kami semua. Inilah siapa kami.

- Diego Simeone

Tapi peluang terbesar jatuh pada Ronaldo tiga menit setelah babak kedua dimulai, ia berhasil bebas dan bisa melepaskan tembakan ke Jan Oblak –hanya untuk melihat peluangnya melebar. Kemudian, Ronaldo kembali mendapatkan kesempatan besar saat ia secara bebas bisa melakukan sundulan di kotak penalti –yang mengarah langsung ke Oblak.

Kegagalan-kegagalan tersebut terbukti berharga mahal dan artinya kini Ronaldo sudah gagal mencetak gol di lima pertandingan terakhirnya menghadapi Atletico. Madrid meninggalkan lapangan dengan lesu dan disambut cercaan dari para pendukungnya. Sedangkan untuk para pemenang, ini adalah sebuah penampilan defensif kelas atas. “Kamilah Atletico Madrid,” ucap Simeone ke pers setelah pertandingan usai. “Pertandingan ini jelas menunjukkan bagaimana kami secara tim. Ini mewakili kami semua. Inilah siapa kami.”

Analisis Real Madrid 0-1 Atletico Madrid dengan menggunakan Stats Zone

Lebih banyak fitur setiap harinya di FFT.com

STATS ZONE Gratis di iOS • Gratis di Android