Kiper Utama Timnas Indonesia di AFF Suzuki Cup: Andritany atau Meiga?

Menjelang dimulainya perjalanan timnas Indonesia di AFF Suzuki Cup, sebuah pertanyaan masih menggantung: Andritany atau Kurnia Meiga? Gerry Putra memberikan pendapatnya...

Gelaran AFF Suzuki Cup 2016 akan dimulai dalam hitungan jam, dan Indonesia akan menghadapi pertandingan-pertandingan berat di Grup A. Menariknya, duel klasik Asia Tenggara Indonesia kontra Thailand menjadi pembukanya. Laga yang berlangsung pada Sabtu (19/11/16) besok menjadi laga yang penuh ujian bagi Indonesia. Posisi penjaga gawang akan menjadi kunci dari semua kunci permainan. Pos vital ini harus diisi sosok yang tepat agar gawang Indonesia tetap aman dan tentram.

Saat ini, ada tiga penjaga gawang terbaik Indonesia yang masuk dalam skuat Piala AFF. Mereka adalah Andritany Ardhiyasa, Kurnia Meiga, dan Teja Paku Alam. Bicara kemampuan tentu kita tak perlu meragukan kemampuan ketiganya. Andritany merupakan pilihan utama Persija Jakarta di Indonesia Soccer Championship (ISC) A. Sedangkan Kurnia Meiga, berpengalaman menjaga gawang Indonesia setelah menjadi suksesor Markus Horison. Teja? Kiper muda asal Sriwijaya FC ini mencuri perhatian penikmat sepak bola Indonesia dengan aksinya yang heroik dan kerap menjaga ‘keperawanan’ gawang Laskar Wong Kito.

Teja Paku Alam bersinar di sepanjang tahun 2016 bersama Sriwijaya FC

Lalu, siapakah yang pantas menjadi penjaga gawang Garuda? Kita lihat mulai dari Andritany Ardhiyasa. Kiper asli Jakarta ini dalam beberapa tahun terakhir selalu menjadi andalan Persija. Cekatan dan memiliki penempatan posisi yang bagus membuat Bagol (sapaan akrab Andritany) selalu mendapat kepercayaan dari siapapun pelatih yang menangani Macan Kemayoran.

Musim ini, Andritany lebih menggila lagi. Entah karena pertahanan Persija yang terlihat gampang ditembus atau faktor lain, Andritany menunjukan kualitasnya sebagai kiper nomor satu di Indonesia. Bukan permasalahan kebobolan 12 gol selama bulan Oktober, namun jumlah penyelamatan yang menyentuh angka 31 di ISC A, menjadikan Andritany salah satu kiper terbaik di Indonesia saat ini.

Entah karena pertahanan Persija yang terlihat gampang ditembus atau faktor lain, Andritany menunjukan kualitasnya sebagai kiper nomor satu di Indonesia

Lain lagi dengan Kurnia Meiga dari Arema Cronus. Kiper yang juga anak Jakarta itu, juga punya kesamaan dengan Andritany, yakni cekatan dan punya penempatan yang baik. Entong (sapaan akrab Kurnia Meiga) juga punya catatan yang bagus selama ISC A kali ini. Namun, jumlah penyelamatanya tak mendekati angka Andritany. Pasalnya, pertahanan Arema memang solid dan diisi oleh pemain berpengalaman seperti Hamka Hamzah. Kurnia Meiga juga sempat mengalami cedera paha kanan yang membuatnya absen beberapa pertandingan. Posisinya digantikan oleh kakaknya, Achmad Kurniawan. Meski demikian, Meiga tetap pantas menjadi penjaga gawang skuat Garuda. Pengalamannya mengawal gawang Indonesia di ajang Internasional, menjadi keunggulan tersendiri dari dua pesaingnya.

Kemampuan di udara menjadi nilai plus bagi Meiga (Foto: GTS)

Lalu ada Teja Paku Alam. Kiper muda dari Sriwijaya FC ini menjadi buah bibir setelah tujuh pertandingan menorehkan clean sheet. Menariknya, Teja juga punya gerak reflek yang baik seperti dua kompatriotnya. Darah muda juga membuat permainan Teja terkesan berani dan lugas jika bicara menyapu bola di kotak 12 pas. Namun, kiper 22 tahun ini masih sangat miskin pengalaman di level internasional. Hal itu yang membuatnya hanya menjadi kiper cadangan dari 40 skuat sementara Alfred Riedl. Teja juga awalnya bukan pilihan utama ke Piala AFF, karena Mr. Riedl lebih memilih Jandia Eka Putra dari Semen Padang untuk menjadi kiper ketiga. Tapi sayangnya, Semen Padang menolak melepas Jandia karena alasan kompetisi masih berjalan. Nama Teja pun masuk menggantikan Jandia.

Andritany unggul dari Meiga

Pos penjaga gawang Indonesia punya tiga pemain bertalenta tinggi. Namun, hanya ada satu yang akan menjadi penjaga gawang utama dalam gelaran Piala AFF nanti. Dua nama masuk dalam persaingan perebutan penjaga gawang utama skuat Merah Putih. Baik Andritany dan Meiga punya kans yang sama. Namun, Andritany dirasa lebih pas mengawal gawang Indonesia di Piala AFF kali ini.

Ada alasan yang lebih baik selain dia sebagai andalan Persija? Ada. Andritany punya gerak reflek yang prima. Penempatannya juga bisa diberikan nilai 9 alias mendekati sempurna. Reflek cepat Andritany terlihat kala laga pembuka ISC A di Jayapura. Satu peluang apik dari Boaz Solossa dimentahkan dengan sangat baik oleh Bagol. Bola sepakan yang tergolong sulit dan 90 persen menjadi gol itu mampu dibuang oleh Andritany.

Keberadaan Andritany membuat Persija tak kebobolan lebih banyak lagi (Foto: GTS)

Tak berhenti di Jayapura. Dalam laga klasik melawan Persib Bandung di Jalak Harupat, Bandung, Andritany juga beberapa kali melakukan ‘super saves’. Peluang-peluang dari lini depan Maung Bandung dimentahkan dengan baik oleh Andritany.

Dalam laga uji coba melawan Malaysia dan Vietnam. Andritany juga beberapa kali melakukan penyelamatan yang cukup baik. Tapi, dalam pertandingan melawan Vietnam di Sleman, gawangnya tergolong cepat kebobolan dua gol dari lawan.

Meski demikian, sikap dingin Andritany dirasa sangat pas menjadi pengawal gawang Indonesia. Apalagi, Meiga baru saja pulih dari cedera dan masih butuh momen untuk mengembalikan performanya. "Saya lebih cenderung ke Andritany. Kenapa? Karena grafik dia sedang bagus. Sedangkan Kurnia Meiga kemarin kan cedera, itu mempengaruhi penampilan dia sebagai penjaga gawang," ujar legenda kiper Indonesia, Hermansyah, beberapa waktu lalu.

Keinginan Hermansyah tampaknya memang menjadi kenyataan, namun tak menutup kemungkinan Meiga juga menyerobot prediksi penjaga gawang utama. Pengalamannya menjadi modal utama dalam mengambil alih pos utama gawang Indonesia. Tapi jika Andritany benar terpilih, Piala AFF kali ini bisa menjadi panggung anak Ragunan itu menujukan kemampuannya yang sampai saat ini masih berkutat dalam negeri saja.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID