Kiper Terbaik ISC A 2016: Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta)

Dia adalah kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Namun bukan hanya hal itu yang membuat penjaga gawang Persija Jakarta ini terpilih menjadi penjaga gawang terbaik sepanjang kompetisi versi FourFourTwo Indonesia. Lalu apa alasannya?

Penjaga gawang adalah sosok yang penting dalam setiap tim untuk bisa meraih sebuah prestasi. Seringkali, penampilan heroik seorang penjaga gawang mampu membuat tim yang dibelanya meraih kemenangan atau terhindar dari sebuah kekalahan. Sering pula, seorang penjaga gawang menjadi kambing hitam atas sebuah kekalahan, apalagi ketika ia melakukan kesalahan yang fatal dan berbuah gol bagi lawan. Karenanya, memiliki penjaga gawang berkualitas mumpuni adalah salah satu impian setiap klub.

DATA STATISTIK

  • Penampilan: 22 pertandingan
  • Penyelamatan: 101 kali
  • Kebobolan: 27 gol

Persija Jakarta beruntung mampu mewujudkan itu. Sejak 2010 lalu, di bawah mistar klub kebanggaan Jakmania itu, berdiri seorang pria kekar bernama Andritany Ardhiyasa. Namanya jelas tak asing bagi pecinta sepakbola Tanah Air. Karena sejak masih berusia 18 tahun, ia sudah dikenal sebagai salah satu kiper paling potensial di negeri ini.

Kini, tahun 2016, pada kompetisi ISC A, Andritany berhasil membuktikan jika prediksi banyak pihak enam atau lima tahun lalu terbukti benar. Kini pria kelahiran Jakarta itu sudah benar-benar menjelma sebagai kiper terbaik yang ada di Indonesia, dan hal itu dibuktikannya dengan performa gemilang di Indonesia Soccer Championship A.

Total penyelamatan yang dibuatnya dari 22 kali penampilan di kompetisi ini mencapai 101 kali, dan merupakan sebuah bukti bagaimana kualitasnya. Persija benar-benar beruntung memiliki Andritany di bawah mistar. Walau hanya mencatatkan lima kali clean sheet dalam seluruh penampilannya itu, tetap saja peran dan penampilan Andritany terbukti bagus. Dan jikalau bukan dirinya yang berada di bawah mistar, mungkin Macan Kemayoran tak pernah mencicipi laga tanpa kebobolan.

Juga jika tanpa Andritany sepanjang musim, mungkin jumlah kemasukan Persija akan lebih dari 42 gol. Perlu diketahui pula jumlah kemasukan 42 gol milik Persija itu adalah yang terbaik jika dibandingkan dengan sembilan klub terbawah lainnya, walau Macan Kemayoran sendiri hanya berada di peringkat ke-14.

Pelatih Persija, Muhammad Zein Al Hadad, sampai-sampai mengakui sendiri jika tanpa kiper berusia 24 tahun itu, timnya mengalami kesulitan. “Dia penjaga gawang yang bagus, kami rugi jika di absen karena kami cukup kesulitan di pertandingan,” ucap sang pelatih kepada FourFourTwo Indonesia.

Tapi soal pelapisnya di Persija pun, baik Daryono maupun Reky Rahayu, memang memiliki kualitas yang cukup jauh jika dibandingkan dengan Andritany. Karenanya, wajar jika Zein Al Hadad menganggap sosoknya begitu penting. Selain itu, masalah yang kerap menghantui lini belakang Macan Kemayoran juga sangat riskan jika tak ada sosok Andritany di bawah mistar gawang.

Andritany sendiri memang kelewat sering melakukan penyelamatan-penyelamatan gemilang untuk membuat gawang Persija selamat atau menghindarkan Macan Kemayoran dari kekalahan. Walau kadang penampilan kiper dengan panggilan akrab ‘Bagol’ itu juga tak sempurna, seperti ketika ia kebobolan empat gol kala menghadapi Arema Cronus pada Oktober lalu.

Tapi soal penampilan gemilang, salah satu laga yang paling menunjukkan bagaimana kualitas seorang Andritany adalah laga Persija menghadapi Semen Padang pada Oktober lalu. Kala itu, di akhir pertandingan, Macan Kemayoran mampu menahan imbang tim besutan Nilmaizar dengan skor tanpa gol. Hasil itu adalah kali pertama Kabau Sirah gagal meraih kemenangan kala bermain di kandang sendiri. Perlu dicatat, ada sembilan percobaan dari Marcel Sacramento, salah satu penyerang tersubur di Indonesia tahun ini, dan kawan-kawan yang mampu dihalau Andritany pada laga itu.

Karena penampilan heroiknya sepanjang turnamen itu pula yang membuat kiper pengidola Fabian Barthez itu mampu terus menembus tim nasional Indonesia. Bahkan dalam laga-laga ujicoba, Andritany mampu dipercaya oleh sang pelatih, Alfred Riedl, sebagai penjaga gawang inti tim Merah-Putih. Namun sayangnya pada kompetisi sesungguhnya yakni Piala AFF 2016, tak satu kalipun ia diturunkan.

Kendati demikian, penampilan gemilangnya di ISC A 2016 ini sudah bisa menjadi tolak ukur jika pada musim-musim berikutnya, Andritany akan semakin matang dan sangat diyakini ia akan menjadi kiper nomor satu timnas Indonesia. Yang jelas, 101 penyelamatan yang ia lakukan juga menunjukkan jika penempatan posisi, reflek, dan ketenangannya sebagai kiper sudah tak perlu diragukan lagi. Bahkan total jumlah penyelamatan itu lebih banyak dari yang diraih kiper utama timnas Indonesia dan Arema Cronus, Kurnia Meiga, serta kiper Sriwijaya FC, Teja Paku Alam, atau kiper yang lebih senior seperti Choirul Huda (Persela Lamongan).

Rasanya, tak akan ada banyak orang yang bisa memperdebatkan terpilihnya ia sebagai kiper terbaik ISC A 2016 versi FoirFourTwo.